Kejahatan Siber Saat Pandemi Makin Marak, Kriminolog: Ini Harus Diwaspadai Sistem keamanan siber penting bagi UMKM (Foto: pixabay/thedigitalartist)

Merahputih.com - Kejahatan siber pada masa pandemi semakin marak. Modusnya pun bermacam-macam mulai dari meminta sumbangan mengatasnamakan korban pandemi, pencurian data hingga pembobolan rekening.

"Hal ini harus diwaspadai mengingat tindak kejahatan ini semakin masif dilakukan," kata Dosen Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Bhakti Eko Nugroho dalam keterangannya, Jumat (30/7).

Bhakti mengatakan hal tersebut dalam webinar yang diselenggarakan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tema "Modus Baru Cyber Crime di Tengah Pandemi COVID-19".

BACA JUGA:

Kolaborasi untuk Mempermudah Pembayaran Digital

Cyber crime adalah segala aktivitas ilegal yang digunakan pelaku kejahatan dengan menggunakan teknologi sistem informasi jaringan komputer yang secara langsung menyerang teknologi sistem informasi dari korban. Namun secara lebih luas kejahatan siber bisa diartikan sebagai segala tindak ilegal yang didukung dengan teknologi komputer.

Menurut dia, target pelaku adalah device atau hardware atau software atau data personal dari korban. Sifat cyber crime adalah baik pelaku maupun korban sama-sama invisible atau tidak terlihat. Hal ini yang membuat jenis cyber crime punya kompleksitas sendiri.

"Pelaku potensial dari jenis cyber crime ini, dia bisa dari kelompok yang geologis ataupun kelompok yang berbisnis secara ilegal dan individu tertentu," tandas Bhakti.

Bhakti menjelaskan keuntungan pelaku di aktivitas cyber crime adalah anonimitas pelaku dengan lebih mudah menyembunyikan identitas mereka, kemudian ketika pelaku melaksanakan kejahatan di ruang siber ada jeda waktu yang memungkinkan pelaku lebih leluasa untuk menghilangkan barang bukti agar mengecoh dan mencegah respons upaya-upaya yang dilakukan penegak hukum.

kejahatan siber
Ilustrasi (123RF/wrightstudio)

Pengguna internet baik di dunia maupun di Indonesia setiap tahun semakin meningkat. Pandemi COVID-19 berdampak pada perubahan pola hidup masyarakat Indonesia yang cenderung lebih banyak mengandalkan internet. Tentunya ada sisi positif dari penggunaan internet yang tinggi, namun dari sisi negatifnya internet atau teknologi informasi ini menjadi "tools" (alat) baru yang digunakan pelaku kejahatan untuk merugikan orang lain.

Menurut data Polri pada bulan April 2020 sampai Juli 2021, setidaknya ada 937 kasus yang dilaporkan. Dari 937 kasus tersebut ada tiga kasus dengan angka tertinggi, yaitu kasus "provocative", "hate content", dan "hate speech" yang paling banyak dilaporkan, sekitar 473 kasus. Kemudian disusul penipuan online 259 kasus, dan konten porno 82 kasus.

Bhakti juga mengukapkan alasan mengapa angka kasus provocative, hate content, dan hate speech ini menjadi yang tertinggi. Hal ini dipengaruhi residu politik di Indonesia yang terjadi beberapa waktu lalu baik pemilihan daerah maupun pemilu nasional yang mengakibatkan polarisasi pada masyarakat.

Baca Juga:

Sistem Kemitraan Perkuat UMKM

"Hal tersebut terbawa hingga saat ini di mana saat pandemi terjadi seharusnya masyarakat Indonesia bersatu untuk melawan wabah ini tetapi malah saling bertengkar dan menyalahkan satu sama lain," kata Bhakti.

Selain itu, kepolisian sudah mengamankan pelaku yang menyebarkan informasi hoaks tentang pandemi COVID-19. Para pelaku ini memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari kerentaan, ketidakberdayaan, dan keterbatasan masyarakat selama pandemi COVID-19. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hatta Rajasa Berharap Mahasiswa ITB Tidak Hanya Unggul di Bidang Akademik
Indonesia
Hatta Rajasa Berharap Mahasiswa ITB Tidak Hanya Unggul di Bidang Akademik

Mahasiswa ITB diharapkan tidak terjebak pada stigma hanya mengutamakan nilai akademik.

Marak Kasus Kekerasan Seksual, DPR: RUU TPKS Harus Segera Disahkan
Indonesia
Marak Kasus Kekerasan Seksual, DPR: RUU TPKS Harus Segera Disahkan

Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi pada lembaga pendidikan di Indonesia dinilai menjadi momentum yang tepat untuk mengesahkan RUU TPKS.

Perusakan Masjid Ahmadiyah, DPR Minta Masyarakat tidak Terprovokasi
Indonesia
Perusakan Masjid Ahmadiyah, DPR Minta Masyarakat tidak Terprovokasi

"Kejadian ini tidak boleh menyulut emosi kelompok mana pun, sebab negara selalu hadir lewat aparat penegak hukum (APH) dan tengah menanganinya," ujar Junimart

Belasan Warga DIY Diduga Terinfeksi COVID-19 Varian Omicron
Indonesia
Belasan Warga DIY Diduga Terinfeksi COVID-19 Varian Omicron

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) bergerak cepet memeriksakan sampel virus belasan warga diduga terinveksi COVID-19 varian Omicron.

Viral Kartu Nikah Terdapat Empat Kolom Foto Istri, Ini Kata Kemenag
Indonesia
RUU IKN Dibahas, Pemprov Jakarta Minta Kejelasan Status Wilayah
Indonesia
RUU IKN Dibahas, Pemprov Jakarta Minta Kejelasan Status Wilayah

Pemprov DKI Jakarta mengajukan revisi Undang Undang (UU) Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

6 Kecamatan di Kota Jayapura Dilanda Banjir dan Longsor
Indonesia
6 Kecamatan di Kota Jayapura Dilanda Banjir dan Longsor

Data sementara per hari ini, Jumat (7/1), pukul 03.30 WIB, dilaporkan warga meninggal dunia 1 orang dan sejumlah warga mengungsi ke tempat aman

Pemerintah Harus Kejar Target Vaksin Booster Pertama untuk Masyarakat
Indonesia
Pemerintah Harus Kejar Target Vaksin Booster Pertama untuk Masyarakat

Ketua DPR RI, Puan Maharani mendorong Pemerintah agar segera mengejar target jumlah pemberian booster pertama untuk masyarakat umum, mengingat cakupannya masih rendah.

Megawati Ancam Pecat Kader yang Bermanuver Politik Jelang Pilpres 2024
Indonesia
Megawati Ancam Pecat Kader yang Bermanuver Politik Jelang Pilpres 2024

Megawati meminta kader PDIP yang melakukan manuver politik untuk keluar dari partai berlogo banteng moncong putih tersebut.

[HOAKS atau FAKTA]: Stasiun Gambir Resmi Hentikan Layanan Kereta Jarak Jauh
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Stasiun Gambir Resmi Hentikan Layanan Kereta Jarak Jauh

Beredar di media sosial Instagram, sebuah unggahan dengan narasi "Stasiun Gambir Akhirnya Pensiun".