Kejar Target, Proyek Bandara Kertajati Dikebut 24 Jam Nonstop Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat tampak dari atas. (MP/Yugi Prastyo)

MerahPutih.com - Proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kabupaten Majalengka, terus dikebut pengerjaannya untuk mengejar target soft launching pada April 2018 mendatang. Bahkan pengerjaan pun dilakukan siang-malam atau 24 jam nonstop.

"Kami kerjakan 24 jam dikebut untuk pembangunannya, karena soft launching ini kita ingin bisa laksanakan April mendatang," ujar Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra, di Bandung.

Ditambahkan Virda, semula uji coba operasi bandara awalnya bakal digelar pada Februari, namun bergeser sampai April 2018. Ini dilakukan agar seluruh kesiapan penyelenggaraan bandara bisa maksimal, terutama pelayanan navigasi penerbangan yang akan dioperasionalkan AirNav Indonesia.

"Kalau kesiapan keseluruhan itu bisa dilakukan sekitar 1 April 2018 nanti," ucap Virda.

Disinggung progres pengerjaan hingga kini, Virda mengungkapkan sudah mencapai 65,5 persen pada proyek yang menggunakan 1.800 hektare lahan itu. Bandara yang akan dilengkapi kawasan aerocity dalam pengerjaan konstruksi tersebut dibagi dalam tiga paket oleh tiga kontraktor. Mereka mengerjakan untuk sisi darat.

Paket satu meliputi pembangunan infrastruktur yang dikerjakan PT Adhi Karya Tbk dengan capaian 97,74 persen.

"Lingkup pekerjaan infrastruktur ini yakni, jalan, drainase, lansekap parkir dan ramp simpang susun," kata Virda.

Area ramp simpang susun ini pengerjaannya sudah mencapai 100 persen. Sisa pengerjaan paket satu akan rampung akhir November ini.

Paket dua meliputi pembangunan gedung terminal penumpang yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Pembangunan perumahan capaian pekerjaannya sudah mencapai 52,59 persen.

"Ditahap dua ini lingkup yang dikerjakan pengembang yakni berupa interior, atap utama, electrical and plumbing, atap boarding lounge, bird eye view dan arsitektur kom ACP," ujar Virda.

Pemasangan atap dengan bentangan seamless 96 meter ini, dikatakan Virda, cukup menantang mengingat bentuknya yang menyerupai bulu merak. Atap ini yang nantinya menjadi ikon bandara bertaraf Internasional tersebut.

"Pekerjaan ini cukup menantang dan berpacu dengan waktu. Apalagi atap termasuk dalam ikon kita," ungkap Virda.

Pemasangan kaca terminal sudah dilakukan. Dari sisi desain bandara sudah masuk kriteria silver green building. Dari tiga lantai keseluruhan terminal, untuk lantai satu sudah mencapai 95 persen.

Adapun untuk paket tiga meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan PT Waskita Karya sudah hampir mendekati sempurna dengan 90,33 persen.

PT Waskita diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, sub station, dan perangkat keamanan kebakaran bandara.

Bergeser untuk kesiapan runway yang nantinya akan dibentangkan sampai 3.500 meter oleh Kementrian Perhubungan saat ini progresnya sudah mencapai 90 persen. Dengan panjang runway tersebut mempertegas bahwa kehadiran BIJB bisa didarati pesawat berbadan lebar misalnya Boeing 747.

Kesiapan fasilitas lain dari BIJB di mana progres penyedia dilakukan oleh multipihak diklaim pembangun cukup menggembirakan. Fasilitas bahan bakar pesawat untuk hydrant pit dari Pertamina sudah siap 100 persen. Selanjutnya pembangunan tower sebagai fasilitas navigasi penerbangan yang dioperasikan Airnav sudah mencapai 82 persen.

"Lainnya fasilitas dari BMKG sudah mencapai 99 persen, penyambung air sudah mencapai 95 persen dan penyambungan listrik mencapai 96 persen," jelas Virda.

Melihat progres tersebut dia meyakini pembangunan fisik proyek BIJB bisa selesai sesuai target yakni awal 2018. ‎Sehingga target BIJB menjadi embarkasi haji tahun depan optimis tercapai. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: PT BIJB Gandeng Garuda Indonesia



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH