Kejagung Periksa Taipan Properti Tan Kian Terkait Kasus Korupsi Asabri Logo Asabri (Foto: Antaranews)

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) memerika enam saksi dalam perkara dugaan pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri. Salah satu saksi yang akan diperiksa yakni taipan properti, Tan Kian.

Adapun lima saksi lainnya yang akan diperiksa yakni, HPR (Komisaris PT Wimofa Internasional Investment dan Direktur PT Vivaces Prabu Investama), AAH (Direktur PT Sugih Energy), AI (Direktur Misae Asset Securities), AA (Direktur MNC Securities), dan RMOYN (Direktur Mandiri Sekuritas).

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Selasa (23/2).

Baca Juga

Kejagung Titipkan Tersangka Korupsi ASABRI Jimmy Sutopo di Rutan KPK

Dengan pemeriksaan ini, Tan Kian sudah diperiksa dua kali oleh penyidik Kejagung. Sebelumnya, pendiri sekaligus pemilik imperium bisnis Dua Mutiara Group itu diperiksa pada 10 Februari 2021.

Dalam jadwal pemeriksaan itu nama Tan Kian disebut sebagai Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti. Pemeriksaan Tan Kian diperlukan untuk mencari tahu mengenai kerja sama bisnis antara Benny Tjokro dengan Tan Kian.

"Kalau Tan Kian ini kita melihatnya dia ini ada kerja sama usaha atau bisnis dengan Benny Tjokro. Seperti di South Hill, tanah punya Benny Tjokro, dia investasi untuk bangunan, ada sharing modal di situ," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Febrie Adriansyah, Sabtu (19/2).

Kejagung (Foto Ist.)
Kejagung (Foto Ist.)

Sout Hill yang dimaksud Febrie adalah apartemen mewah yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Apartemen ini memang diperuntukan untuk kaum jet set dengan harga termurah Rp 3,2 miliar dan termahal Rp 7 miliar per unit.

Kejagung pernah menetapkan Tan Kian sebagai tersangka terkait kasus pengemplangan dana pensiunan tentara dan polisi di Asabri senilai 13 juta dolar AS pada 2009. Namun, di tahun yang sama Jampidsus menerbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) untuk Tan Kian.

Tak hanya di Asabri, nama Tan Kian juga muncul dalam penyidikan dan sempat dihadirkan ke persidangan sebagai saksi terkait kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya.

Sebagai informasi, dalam kasus dugaan korupsi Asabri, Kejagung telah menetapkan sembilan orang tersangka. Dua orang mantan Dirut PT. Asabri yang ditetapkan tersangka yakni, Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Sonny Widjaja.

Baca Juga

MAKI Temukan Aset Dugaan Korupsi Asabri Rp171 Miliar di Solo

Sementara, untuk tujuh tersangka lainnya yakni Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; mantan Direktur Keuangan Asabri Bachtiar Effendi; mantan Direktur Asabri Hari Setiono; serta mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham W Siregar.

Kemudian Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro; Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat dan terakhir Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ledakan Besar di Lebanon, 78 Orang Dinyatakan Tewas
Dunia
Ledakan Besar di Lebanon, 78 Orang Dinyatakan Tewas

Ledakan ini mengingatkan gubernur Lebanon terhadap ledakan Hiroshima dan Nagasaki

Pantai Selatan Yogyakarta Diserbu Ribuan Wisatawan
Indonesia
Pantai Selatan Yogyakarta Diserbu Ribuan Wisatawan

Pemerintah terpaksa membuka Pantai Drini dan Indrayanti untuk menampung dan memecah jumlah pengunjung.

Otak Pembunuhan Bos Perkapalan Raup Rp100 Juta dari Hasil Penggelapan
Indonesia
Otak Pembunuhan Bos Perkapalan Raup Rp100 Juta dari Hasil Penggelapan

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Sudjarwoko menemukan kerugian perusahaan pelayaran milik Sugianto atas dugaan pelanggelapan uang pajak yang dilakukan oleh NL.

Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja
Indonesia
Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Hingga saat ini sebanyak 19 Rancangan PP dan empat Perpres telah selesai diharmonisasi dan siap diundangkan, sedangkan 21 peraturan pelaksana sisanya masih dalam proses dan hampir selesai.

Curhat Pengusaha Angkot di Pandemi Corona, Hanya Sanggup Bertahan hingga Bulan Depan
Indonesia
Curhat Pengusaha Angkot di Pandemi Corona, Hanya Sanggup Bertahan hingga Bulan Depan

Menurut dia, kekuatan dari pengusaha angkutan umum, yakni cashflow-nya, maksimal 2,5 bulan dari awal April 2020.

Mata Novel Cacat Permanen, Eks Pimpinan KPK: Buka Kornea Palsunya, Buta Total Dia
Indonesia
Mata Novel Cacat Permanen, Eks Pimpinan KPK: Buka Kornea Palsunya, Buta Total Dia

Dokter tetap memberi harapan dengan mengatakan ada kemungkinan mata Novel tidak mengalami buta total

Khawatir Potensi Korupsi Meningkat di Pilkada Tahun Ini, Ketua KPK: Tahun Ini Adalah Tahun Kritis
Indonesia
Khawatir Potensi Korupsi Meningkat di Pilkada Tahun Ini, Ketua KPK: Tahun Ini Adalah Tahun Kritis

Tindak pidana korupsi terjadi paling banyak di tahun-tahun politik

Benderanya Dibakar Seraya Disebut PKI, PDIP: Ini Fitnah Keji
Indonesia
Benderanya Dibakar Seraya Disebut PKI, PDIP: Ini Fitnah Keji

Dalam video berdurasi 02.33 menit yang viral, kelompok pendemo berteriak "bakar PKI" dengan membakar bendera PDIP.

 DPR Dorong Pemerintah Lakukan Lockdown Demi Atasi Pandemi Corona
Indonesia
DPR Dorong Pemerintah Lakukan Lockdown Demi Atasi Pandemi Corona

DPR RI meminta kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi berkala, mengundang para ahli untuk mempertimbangkan secara matang pemberlakukan lockdown apabila diperlukan

ASN dan Pensiunan Kini Bisa Ikuti Program Wirausaha Pintar
Indonesia
ASN dan Pensiunan Kini Bisa Ikuti Program Wirausaha Pintar

Kios Warga merupakan layanan extra miles dari TASPEN kepada ASN dan Pensiunan