Kejagung Periksa Pemilik Koperasi Nusantara Terkait Kasus Djoko Tjandra Djoko Tjandra di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejakasaan Agung, Jakarta, Senin (31/8/2020). ANTARA FOTO/ Adam Bariq/aww.

Merahputih.com - Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung kembali memeriksa Rahmat sebagai saksi kasus dugaan korupsi memberi hadiah atau janji/gratifikasi pegawai negeri terkait pengurusan fatwa untuk Djoko Soegiarto Tjandra ke Mahkamah Agung.

"Saksi yang kembali diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi yaitu Rahmat selaku karyawan swasta atau pemilik Koperasi Nusantara," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Jakarta, Selasa (22/9).

Baca Juga:

Diperiksa Soal 'Red Notice' Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Diberondong 40 Pertanyaan

Rahmat yang disebut sebagai teman Jaksa Pinangki ini diperiksa jaksa penyidik untuk mencari fakta hukum tentang pemberian dan janji dari Djoko kepada Pinangki.

"Bagaimana teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian tersebut," katanya.

Sebelumnya Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Djoko Soegiarto Tjandra, dan Andi Irfan Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi atas penerimaan gratifikasi pegawai negeri terkait pengurusan fatwa untuk Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung.

Djoko Tjandra. Foto: ANTARA
Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

Dalam kasus ini, Pinangki diduga menerima hadiah atau janji sebesar 500 ribu dolar AS untuk uang muka pengurusan fatwa Mahkamah Agung terkait perkara Djoko Tjandra. Uang itu diberikan oleh Djoko untuk Pinangki melalui perantara Andi Irfan Jaya.

Dari dana tersebut, sebesar 50 ribu dolar AS diberikan Pinangki kepada Anita Dewi Anggraeni Kolopaking sebagai pembayaran awal jasa penasihat hukum.

Baca Juga:

Penyidik Kebut Pemberkasan Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Pinangki akan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan pada Rabu, 23 September 2020 dalam perkara dugaan korupsi dan pencucian uang untuk membantu pengurusan fatwa buronan Djoko Soegiarto Tjandra. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Minta Pemerintah Gandakan Aparat Buat Atasi Teror
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gandakan Aparat Buat Atasi Teror

Tindakan aksi teror merupakan perbuatan terkutuk oleh pemeluk agama dan kepercayaan apapun.

Alasan Paspampres Lumpuhkan Langsung Pengendara Moge Dekat Istana
Indonesia
Alasan Paspampres Lumpuhkan Langsung Pengendara Moge Dekat Istana

Pasukan Paspampres menghentikan dan "melumpuhkan" rombongan motor gede (moge) di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (21/2).

KPK Dalami Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia ke Dirut PT PAL
Indonesia
KPK Dalami Aliran Duit Korupsi PT Dirgantara Indonesia ke Dirut PT PAL

KPK sebelumnya menyebut Budiman diduga turut bersama-sama sejumlah mantan petinggi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran dana senilai Rp96 miliar.

Jaksa Penuntut Penyerang Novel Dinilai Terlalu Lembek
Indonesia
Jaksa Penuntut Penyerang Novel Dinilai Terlalu Lembek

Seharusnya kedua terdakwa dijerat dengan pasal yang lebih berat, yaitu pasal 355 KUHP tentang penganiayaan berat yang direncanakan.

Hari Batik Nasional, Pemkot Solo Keluarkan SE ASN dan Swasta Pakai Baju Batik Selama 5 Hari
Indonesia
Hari Batik Nasional, Pemkot Solo Keluarkan SE ASN dan Swasta Pakai Baju Batik Selama 5 Hari

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 003.1/2157 tentang Peringatan Hari Batik Nasional.

BIN Ungkap Cara Kelompok Teroris Rekrut Generasi Milenial
Indonesia
BIN Ungkap Cara Kelompok Teroris Rekrut Generasi Milenial

Dia menjelaskan, sasaran kelompok ini generasi milenial yang tidak memiliki tanggungan. Serta lebih mudah diiming-iming untuk mati masuk surga.

Jelang Hari Tenang Pilkada, Kominfo Harus Pantau Medsos
Indonesia
Jelang Hari Tenang Pilkada, Kominfo Harus Pantau Medsos

KPU harus memastikan pendistribusian logistik untuk pilkada dapat dilakukan tepat waktu dan tepat jumlah.

Kasus COVID-19 DKI: Total Positif 306.229 Orang, Sembuh 278.822 Jiwa
Indonesia
Kasus COVID-19 DKI: Total Positif 306.229 Orang, Sembuh 278.822 Jiwa

Pemprov DKI menyampaikan perkembangan terkini kasus COVID-19 di Jakarta Kamis (9/2).

Yogyakarta Punya Pos Vaksinasi COVID-19 Drive Thru untuk Pelaku Pariwisata
Indonesia
Yogyakarta Punya Pos Vaksinasi COVID-19 Drive Thru untuk Pelaku Pariwisata

Pos Pelayanan Vaksinasi COVID-19 Drive Thru Halodoc dibuka pada 5-9 April 2021

Pengawasan Kampanye Digital Saat Pilkada Diperketat
Indonesia
Pengawasan Kampanye Digital Saat Pilkada Diperketat

Menkominfo mengaku mendukung upaya Bareskrim Polri dalam menindak dan menegakkan hukum terhadap pembuat maupun penyebar hoaks serta konten negatif.