Kejagung Titipkan Tersangka Andi Irfan di Rutan KPK Logo KPK. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) langsung menahan Andi Irfan. Politisi Partai Nasdem itu merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

"Jika sesuai ketentuan yang bersangkutan langsung dilakukan dilakukan penahanan," kata Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono di kantornya, Rabu (2/9).

Baca Juga

Kasus Jaksa Pinangki, Kejagung Tetapkan Politikus Nasdem Andi Irfan Tersangka

Menurut Hari, Andi Irfan akan dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan terhadap orang dekat Jaksa Pinangki itu terhitung mulai hari ini untuk 20 hari ke depan.

"Terhitung mulai hari ini akan ditempatkan di Rutan KPK," ujar Hari.

Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

Hari mangatakan Korps Adhyaksa telah berkoordinasi terkait penahanan Andi Irfan dengan lembaga antirasuah.

"Kami koordinasi untuk menempatkan tersangka AI ini dilakukan penahanan di Rutan KPK terhitung mulai hari ini," kata Hari.

Kejagung menetapkan Andi Irfan sebagai tersangka lantaran diduga menjadi perantara suap dari Djoko Tjandra terhadap Pinangki. Diketahui, Djoko Tjandra yang telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap memberikan uang senilai USD 500 ribu atau setara Rp 7 miliar untuk Pinangki.

Andi disangkakan Pasal 15 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kejagung menduga, Djoko Tjandra memberikan uang kepada jaksa Pinangki melalui Andi Irfan.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan jaksa Pinangki Sirna Malasari sebagai tersangka dugaan menerima suap sebesar USD 500 ribu atau setara Rp 7 miliar dari Djoko Tjandra untuk membantu proses pengurusan fatwa di MA.

Baca Juga

Mobil Mewah Jaksa Pinangki Diduga Hasil Suap Djoko Tjandra

Sebagai penerima suap, Pinangki disangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Pinangki juga telah dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sementara Djoko Tjandra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Pengurusan fatwa MA itu diduga merupakan permintaan dari Djoko Tjandra agar tidak dieksekusi terkait hukuman yang dijatuhkan hakim atas kasus korupsi cessie Bank Bali. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gula Semut Indonesia Semakin Diminati Luar Negeri
Indonesia
Gula Semut Indonesia Semakin Diminati Luar Negeri

Volume ekspor gula kelapa masih dapat bertambah lagi hingga akhir tahun 2020 karena kebutuhan gula kelapa luar negeri terus bertambah.

Jumlah Pasien COVID-19 Papua dan Sulsel Bertambah Drastis, Jadi Atensi
Indonesia
Jumlah Pasien COVID-19 Papua dan Sulsel Bertambah Drastis, Jadi Atensi

Dia meminta semua orang dapat saling menjaga

PSBB Segera Berakhir, Pemprov DKI Godok Peraturan Pembukaan Tempat Hiburan
Indonesia
PSBB Segera Berakhir, Pemprov DKI Godok Peraturan Pembukaan Tempat Hiburan

Ia menjelaskan, penyusunan itu dibahas bersama seluruh pelaku usaha dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI.

Silang Pendapat Pimpinan KPK Terkait Pengunduran Diri Febri Diansyah
Indonesia
Silang Pendapat Pimpinan KPK Terkait Pengunduran Diri Febri Diansyah

KPK dengan segala kondisinya saat ini merupakan sebuah ujian. Lembaga antirasuah merupakan candradimuka bagi para pejuang antikorupsi.

Jaksa: Keterangan Saksi Ahli Beratkan Aurelia Terdakwa Kecelakaan Maut Karawaci
Indonesia
Jaksa: Keterangan Saksi Ahli Beratkan Aurelia Terdakwa Kecelakaan Maut Karawaci

Pasien bipolar tetap bisa dipidana tergantung kadar keparahan penyakitnya.

Cara Pengurus Masjid Istiqlal Distribusikan Daging Kurban ke Mustahik di Tengah Pandemi
Indonesia
Cara Pengurus Masjid Istiqlal Distribusikan Daging Kurban ke Mustahik di Tengah Pandemi

Hingga kini, baru terdapat 20 ekor sapi dan 11 ekor kambing

Datangi Polda Metro, Pemred Metro TV: Kasus Kematian Yodi Bakal Terungkap
Indonesia
Datangi Polda Metro, Pemred Metro TV: Kasus Kematian Yodi Bakal Terungkap

Arief yang mengenakan masker ini mengklaim sudah ada perkembangan yang baik dalam progres penyelidikan kasus tersebut.

DPC PDIP Solo Tolak Mundurnya Purnomo dari Pertarungan Pilwakot
Indonesia
DPC PDIP Solo Tolak Mundurnya Purnomo dari Pertarungan Pilwakot

DPC PDIP Solo akan mengikuti proses tahapan Pilwakot dari KPU Solo

 PSI Keberatan Pemprov DKI Beli Mobil Robot Damkar Seharga Rp40 Miliar
Indonesia
PSI Keberatan Pemprov DKI Beli Mobil Robot Damkar Seharga Rp40 Miliar

Menurut anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, seringkali Pemprov DKI membeli barang dengan harga selangit tapi tidak maksimal digunakan.

 KPU Solo Launching Kereta Uap Kluthuk Jaladara Sebagai Maskot Pilwakot Solo 2020
Indonesia
KPU Solo Launching Kereta Uap Kluthuk Jaladara Sebagai Maskot Pilwakot Solo 2020

Jaladara merupakan keretanya atau kendaraan Kresna dalam cerita pewayangan dalam perang melawan ketidak adilan.