Kejagung Tetapkan Komut Pelangi Putera Property Tersangka Korupsi BTN Gedung Kejaksaan Agung. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Komisaris Utama PT Pelangi Putera Property, Ghofir Effendy sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi fasilitas kredit PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Ghofir merupakan tersangka kelima dalam kasus korupsi di BTN. Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) sebelumnya telah menetapkan empat tersangka dalam perkara ini.

"Iya benar jadi tersangka," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Febri Ardiansyah di kantornya, Selasa (20/10) malam.

Baca Juga:

Menantu Bekas Dirut BTN Jadi Tersangka Suap

Ghofir ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan intensif. Ghofir langsung ditahan untuk 20 hari pertama dalam rangka kebutuhan informasi penyidikan.

Ghofir ditahan di rumah tahanan negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Dia akan menjalani tahanan selama 20 hari, hingga 10 November 2020.

Penyidik Jampidsus Kejagung telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, di antaranya mantan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) periode 2012-2019 Maryono, Direktur PT Pelangi Putra Mandiri Yunan Anwar, menantu Maryono atas nama Widi Kusuma Purwanto dan Komisaris PT Titanium Property Ichsan Hasan.

Kasus ini bermula dari Maryono dan Yunan yang diduga melakukan tindak pidana korupsi atas pengajuan kredit pada 2014 senilai Rp 117 miliar. Untuk memuluskan pengajuan kredit tersebut, Yunan Anwar memberikan uang senilai Rp 2,257 miliar kepada Maryono.

Baca Juga:

Eks Dirut BTN Resmi Jadi Tersangka Gratifikasi

Pemberian kredit itu akhirnya dilakukan dengan mengambil alih dari Bank Pinjaman Daerah Kalimantan Timur. Penyidik lantas melakukan pendalaman dan menemukan bukti tindak pidana serupa terhadap PT Titanium Properti pada 2013, kredit yang diajukan senilai Rp 160 miliar dan uang pemulus dari tersangka Ichsan Hasan kepada Maryono senilai Rp 870 juta.

Diduga seluruh uang tersebut diberikan kepada Maryono melalui rekening menantunya Widi. Lantas, Widi ditetapkan tersangka karena mengetahui alasan pemberian uang dari dua pihak pengaju kredit tersebut. (Pon)

Baca Juga:

Sasar Milenial, BTN Gelar Pameran Properti Virtual

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Spanyol Lockdown Kota Madrid
Dunia
Spanyol Lockdown Kota Madrid

Pemerintah Spanyol pada Rabu (30/9) mengumumkan pembatasan baru terkait virus corona.

Batal Undang Kobe Bryant ke Indonesia, Erick Thohir: Kepergiannya Begitu Cepat
Dunia
Batal Undang Kobe Bryant ke Indonesia, Erick Thohir: Kepergiannya Begitu Cepat

Pertemuan terakhir Erick Thohir dengan Kobe Bryant saat Final Piala Dunia Basket 2019.

Cadangan Nasional 19.000 APD, untuk Jakarta Saja tidak Sampai 3 Minggu Habis
Indonesia
Rayakan HUT ke-75, PT KAI Beri Diskon Tiket Kereta 25 Persen
Indonesia
Rayakan HUT ke-75, PT KAI Beri Diskon Tiket Kereta 25 Persen

Pemberian diskon ini dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 perusahaan kereta api di Indonesia tersebut yang jatuh pada 28 September 2020.

Berbagai Fenomena Antariksa Bakal Terjadi di Bulan September
Indonesia
Berbagai Fenomena Antariksa Bakal Terjadi di Bulan September

Salah satu yang menarik di antara fenomena yang akan terjadi pada September adalah fenomena oposisi Neptunus pada 11 September.

Din Syamsuddin: Radikalisme Terdapat di Setiap Lingkaran Umat Beragama di Dunia
Indonesia
Din Syamsuddin: Radikalisme Terdapat di Setiap Lingkaran Umat Beragama di Dunia

Isu radikalisme agar tidak tendensius menyasar ke umat Islam

 Jaksa Agung Ditantang Ungkap Kembali Kasus 'Sarang Walet' Novel Baswedan
Indonesia
Jaksa Agung Ditantang Ungkap Kembali Kasus 'Sarang Walet' Novel Baswedan

"Kami tidak akan mundur untuk menyuarakan keadilan dan hak-hak rakyat yang telah dirampas serta terdzolimi oleh Novel Baswedan. Tegakkan keadilan, jangan diskriminasi, aktivis HAM jangan diam saja.

ASN di Wakatobi Paling Banyak Langgar Netralitas Pilkada Serentak 2020
Indonesia
ASN di Wakatobi Paling Banyak Langgar Netralitas Pilkada Serentak 2020

Kategori pelanggaran paling banyak adalah kampanye di media sosial

Adu Kuat Permenkes dan Permenhub? Pakar Tata Negara: Menkes Jenderal Lapangan!
Indonesia
Adu Kuat Permenkes dan Permenhub? Pakar Tata Negara: Menkes Jenderal Lapangan!

Dalam perang melawan COVID-19 Presiden Panglima, sedangkan Menkes adalah Jenderal Lapangan

LBH GP Ansor Nilai Anies Bikin Masalah Baru Berlakukan Ganjil Genap untuk Motor
Indonesia
LBH GP Ansor Nilai Anies Bikin Masalah Baru Berlakukan Ganjil Genap untuk Motor

LBH GP Ansor DKI Jakarta telah melakukan konsolidasi internal