Kejaksaan Agung Periksa Petinggi Meraseti Logistik Terkait Kasus Impor Baja Penyidik Kejagung melakukan penggeledahan terkait kasus korupsi impor besi atau baja dan produk turunannya di Jakarta, Rabu (30/3). ANTARA/HO-Pusat Penerangan Hukum Kejagung

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan korupsi impor baja di Kementerian Perdagangan.

Pada Rabu (22/6), penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung memeriksa Direktur Utama PT Meraseti Logistik Indonesia Sri Lestari sebagai saksi pada kasus tersebut.

Baca Juga

Kejaksaan Agung Periksa 9 Saksi Terkait Kasus Korupsi Impor Baja

“SL selaku Direktur Utama PT Meraseti Logistik, diperiksa untuk menjelaskan terkait seluruh data PIB enam perusahaan pengguna surat penjelasan (Sujel) yang di-input oleh PT Meraseti Logistik Indonesia,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (22/6).

Ketut menjelaskan, total ada tujuh saksi yang diperiksa hari ini. Lima saksi diperiksa terkait dengan tiga tersangka perorangan dan dua saksi diperiksa untuk enam tersangka korporasi.

Saksi lain yang diperiksa, yakni pimpinan tim strategi pemasaran PT Krakatau Posco Ogge Prima Duta Putra, diperiksa untuk menerangkan tentang kerugian PT Krakatau Posco akibat impor besi baja tahun 2016 sampai dengan 2021.

Kemudian, Kurniawan Eka Putra, selaku Pemeriksa Bea dan Cukai KPP BC Halim. Ia diperiksa untuk menerangkan terkait pengawasan dan post border atas impor besi baja di Halim sejak tahun 2020 sampai dengan sekarang. Berikutnya, saksi Fuad Muftie, selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabenan A Jakarta.

"Saksi FM diperiksa untuk menerangkan terkait pengawasan border dan post border atas impor besi baja di Halim sejak tahun 2020 sampai dengan sekarang," tutur Ketut

Baca Juga

Kasus Impor Baja, Sejumlah PNS Kemenperin Diperiksa Kejagung

Selanjutnya, saksi Helena Ariyanti, selaku Direktur PT Kalimantan Steel, diperiksa terkait dengan dampak dari lonjakan importasi besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya periode 2016 sampai dengan 2021.

Sementara itu dua saksi yang diperiksa untuk enam tersangka korporasi, yakni UB dan GES.

Saksi UB merujuk kepada Untung Basuki selaku Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea dan Cukai pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, diperiksa mengenai prosedur kepabeanan terkait impor besi baja dan produk turunannya. Kemudian, saksi GES merujuk kepada Galih Elham Setiawan, selaku Kepala Bidang P2 pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

"Saksi GES diperiksa terkait dokumen importasi baja," kata Ketut

Dalam perkara ini penyidik Gedung Bundar telah menetapkan 9 tersangka, yakni 3 orang tersangka perorangan dan 6 tersangka korporasi.

Dari tiga tersangka perorangan itu, dua di antaranya merupakan tersangka swasta dan satu orang tersangka dari Kementerian Perdagangan. Ketiga tersangka yakni Tahan Banurea Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan, Taufiq, manajer PT Meraseti dan pendiri PT Meraseti berinisial BHL atau Budi Hartono Linardi.

Sementara itu, enam tersangka lainnya adalah perusahaan importir, yakni PT Bangun Era Sejahtera, PT Duta Sari Sejahtera, PT Intisumber Baja Sakti, PT Jaya Arya Kemuning, PT Perwira Aditama Sejati, dan PT Prasasti Metal Utama. (*)

Baca Juga

Kejagung Periksa Empat Saksi Terkait Perkara Impor Baja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi: Sumpah Pemuda Masih Sejalan Dengan Arus Zaman Sekarang
Indonesia
Jokowi: Sumpah Pemuda Masih Sejalan Dengan Arus Zaman Sekarang

Sumpah dan tekad pemuda yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 masih menggema hingga saat ini.

Menkes Sebut Indonesia Masuk Lima Besar Cakupan Vaksinasi Terbanyak di Dunia
Indonesia
Menkes Sebut Indonesia Masuk Lima Besar Cakupan Vaksinasi Terbanyak di Dunia

Pemerintah tentunya akan terus menggenjot cakupan vaksinasi nasional

[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Bagikan Kaus Bertuliskan Tiga Periode
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Bagikan Kaus Bertuliskan Tiga Periode

Video tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa kaus yang dibagikan oleh Jokowi merupakan kaus bertuliskan Jokowi 3 Periode.

SBY Didampingi AHY dan Ibas Melayat Istri Lukminto Pendiri Sritex
Indonesia
SBY Didampingi AHY dan Ibas Melayat Istri Lukminto Pendiri Sritex

Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), serta Annisa Pohan melayat Komisaris Utama PT Sritex Susyana Lukminto di Thiong Ting, Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/8).

Kelangkaan Minyak Goreng Belum Teratasi
Indonesia
Kelangkaan Minyak Goreng Belum Teratasi

Implementasi kebijakan Kemendag sudah berdampak pada ketersediaan dan kestablilan harga minyak goreng di pasaran, meski masih belum sesuai yang diharapkan.

KPK Tangkap Bupati Bogor Ade Yasin
Indonesia
KPK Tangkap Bupati Bogor Ade Yasin

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Bupati Bogor Ade Yasin dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilaksanakan pada 26-27 April 2022. OTT Dilakukan di wilayah Jawa Barat.

Ini Tanggapan PPP Soal Kadernya Ade Yasin yang Ditangkap KPK
Indonesia
Ini Tanggapan PPP Soal Kadernya Ade Yasin yang Ditangkap KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin serta sejumlah pihak dari BPK Perwakilan Jawa Barat dan Pemkab Bogor. Dari penangkapan tersebut, KPK mengamankan sejumlah uang.

Pemerintah Beri Subsidi Minyak Goreng Curah Rp 7,28 Triliun
Indonesia
Pemerintah Beri Subsidi Minyak Goreng Curah Rp 7,28 Triliun

Selisih harga keekonomian MGS curah dengan HET yang dihitung sekitar Rp 6.398 per liter.

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Puluhan Sapi Dikirab Keliling Kota Solo
Indonesia
Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Puluhan Sapi Dikirab Keliling Kota Solo

Sebanyak 20 sapi tunggang Jawa ikut memeriahkan promosi pariwisata Kota Solo, Kamis (21/10).