Kejaksaan Tangkap Terdakwa Kasus Korupsi Proyek PLN Batubara Sebesar Rp477 Miliar Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Foto: Google Street View)

MerahPutih.Com - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menangkap Direktur Utama PT. Tansri Madjid Energi (PT.TME) Kokos Lio Lim saat tengah melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Jantung Bina Waluya, Jakarta Timur, Senin (11/11).

Penangkapan Kokos Lio Lim itu dipimpin langsung Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Siswanto.

“Kita melaksanakan perintah eksekusi dari Kasasi yang diajukan saja,” kata Siswanto.

Baca Juga:

KPK Garap Jaksa Kejati Bali Terkait Kasus Suap Pejabat Kejati DKI

Menurut Siswanto, uang negara yang dirugikan sebesar Rp477 miliar tersebut akan dieksekusi dalam waktu dekat.

Aspidsus Kejati DKI Jakarta Siswanto
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Siswanto (Foto: kejatidki.go.id)

“Uang itu sudah di titipkan di RPL (Rekening Pemerintah Lain) dalam waktu dekat baka dieksekusi juga dan disetorkan ke kas negara,” ujarnya.

Usai di tangkap, Kokos Lio Lim langsung digelandang ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk kemudian didalami.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Anang Supriatna menjelaskan pada saat di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kokos dinyatakan bebas, namun Kajari kembali melakukan upaya hukum dengan mengajukan kasasi.

“Dintingkat kasisi di Mahkamah Agung dia (Kokos) dinyatakan bersalah dengan ancama pidana empat tahun dan terbukti melalukan tindak pidana korupsi,” kata Anang.

Usai dicokok, sambung Anang, Kokos Lio Lim langsung dilakukan penahanan di Rumah Tahanan cabang Kejaksaan di Salemba.

Sebelumnya, Kokos Lio Lim didakwa terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan batu bara Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Muara Enim, Sumatra Selatan yang merugikan negara Rp477 miliar.

Baca Juga:

Suap Pejabat Kejati DKI, KPK Garap Dua Terdakwa Kasus Investasi Bodong

Oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kokos divonis bebas. Mejelis hakim menyatakan Kokos tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan membebaskan Kokos dari semua dakwaan.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kajari Jaksel yang menuntut Kokos agar divonis penjara selama empat tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan dan dikenakan hukuman pembayaran uang pengganti sebesar Rp 477,359 miliar.(Pon)

Baca Juga:

Polisi Tunggu Respon Kejati DKI Soal Berkas Kasus Narkoba Nunung Cs

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH