Kejati DKI Buat Operasi Intelijen Yustisial Deteksi Kelangkaan Obat dan Oksigen Ilustrasi obat Ivermectin. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyelidiki kelangkaan obat-obatan dan oksigen medis untuk penanganan COVID-19 saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Sudah kami buatkan operasi intelijen yustisial untuk melakukan deteksi tentang informasi kelangkaan obat-obatan maupun oksigen," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Asri Agung Putra di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (7/7).

Baca Juga:

Cerita Petugas Posko Oksigen Monas, Bekerja 24 Jam Non-Stop Layani RS

Kejati akan menyelidiki apakah terjadi penyimpangan atau karena kebutuhan atau permintaan dari masyarakat yang melonjak dan akan bekerjasama dengan Kepolisian yakni Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membentuk tim yang dipimpin langsung oleh Ditkrimsus Polda Metro Jaya untuk melakukan pengecekan dan pengawasan serta penyelidikan di lapangan terhadap adanya kelangkaan obat-obat.

Pekerja menata tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.
Pekerja menata tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.

Selain terhadap obat-obatan, tim khusus juga akan mengawasi pasokan tabung oksigen yang saat ini diperlukan oleh rumah sakit, maupun pasien COVID-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan maraknya pembelian obat-obatan untuk COVID-19 di antaranya ivermectin membuat oknum penjual obat menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Bahkan, penjualan obat dengan harga selangit ini pun beredar di platform daring sehingga merugikan masyarakat serta pasien yang benar-benar membutuhkan ivermectin.

Baca Juga:

Pemprov Jateng Bikin Satgas Oksigen, Kapolda: Jangan Sampai Terlambat Kirim

Yusri menegaskan bahwa selain pembeli yang harus memiliki resep dokter, penjual obat maupun apotek yang mengedarkan ivermectin harus memiliki izin Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) karena termasuk dalam obat keras.

"Yang menjualnya pun harus dengan izin, intinya adalah izin Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian. Ini harus dimiliki, bagaimana bisa, menjual secara daring," kata Yusri. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Perpanjang Operasi Penyekatan Arus Balik
Indonesia
Polda Metro Perpanjang Operasi Penyekatan Arus Balik

Ada pun Operasi Ketupat Jaya telah berakhir pada 18 Mei 2021

DPRD DKI Usul Bumi Perkemahan Cibubur Jadi Lokasi Isolasi Pasien COVID-19
Indonesia
DPRD DKI Usul Bumi Perkemahan Cibubur Jadi Lokasi Isolasi Pasien COVID-19

DPRD DKI Jakarta mengusulkan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, dijadikan sebagai penanganan pasien COVID-19 tidak bergejala, bergejala rendah, dan sedang.

DPR Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Penimbunan Obat COVID-19
Indonesia
DPR Minta Polri Tindak Tegas Pelaku Penimbunan Obat COVID-19

“Saya berharap pihak kepolisian melakukan tindakan hukum tegas kepada para mafia tersebut,” tegas Herman kepada wartawan, Selasa (13/7).

Timbun Obat COVID-19, 3 Pemilik Apotek di Bogor Diciduk Polisi
Indonesia
Timbun Obat COVID-19, 3 Pemilik Apotek di Bogor Diciduk Polisi

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, menyebut, ditemukan obat-obatan jenis ivermectin, favipiravir, dan oseltamivir phosphate yang dijual hingga dua kali lipat dari harga pasaran.

Anak Buah Anies Akui Banyak Warga Palsukan Dokumen Ajukan SIKM
Indonesia
Anak Buah Anies Akui Banyak Warga Palsukan Dokumen Ajukan SIKM

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta mengakui, masih banyak ditemukan warga yang melakukan pemalsuan dokumen dalam pengajuan surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta.

Pemprov DKI Bakal Gelar Operasi Yustisi Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Pemprov DKI Bakal Gelar Operasi Yustisi Libur Natal dan Tahun Baru

Masyarakat Jakarta diminta untuk tidak pergi keluar kota saat libur panjang akhir tahun

KontraS: Pemerintahan Jokowi Legitimasi Pelanggaran HAM
Indonesia
KontraS: Pemerintahan Jokowi Legitimasi Pelanggaran HAM

Legitimasi negara terhadap pelanggaran HAM muncul dalam berbagai bentuk

Realisasi Anggaran Sektor Kesehatan PEN Baru Capai 18,8 Persen
Indonesia
Realisasi Anggaran Sektor Kesehatan PEN Baru Capai 18,8 Persen

Pencairan anggaran PEN bertambah Rp86,7 triliun dari realisasi kuartal I (Januari-Maret) 2021 sebesar Rp123 triliun atau total saat ini menjadi Rp209 triliun.

COVID-19 Jadi Pencabut Nyawa Penderita Komorbid
Indonesia
COVID-19 Jadi Pencabut Nyawa Penderita Komorbid

Di Indonesia, penderita COVID-19 yang gugur termasuk dokter mencapai lebih dari 16 ribu orang.

Perpanjang PPKM Mikro, Pemkot Solo Buka Bioskop dan Izinkan Turnamen Piala Menpora
Indonesia
Perpanjang PPKM Mikro, Pemkot Solo Buka Bioskop dan Izinkan Turnamen Piala Menpora

Ahyani menegaskan pihaknya juga memperbolehkan penyelenggaraan kompetisi sepakbola Piala Menpora di Solo dalam aturan PPKM jilid 3. Namun demikian, sebelum acara diadakan harus mengajukan izin terlebih dulu kepada Satgas COVID-19 Solo.