Kejati Bali Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan Jerinx Jerinx (Foto: Instagram @Jrxsid)

Merahputih.com - Kejaksaan Tinggi Bali menolak permohonan penangguhan penahanan terhadap tersangka I Gede Ari Astina alias Jerinx SID atas dugaan kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. "Terkait dengan permohonan penangguhan penahanan Jerinx, dengan pelimpahan ini kami dapat menyampaikan permohonan penangguhan penahanan terdakwa Jerinx dan pengacaranya itu tidak dapat kami terima," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali, A. Luga Harlianto, saat ditemui di Kantor Kejari Denpasar, Kamis (3/9).

Baca Juga

BUMN Waskita Bangun 1300 Kilometer Tol Senilai Rp150 Triliun

Selanjutnya, pihak Jerinx SID memiliki hak yang sama untuk mengajukan penangguhan penahanan yang sama ke majelis hakim di pengadilan yang mengadili dalam perkara ini. Pertimbangan tidak diterimanya permohonan penangguhan penahanan ini, karena sudah sesuai dan mengacu pada syarat subjektif dan objektif. "Dalam KUHAP telah diatur syarat subjektif dan syarat objektif terhadap sebuah penahanan begitupun dalam menilai permohonan ini, kami mengacu pada syarat-syarat itu, dari hasil kajian dan analisa penuntut umum mereka berpendapat bahwa Pasal 21 KUHAP terkait syarat objektif dn subyektif tetap terpenuhi dan permohonan itu tidak dapat diterima," jelas dia.

Jerinx membahas tentang projeknya yang belum terlaksana dengan Glenn Fredly. (Foto: Instagram @Jrxsid)
Jerinx membahas tentang projeknya yang belum terlaksana dengan Glenn Fredly. (Foto: Instagram @Jrxsid)

Syarat subjektif tersebut ada tiga, diantaranya tiga mengulangi perbuatannya, menghilangkan barang bukti, kemudian mengulangi tindak pidananya. "Maka diduga dikhawatirkan jadi kekhawatiran itu yang menjadikan dasar penuntut umum melakukan kajian dan memilih segera melimpahkan perkara itu ke pengadilan," tegas Luga. Sebelumnya, pada 27 Agustus lalu, pengacara Jerinx SID, I Wayan Suardana atau yang akrab disapa Gendo, telah mengajukan penangguhan penahanan kepada pihak Kejati Bali. Gendo menjelaskan permohonan penangguhan penahanan itu didasari karena selama masa COVID-19 ini seharusnya memang tidak perlu orang untuk ditahan. Hal itu dikarenakan dapat membantu mengurangi risiko penularan virus.

Baca Juga

Jerinx Ditahan, Ini Pembelaan Koalisi Masyarakat Sipil

"Sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait pengurangan orang dalam tahanan, yang paling penting kasus Jerinx ini kan bukan koruptor bukan soal suap menyuap, kejahatan yang notebene menimbulkan akibat buruk bagi masyarakat. Selain itu, alat komunikasinya sudah disita kemudian akun bisa di-'take down' dan tidak ada alasan subjektif untuk dilakukan penahanan terhadap Jerinx," kata Gendo dikutip Antara. Gendo menambahkan bahwa Jerinx selama proses ini juga kooperatif, tidak berniat melarikan diri dan tidak mengulangi perbuatan yang sama. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengusaha Desak DPR Terus Bahas RUU Cilaka di Tengah Pagebluk COVID-19
Indonesia
Pengusaha Desak DPR Terus Bahas RUU Cilaka di Tengah Pagebluk COVID-19

Padahal, RUU Cipta Kerja terdiri atas 11 klaster dan masalah ketenagakerjaan hanya satu di antaranya

Trump Putuskan Hubungan dengan WHO, Tarik Dana Triliunan Rupiah
Dunia
Trump Putuskan Hubungan dengan WHO, Tarik Dana Triliunan Rupiah

Dia mengatakan bahwa organisasi kesehatan dunia itu gagal besar untuk memerangi penyebaran viru corona (COVID-19).

Golkar DKI Desak Anies Kembali Perketat PSSB
Indonesia
Golkar DKI Desak Anies Kembali Perketat PSSB

"Iya (rem darurat) dan kalau rem darurat itu kita ambil maka semua akan rugi, tapi harus kita ambil demi menyelamatkan rakyat Jakarta," kata Baco

Prabowo Jadi Menteri, Eggi Sudjana: Gerindra Harus Jadi Jongos Jokowi
Indonesia
Anies Niat Buka Bioskop, Pimpinan DPRD: Ini Cara Berpikir yang Salah
Indonesia
Anies Niat Buka Bioskop, Pimpinan DPRD: Ini Cara Berpikir yang Salah

Positivity rate kasus corona di DKI dalam seminggu terakhir ini mengalami peningkatan mencapai 10 persen.

Mengaku Sudah Tahu Soal Anggaran Fantastis, Anies: Bedanya Saya Enggak Cari Panggung
Indonesia
Mengaku Sudah Tahu Soal Anggaran Fantastis, Anies: Bedanya Saya Enggak Cari Panggung

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah berbicara dengan jajarannya mengenai anggaran yang fantastis sebelum dibongkar anggota PSI DPRD DKI Jakarta ke publik.

Ketua MPR Minta Pengumuman Penambahan COVID-19 Tetap Disiarkan Langsung
Indonesia
Ketua MPR Minta Pengumuman Penambahan COVID-19 Tetap Disiarkan Langsung

Sebaiknya pemerintah tetap mengumumkan perkembangan kasus lewat media televisi karena lebih tepat dibandingkan lewat media internet.

Penangkapan Terhadap Jurnalis saat Meliput Demo UU Ciptaker Dinilai Bertentangan dengan HAM
Indonesia
Penangkapan Terhadap Jurnalis saat Meliput Demo UU Ciptaker Dinilai Bertentangan dengan HAM

Sejumlah wartawan dilaporkan mengalami pemukulan bahkan penangkapan oleh kepolisian saat meliput demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Lagi, DPR Diingatkan Tarik RUU HIP dari Prolegnas
Indonesia
Lagi, DPR Diingatkan Tarik RUU HIP dari Prolegnas

DP MUI berpandangan RUU HIP tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila