Kejagung Serahkan Jaksa Satriawan Tersangka Suap Dinas PU Yogyakarta ke KPK Jubir KPK Febri Diansyah dan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), M Yusni dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel), Jan S Maringka. Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) yang diwakili oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), M Yusni dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel), Jan S Maringka mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (21/8).

Kedatangan mereka untuk menyerahkan tersangka kasus dugaan suap terkait lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Satriawan Sulaksono. Satriawan merupakan Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta.

Baca Juga: Jaksa Jogja Terciduk OTT KPK di Rumah Kontrakan yang Baru Disewa 8 Bulan

Jabatan Jaksa Satriawan Sulaksono di Kejari Surakarta yang kini menyandang status buronan KPK. (MP/Ismail)
Jabatan Jaksa Satriawan Sulaksono di Kejari Surakarta yang kini menyandang status buronan KPK. (MP/Ismail)

"Kami bersama Jamintel datang kesini dalam rangka penyerahan saudara SSL (Satriawan Sulaksono) yang sudah kita lakukan pemeriksaan pengawasan," kata Yusni di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/8).

"Dan kami terima kasih kepada KPK yang telah bersama-sama membantu kami untuk pembersihan lah kepada rekan-rekan Jaksa," sambung Yusni.

Menurut Yusni Satriawan akan diberhentikan secara permanen jika kasus yang menjeratnya sudah dinyatakan inkrah oleh pengadilan. Kata Yusni, Satriawan, akan tetap menerima penghasilan sejumlah 50 persen dari total gaji pokok.

"Jadi kita menunggu dengan ketentuan bahwa yang berssangkutan akan menerima penghasilan 50 persen dari gaji pokok, yaitu ketentuannya sebagaimana diatur oleh peraturan pemerintah nomor 20 tahun 2008," ujarnya.

Baca Juga: KPK Tahan Dirut PT Manira Arta Mandiri dan Jaksa Kejari Yogyakarta

Sementara itu Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya berterimakasih kepada Kejaksaan lantaran sudah berkoordinasi untuk menangkap Satriawan.

"Tentu kami menghargai dan mengucapkan terimakasih ketika kejagung menangkap jaksa SSL tersebut, dan KPK juga berharap ada kesepahaman yang sudah ditugaskan agar berkoordinasi lebih baik kedepan terutama dalam proses penanganan ini," kata Febri.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga orang tersebut yakni, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), Eka Safitra, Jaksa pada Kejari Surakarta Satriawan Sulaksono dan Direktur Utama PT. Manira Arta Mandiri Gabriella Yuan Ana.

Eka dan Satriawan diduga membantu Gabriella memuluskan kepentingannya untuk mendapatkan proyek pengerjaan rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo Yogyakarta dengan pagu anggaran sebesar Rp10,89 miliar.

kejari solo
Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Surakarta. (MP/Ismail)

Proyek tersebut, diawasi oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan, dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D).‎ Eka Safitra merupakan anggota TP4D dari Kejari Yogyakarta. Sementara, Satriawan adalah Jaksa yang mengenalkan Gabriella ke Eka Safitra.

Setelah dilakukan berbagai upaya, akhirnya PT Windoro Kandang ‎(WK) yang merupakan perusahaan Gabriella dengan cara pinjam bendera memperoleh proyek tersebut. Eka dan Satriawan diduga telah menyepakati komitmen fee 5 persen dari total proyek sebesar Rp8,3 miliar.

Baca Juga: KPK Beberkan Kronologis OTT Jaksa Terkait Suap Proyek Dinas PU Yogyakarta

Uang suap tersebut diserahkan secara bertahap. Rinciannya, pada 16 April 2019 Rp10 juta, pada 15 Juni 2019 Rp100.870.000 atau realisasi 1,5 persen dari total komitmen fee, serta pada 19 Agustus 2019 Rp110.870.000 yang juga 1,5 persen dari komitmen fee. Sedangkan sisa fee 2 persen direncanakan akan diberikan setelah pencairan uang muka pada minggu keempat bulan Agustus 2019. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH