Kejagung Tetapkan Kajari Indragiri Hulu Tersangka Pemerasan 64 Kepala Sekolah Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (tengah). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan HS, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Indragiri Hulu, sebagai tersangka kasus pemerasan terhadap 64 kepala sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Indragiri Hulu. HS diduga melakukan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatannya.

Selain HS, Kejagung juga menetapkan dua tersangka lainnya. Keduanya yakni, OAP, selaku Kasipidsus Kejari Indragiri Hulu dan RFR, selaku Kasubsi Barang Rampasan pada Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Indragiri Hulu.

Baca Juga:

Kejagung Periksa 13 Saksi Terkait Korupsi Jiwasraya

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap enam saksi dan dikaitkan dengan alat bukti dan barbuk lainnya, maka penyidik berkesimpulan telah terpenuhi minimal dua alat bukti sehingga ditetapkan tiga orang tersangka," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di kantornya, Selasa (18/8).

Sebelum menetapkan ketiganya sebagai tersangka, Kejagung lebih dulu menjatuhkan hukuman sanksi terhadap enam pejabat Kejari Indragiri Hulu. Hal ini dilakukan setelah Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Riau melakukan serangkaian pemeriksaan.

Ilustrasi - Kejaksaan Agung (Antaranews)
Ilustrasi - Kejaksaan Agung (Antaranews)

"Maka disimpulkan, laporan hasil pemeriksaan dinyatakan terbukti adanya perbuatan tercela yang dilakukan oleh enam pejabat Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu, yaitu Kepala Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu, Kasipidsus Kejari Indragiri Hulu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu, Kasi Datun Kejari Indragiri Hulu, Kasi Pengelolaan Barbuk dan Barang Rampasan dan Kasubsi Barang Rampasan pada Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan Kejari Indragiri Hulu," ungkap Hari.

"Terhadap enam orang pejabat itu, dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan dari jabatan struktural," kata Hari menambahkan.

Baca Juga:

ICW Kecam Kejagung Beri Pendampingan Hukum Jaksa Pinangki

Atas dasar ini, kemudian dari laporan hasil pemeriksaan (LHP) ditemukan dua alat bukti tindak pidana korupsi. Sehingga, Kajari Indragiri Hulu dan Kasipidsus Kejari Indragiri Hulu dan Kasubsi Barang Rampasan pada Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Indragiri Hulu ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait dugaan pemerasan yang dilakukan Kejari Indragiri Hulu, diduga pemerasan bantuan operasional sekolah (BOS) bervariatif mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 65 juta. Total keseluruhan barang bukti pemerasan senilai Rp 650 juta. Ketiga oknum jaksa itu disangkakan melanggar melanggar Pasal 12 huruf e atau Pasal 5 ayat 2 jo huruf b. (Pon)

Baca Juga:

Kejagung Masih Hitung Jumlah Dugaan Gratifikasi yang Diterima Jaksa Pinangki

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pimpinan KPK Tegaskan Tak Akan Cabut SK Penonaktifan Novel Baswedan Cs
Indonesia
Pimpinan KPK Tegaskan Tak Akan Cabut SK Penonaktifan Novel Baswedan Cs

SK Nomor 652 Tahun 2021 tanggal 7 Mei 2021 dikeluarkan oleh Pimpinan KPK sesuai tugas dan kewenangan

Terbongkar KPK, Dugaan Korupsi Rumah DP 0 Rupiah Disebut Tak Mengagetkan
Indonesia
Terbongkar KPK, Dugaan Korupsi Rumah DP 0 Rupiah Disebut Tak Mengagetkan

Kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT Pembangunan Sarana Jaya Pemprov DKI soal pembangunan Rumah DP Rp 0 dinilai tak mengagetkan.

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Pentolan KAMI ke Kejaksaan
Indonesia
Polisi Limpahkan Berkas Perkara Pentolan KAMI ke Kejaksaan

"Sudah tahap 1, (dilimpahkan) minggu lalu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono

Polisi Bakal Lakukan Tes Antigen di Rest Area Selama Operasi Lilin
Indonesia
Polisi Bakal Lakukan Tes Antigen di Rest Area Selama Operasi Lilin

Operasi Yustisi protokol kesehatan akan dilakukan Polri bersama TNI dalam skala besar selama Operasi Lilin 2020.

DPR: Dukung Kemerdekaan Palestina Bagian Amanat UUD 1945
Indonesia
DPR: Dukung Kemerdekaan Palestina Bagian Amanat UUD 1945

Dukungan kemerdekaan Palestina merupakan bentuk nyata bagian amanat pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Eri-Armuji Unggul Hitung Cepat, Putra Risma Cukur Gundul
Indonesia
Eri-Armuji Unggul Hitung Cepat, Putra Risma Cukur Gundul

Aksi tersebut merupakan bentuk nazar Fuad dan timnya setelah jagoannya menang sementara di Pilkada Surabaya 2020.

Sempat Terhambat karena Banjir, Jalur KA Argopuro-Banyuwangi Kota Kembali Normal
Indonesia
Sempat Terhambat karena Banjir, Jalur KA Argopuro-Banyuwangi Kota Kembali Normal

Banjir yang menggenangi wilayah Banyuwangi membuat rel di daerah itu ikut terendam. Tepatnya di petak jalan antara Argopuro-Banyuwangi Kota.

Di Tengah Polemik Kasus Rasisme, Abu Janda dan Natalius Pigai Dipertemukan Wakil Ketua DPR
Indonesia
Di Tengah Polemik Kasus Rasisme, Abu Janda dan Natalius Pigai Dipertemukan Wakil Ketua DPR

Mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai bertemu dengan aktivis Permadi Arya alias Abu Janda.

Langkah Kapolri Copot Kapolres hingga Kapolda Dinilai Tepat
Indonesia
Langkah Kapolri Copot Kapolres hingga Kapolda Dinilai Tepat

Rotasi yang dilakukan Kapolri Jenderal Idham Azis dinilai tepat oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane IPW.

Update COVID-19 DKI Sabtu (20/6): 9.703 Positif, 4.821 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Sabtu (20/6): 9.703 Positif, 4.821 Pasien Sembuh

Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 23.605