Kejaksaan Dinilai Lakukan Penyitaan Aset yang Tidak Berhubungan dengan Jiwasraya Logo Jiwasraya (ANTARA)

Merahputih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai serampangan menyita sejumlah aset entitas usaha maupun rekening efek yang tidak terkait dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya.

Hal ini terungkap saat korps Adhyaksa menyita 29 sertifikat tanah milik PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP).

Penasihat Hukum Heru Hidayat Kresna Hutauruk menegaskan penyitaan aset IIKP tidak berdasar. Pasalnya, penyitaan aset IIKP tidak ada kaitannya dengan pokok perkara.

“Dari kesaksian Ibu Susanti Hidayat (Dirut PT IIKP) terungkap, Kejaksaan melakukan penyitaan terhadap aset yang tidak terkait dengan Jiwasraya,” ujar Kresna usai persidangan kasus Perkara Pidana Nomor : 33/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

Baca Juga

Kejagung Pasang Plang di 87 Aset Milik Para Tersangka Korupsi Jiwasraya

Menurut Kresna, tindakan Jaksa melakukan penyitaan aset IIKP tersebut keliru, tidak masuk akal dan sangat ceroboh. Pasalnya, tempus kejadian yang didakwa oleh Kejaksaan berlangsung dari Tahun 2008 sampai Tahun 2018. Sementara 29 sertifikat bidang tanah milik IIKP diperoleh sebelum Tahun 2008.

“Kenapa 29 sertifikat tanah milik IIKP ini disita, padahal tanah-tanah tersebut diperoleh sebelum 2008 yang merupakan awal dari tempus perkara yang didakwakan ini," tuturnya.

Kresna menilai, kejaksaan sebenarnya bisa mencermati tahun penerbitan sertifikat aset IIKP dengan tempus perkara yang didakwakan. Sehingga tidak melakukan penyitaan secara serampangan dan ceroboh.

“Jaksa sebenarnya bisa lihat sendiri tahun penerbitan sertifikat itu. Kenapa disita semua, termasuk yang tidak ada hubungan dengan perkara Jiwasraya. Kayaknya, Jaksa pakai jurus mabuk,” sindirnya.

Lebih lanjut, Kresna juga mengungkapkan, bahwa pada persidangan sebelumnya, Senin 10 Agustus 2020, Mantan Direktur Strategi Investasi, PT Inertia Utama (Dexa Group), Nie Swe Hoa juga mengajukan keberataan yang sama atas sikap Jaksa yang menyita rekening saham miliknya sebesar Rp 20 Miliar.

Pasalnya, rekening yang disita itu tidak ada hubungannya dengan perkara Asuransi Jiwasraya.

"Selain kesaksian Ibu Susanti Hidayat, sebelumnya juga Mantan Direktur Strategi Investasi, PT Inertia Utama (Dexa Group), Nie Swe Hoa juga mengajukan permohonan dan keberatan kepada Saefuddin Zuhri, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait rekeningnya yang disita Jaksa. Padahal, rekening saham yang disita itu milik pribadinya yang tidak ada hubungan dengan Jiwasraya," terang Kresna.

Gedung Kejaksaan Agung. (Foto: Antara)
Gedung Kejaksaan Agung. (Foto: Antara)

Diketahui, sebelumnya, Mantan Direktur Strategi Investasi, PT Inertia Utama (Dexa Group), Nie Swe Hoa mengajukan permohonan kepada Saefuddin Zuhri, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat untuk membuka rekening saham miliknya yang disita Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pasalnya, rekening senilai Rp 20 Miliar yang disita Jaksa, tidak ada hubungannya dengan perkara Asuransi Jiwasraya.

"Yang mulia, boleh saya mengajukan permohonan?Rekening saham yang saya miliki, hasil keringat saya sendiri, hasil kerja saya selama 30 tahun disita negara. Tega sekali negara merampas harta dari warganya," ujar Nie Swe Hoa sambil menangis saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara Asuransi Jiwasraya di Jakara, Senin (10/8) lalu.

Dalam kesaksiannya, Nie Swe Hoa mengaku telah meminta kepada penyidik agar tidak menyita rekening saham milikinya. Namun permintaannya diabaikan Jaksa. Bahkan Jaksa mengatakan setuju atau tidak, penyitaan akan dilakukan secara sepihak.

"Waktu mau disita, saya ajukan keberataan kepada Jaksa.Namun Jaksa tetap menyita. Kata Jaksa, Ibu setuju atau tidak tetap saja kami lakukan sita secara sepihak," jelasnya.

Dia menjelaskan, nilai nomimal dari rekening yang disita itu sebesar Rp 20 Miliar. Namun rekening saham yang disita itu tidak ada kaitan dengan Jiwasraya. Uang itu merupakan hasil keringatnya sendiri. "Itu hasil kerja saya selama 30 tahun," jelasnya.

Baca Juga

Jiwasraya Ambruk, Hexana Tri Sasongko Diminta tidak Lepas Tangan

Sambil menangis, Nie Swe Hoa mengaku tidak dapat menerima jika dia harus membayar kerugian yang dibuat orang lain.

"Ini tidak adil. Kejahatan yang dibuat orang lain yang saya tidak menerima manfaat sedikit pun," imbuhnya.

Ketua Majelis Hakim, Saefuddin Zuhri merespon permintaan Nie Swe Hoa. "Ini masih dalam proses. Kita liat pemeriksaannya," jawab Zuhri. (Ayu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sineas Kirim Surat Terbuka, Solusi Kemenperekraf Bakal Berikan Vaksin
Indonesia
Sineas Kirim Surat Terbuka, Solusi Kemenperekraf Bakal Berikan Vaksin

Melalui surat terbuka yang viral di media sodial, para insan film tanah air berharap dukungan dari pemerintah Indonesia, agar membuat mereka bisa terus bekerja membuat film.

Ombudsman Diminta Transparan Periksa Proses Pembelian Vaksin Sinovac
Indonesia
Ombudsman Diminta Transparan Periksa Proses Pembelian Vaksin Sinovac

Penting untuk segera menggelar audiensi dengan seluruh pihak

Satgas Nemangkawi Selidiki Percakapan Pentolan OPM dengan Aktivis Veronica Koman
Indonesia
Satgas Nemangkawi Selidiki Percakapan Pentolan OPM dengan Aktivis Veronica Koman

“Yang bersangkutan aktif komunikasi dengan Veronica Koman. Itu salah satu percakapan di hp yang disita,” kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes M Iqbal Alqudusy

Hadapi Musim Hujan, Begini Mitigasi Pemprov DKI Atasi Banjir
Indonesia
Hadapi Musim Hujan, Begini Mitigasi Pemprov DKI Atasi Banjir

Pemprov DKI Jakarta telah melakukan sejumlah mitigasi bencana dalam menghadapi musim hujan yang intensitasnya semakin tinggi.

Perayaan Imlek Secara Daring Bentuk Kepedulian Antar Sesama di Masa Pandemi
Indonesia
Perayaan Imlek Secara Daring Bentuk Kepedulian Antar Sesama di Masa Pandemi

Memperingati lewat cara yang baru di tengah pandemi COVID-19, sembari menggugah kesadaran bersama akan pentingnya mawas diri, peduli, serta rela berbagi dengan sesama melatarbelakangi peringatan Imlek Nasional 2021.

Via WhatsApp, Lowongan Kerja Khusus Warga Ber-KTP Surabaya Hoaks
Indonesia
Via WhatsApp, Lowongan Kerja Khusus Warga Ber-KTP Surabaya Hoaks

Baru-baru ini beredar pesan berantai atau broadcast di grup WhatsApp terkait rekrutmen pekerjaan untuk warga ber-KTP Surabaya melalui pendaftaran di RT masing-masing.

Positif COVID-19, Lurah Petamburan Dibawa ke RS Polri
Indonesia
Positif COVID-19, Lurah Petamburan Dibawa ke RS Polri

Lurah Petamburan Jakarta Pusat positif COVID-19 setelah dilakukan swab tes sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Selasa (17/11).

Wujudkan Beragam Kebudayaan, 75 Peserta Upacara HUT RI PDIP Pakai Pakaian Adat
Indonesia
Wujudkan Beragam Kebudayaan, 75 Peserta Upacara HUT RI PDIP Pakai Pakaian Adat

Semangat dan energi pembebasan itulah yang seharusnya tetap kita warisi

Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Bunga Dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional
Indonesia
Pemerintah Diminta Tinjau Ulang Bunga Dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Pemulihan ekonomi di daerah dari dampak COVID-19 ini juga akan membawa dampak positif

Seribu Lebih Pengungsi Merapi Dievakuasi ke Empat Kabupaten
Indonesia
Seribu Lebih Pengungsi Merapi Dievakuasi ke Empat Kabupaten

Warga paling banyak dievakuasi ke Kabupaten Magelang