Kejagung Ungkap Barang Impor Dilabeli Produk Lokal, dari Garam hingga Alat Kesehatan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana. ANTARA/HO-Puspenkum Kejaksaan Agung

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung menemukan barang impor dengan label produk dalam negeri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana menerangkan, tim Jampidsus telah melakukan kegiatan di sejumlah wilayah, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Hasilnya, kata Ketut, tim menemukan adanya pengadaan barang dan jasa di perusahaan negara hingga pusat perbelanjaan yang menggunakan produk luar negeri dilabeli sebagai barang dalam negeri.

Baca Juga:

Operasi Intelijen Barang Impor Buat Tekan Importir Nakal

"Seperti alat kesehatan, alat pertanian, tekstil, besi/baja, termasuk garam serta barang lain yang masih terdeteksi oleh tim di lapangan," kata Ketut dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (28/3).

Dia mengatakan, karena adanya barang impor berlabel lokal, produk dalam negeri tidak bisa bersaing dan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di masa pandemi virus corona (COVID-19).

"Produksi lokal tidak dapat dijual di pasar dalam negeri, hal tersebut dapat menghambat atau mengganggu pertumbuhan ekonomi terlebih lagi di masa pandemi COVID-19," kata Ketut.

Baca Juga:

Jokowi Marah soal Impor, Politikus: Persoalan Impor Terjadi Sejak 7 Tahun Berkuasa

Untuk memperjelas fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, Ketut menyebut tim Jampidsus Kejagung telah melakukan koordinasi dengan jajaran Bea Cukai dalam rangka mengurangi impor ilegal.

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi geram dengan berbagai kementerian dan lembaga yang masih menggunakan produk impor untuk kebutuhan sehari-hari.

Presiden lantas memerintahkan Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan pengawasan.

Ia juga meminta Dirjen Bea Cukai mengawasi penyebaran alat kesehatan impor.

Hal itu dilakukan agar terpantau wilayah mana yang masih memanfaatkan produk dari luar negeri. (Knu)

Baca Juga:

Jokowi Ungkapkan Kemarahan Banyak Instansi Pemerintah Suka Beli Produk Impor

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Capai 22 Orang
Indonesia
Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Capai 22 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru terus bertambah.

Irjen Napoleon Bonaparte Tinggalkan Rutan Bareskrim Polri
Indonesia
PPKM Dipastikan Terus Berlaku Sampai Akhir 2021
Indonesia
PPKM Dipastikan Terus Berlaku Sampai Akhir 2021

Kebijakan PPKM akan terus berlangsung hingga akhir tahun.

OJK Masih Lakukan Moratorium Izin Pinjol
Indonesia
OJK Masih Lakukan Moratorium Izin Pinjol

Dengan penerbitan POJK Nomor 10 Tahun 2022, OJK lebih siap dari sisi pengawasan terhadap industri pinjol dan saat ini sedang menyiapkan sistem berbasis teknologi informasi.

Getol Gelar Event Internasional, Indonesia Tengah Kembalikan Citra
Indonesia
Belum Daftar PSE, Google dan Youtube Siap-siap Kena Sanksi Kominfo
Indonesia
Layanan Penerbangan Hampir Pulih 100 Persen Seperti Sebelum Pandemi
Indonesia
Layanan Penerbangan Hampir Pulih 100 Persen Seperti Sebelum Pandemi

AP II menyambut baik relaksasi peraturan perjalanan, dan sejalan dengan syarat perjalanan.

PKS Minta Pemerintah Perhatikan Serius Ketahanan Pangan Nasional yang Masih Buruk
Indonesia
PKS Minta Pemerintah Perhatikan Serius Ketahanan Pangan Nasional yang Masih Buruk

Ketahanan pangan Indonesia masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) pemerintah. Memasuki bulan Juni 2022, kondisi pangan nasional masih belum terlihat baik.

Irjen Ferdy Sambo Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Brigadir J
Indonesia
Irjen Ferdy Sambo Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Brigadir J

"Hari ini, penyidik timsus melakukan pemeriksaan terhadap Irjen FS sebagai tersangka di Mako Brimob," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, hari ini.

[HOAKS atau FAKTA]: Gunung Anak Krakatau Meletus Hebat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gunung Anak Krakatau Meletus Hebat

Video itu diberi judul “Gunung Anak Krakatau BOCOR, Muntah besar hari ini”.