Kejagung Tangkap Buronan Kasus Ilegal Logging Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. ANTARA/HO-Humas Kejagung/am.

Merahputih.com - Kejaksaan Agung menangkap buron kasus illegal logging, PG (60). Selama pelariannya, PG diduga mengubah bentuk wajahnya dengan melakukan Operasi plastik di Jakarta serta mengubah nomor teleponnya.

"Terpidana PG dijatuhi pidana penjara selama empat tahun serta dihukum membayar denda sebesar Rp200 juta subsidiair lima bulan kurungan," kata Kapuspen Kejagung Leonard Eben Ezer Simajuntak kepada wartawan, Jumat (23/4).

Baca Juga

Korupsi Asabri, Kejagung Sita Ratusan Bidang Tanah di Lebak

PG ditangkap di The Royal Spring Hill Residence, Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (22/4) tanpa perlawanan.

Ia masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kalimantan Barat atas tindak pidana usaha mengangkat serta memiliki hasil hutan, tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) atau illegal logging.

PG telah dinyatakan terbukti bersalah Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2370 K/PID/2005 Tanggal 28 Juli 2006.

“Ia dijatuhi hukuan 4 tahun penjara serta membayar denda Rp 200 juta. Perbuatannya melanggar pasal 78 ayat 7 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan,” ucap Leo.

Kejaksaan Agung. Foto: ANTARA

Sayangnya, PG tak memenuhi panggilan jaksa eksekutor untuk melaksanakan putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (incracht) itu.

PG sudah dipanggil secara patut sebanyak 3 kali sesuai ketentuan hukum yang berlaku ke alamatnya di di Jalan Komplek Fajar Permai No. C6 Bansir Darat, Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca Juga

Kejagung Periksa 10 Saksi Terkait Kasus Korupsi PT Asabri

Leo memperingatkan agar para buronan lainnya segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia menegaskan, tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan.

“Sebab, dimanapun bersembunyi bahkan sampai ke lubang semut pun akan kami kejar dan tangkap para buronan itu,” tegas Leo. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
LPSK dan TNI AD Bertemu Bahas Perlindungan Saksi dan Korban
Indonesia
LPSK dan TNI AD Bertemu Bahas Perlindungan Saksi dan Korban

Ketua dan para wakil ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menyambangi Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), di Jakarta, Senin (5/10).

Mudik Dilarang, DPR Minta Tempat Wisata Ditutup Selama Lebaran
Indonesia
Mudik Dilarang, DPR Minta Tempat Wisata Ditutup Selama Lebaran

Pemerintah pusat, pemda dan aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, diminta berkomitmen menjalankan kebijakan larangan mudik.

Tolak RUU HIP, FPI Cs bakal Geruduk DPR Besok
Indonesia
Tolak RUU HIP, FPI Cs bakal Geruduk DPR Besok

"Menyatakan bahwa delapan poin ini yang akan kami perjuangkan ke DPR pada hari Rabu," kata dia.

Pelaku Pembunuhan Wanita di Gambir Ditangkap Polisi, Terancam Penjara 15 Tahun
Indonesia
Pelaku Pembunuhan Wanita di Gambir Ditangkap Polisi, Terancam Penjara 15 Tahun

Polisi menangkap seorang pelaku pembunuhan terhadap wanita berinisial B (22) yang dilakukan oleh temannya sendiri, Ivan (28).

Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita
Indonesia
Ibas: Alhamdulillah, Keadilan Masih Ada di Negeri Kita

Ibas merasa bersyukur karena kebenaran dan keadilan masih ada di tanah air.

Lima Pedagang Batik dari Jepara Positif COVID-19 di Alun-alun Utara Keraton Solo
Indonesia
Lima Pedagang Batik dari Jepara Positif COVID-19 di Alun-alun Utara Keraton Solo

Sebanyak lima orang pedagang batik menggunakan mobil asal Kabupaten Jepara dinyatakan positif dari hasil tes swab antigen secara acak.

Politisi Senayan Desak THR Buruh Tidak Dicicil Seperti 2020
Indonesia
Politisi Senayan Desak THR Buruh Tidak Dicicil Seperti 2020

Menaker Ida Fauziyah pada 2020 mengeluarkan edaran tentang pemberian THR saat masa pandemi COVID-19 yang memperbolehkan pelaksanaannya bisa dilakukan secara bertahap.

Ziarah Kubur TPU Karet Bivak Baru Buka Lagi Setelah 16 Mei
Indonesia
Ziarah Kubur TPU Karet Bivak Baru Buka Lagi Setelah 16 Mei

Pemprov DKI tidak mengatur untuk makam-makam di luar batas pagar TPU Karet Bivak karena statusnya wakaf.

Menag Gus Yaqut Ogah Ada Minoritas Terusir Dari Kampung Halaman
Indonesia
Menag Gus Yaqut Ogah Ada Minoritas Terusir Dari Kampung Halaman

Kementerian Agama akan memfasilitasi dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan yang ada.