Kejari Jakarta Utara Tangkap Buronan Kasus Keterangan Palsu Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menangkap buronan kasus pidana pemberian keterangan palsu, Norman alias Ameng (kedua kanan) di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Kamis (8/4). Foto: ANTARA/Kejari

MerahPutih.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menangkap buronan bernama Norman alias Ameng, yang sudah divonis bersalah dalam amar putusan Mahkamah Agung untuk perkara pidana pemberian keterangan palsu dalam akta otentik.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, I Made Sudarmawan mengatakan, buronan itu ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada Kamis (8/4) di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Baca Juga

Kejari Halmahera Selatan Lakukan Inovasi Cegah Tipikor di Sektor Desa

"Pada Kamis pukul 16.20 WIB, Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara berhasil mengamankan buronan Tindak Pidana Memalsukan Data Otentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atas nama terpidana Norman alias Ameng," ucap Sudarmawan dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/4).

Norman alias Ameng. Foto: Istimewa

Ia menambahkan, Ameng kabur usai diputus bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) pada 23 September 2020.

Ameng terjerat kasus hukum atas laporan dari korban Yusri, lantaran adanya dugaan memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik, sehingga merugikan pelapor Yusri.

Atas dugaan tersebut, Yusri melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Utara, yang memproses dan akhirnya bergulir ke meja pengadilan dan Ameng diputuskan hakim terbukti bersalah secara hukum dan harus ditahan.

Perkara bergulir hingga ke MA dan telah memutus Norman bersalah dan harus menjalani tahanan. Saat akan dieksekusi oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Ameng tak lagi berada di tempat dan alamat yang tertera di berkas perkara pada 2020.

Sudarmawan menjelaskan pihak Jaksa Eksekutor sudah melakukan pemanggilan secara patut dan layak berdasarkan ketentuan, namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan untuk melaksanakan hukuman.

Pelarian Norman alias Ameng pun berakhir kemarin, setelah ia ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara sedang berada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Usai ditangkap, Sudarmawan memastikan terpidana telah diserahkan kepada pihak Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Kuasa Hukum Yusri, Jaka Maulana dari LQ Indonesia Lawfirm memberikan apresiasi kepada Kejari Jakarta Utara yang akhirnya berhasil menemukan dan menangkap Buronan Norman alias Ameng.

"Apresiasi sebesarnya kepada Seluruh jajaran Tim Kejari Jakarta Utara yang telah menoreh Prestasi dan menunjukkan taringnya sebagai institusi yang dapat dipercaya masyarakat," papar Jaka.

Jaka mengaku, klienya menyatakan jika perjuangan selama bertahun-tahun mencari keadilan akhirnya bisa ditegakkan dan Ameng berakhir pelariannya di Rutan Salemba.

"Selamat untuk Kejari Jakut yang telah menoreh prestasi dan berhasil menangkap Buronan kabur Norman alias Ameng dalam pelariannya. Semoga Korps Adhiyaksa punya banyak Aparat penegak hukum seperti tim di Kejari Jakut," tutup Advokat Leo Detri, selaku Co Founder LQ Indonesia Lawfirm. (Asp)

Baca Juga

Terdakwa Kasus Keterangan Palsu Kabur Saat Akan Dieksekusi Kejari Jakut

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mabes Polri Segera Terbitkan Red Notice Jozeph Paul Zhang
Indonesia
Mabes Polri Segera Terbitkan Red Notice Jozeph Paul Zhang

Mabes Polri akan mengupayakan pengajuan red notice kepada pihak Interpol terkait pencarian tersangka Joseph Paul Zhang, yang telah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pemprov DKI Beri Denda Tiga Perusahaan Langgar PSBB, Ini Besarannya
Indonesia
Pemprov DKI Beri Denda Tiga Perusahaan Langgar PSBB, Ini Besarannya

Dua pelaku usaha yang dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp60 juta.

KPK Periksa Pengacara Hotma Sitompul Terkait Kasus Korupsi Bansos
Indonesia
KPK Periksa Pengacara Hotma Sitompul Terkait Kasus Korupsi Bansos

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan eks Mensos Juliari P Batubara sebagai tersangka

Korban Meninggal Bencana Alam NTT Capai 165 Jiwa
Indonesia
Korban Meninggal Bencana Alam NTT Capai 165 Jiwa

BNPB Kembali memperbarui sekaligus merevisi data korban meninggal dunia dan warga yang masih hilang akibat bencana banjir bandang di NTT.

3 Eks Manager PT Dirgantara Indonesia Digarap KPK
Indonesia
3 Eks Manager PT Dirgantara Indonesia Digarap KPK

KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani sebagai tersangka

Anies Pastikan Inflasi Terjaga dan Stok Pangan Aman Jelang Bulan Puasa
Indonesia
Anies Pastikan Inflasi Terjaga dan Stok Pangan Aman Jelang Bulan Puasa

"Kita harus siapkan agar masyarakat mendapatkan kepastian, khususnya pasokan kebutuhan pokok berjalan lancar, sehingga demand (permintaan) terjaga dan harga stabil, serta terjangkau," ucap Anies.

53 Prajurit TNI Gugur di KRI Nanggala 402 Bakal Diberi Kenaikan Pangkat
Indonesia
53 Prajurit TNI Gugur di KRI Nanggala 402 Bakal Diberi Kenaikan Pangkat

TNI berencana mengajukan kenaikan pangkat kepada 53 prajurit Satuan Hiu Kencana TNI Angkatan Laut ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One
Indonesia
Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One

Artinya sanksi penutupan bakal diberikan

Ribka Tjiptaning Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Indonesia
Ribka Tjiptaning Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Pemberian sembako oleh pemerintah, hanya buat rakyat senang sesaat

Ini Alasan Wacana Ganjil Genap untuk Motor Mesti Ditolak
Indonesia
Ini Alasan Wacana Ganjil Genap untuk Motor Mesti Ditolak

Tak hanya di kendaraannya, tapi selama perjalanan akan masalah