Kejagung Mulai Penyidikan Dugaan Korupsi Pembangunan Tol Japek II Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana (kanan) ketika memberi keterangan kepada wartawan di Press Room Puspenkum Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (13/3). ANTARA/Putu Indah Savitri

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menyelidiki dugaan korupsi pada pekerjaan pada pekerjaan pembangunan (design and build) Jalan Tol Jakarta Cikampek II Elevated Ruas Cikunir hingga Karawang Barat.

"Tol Japek ini nilai kontraknya kurang lebih Rp 13 triliun. Penyidik sudah meningkatkan perkara ini ke proses penyidikan umum," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana di Jakarta, Senin (13/3).

Baca Juga

Kejagung Diminta Usut Dugaan Kriminalisasi di Kejati Papua

Ketut menyampaikan, pihaknya sudah memeriksa 15 saksi. Penyidik juga sudah menemukan alat bukti yang cukup terkait kasus tersebut.

"dan sampai saat ini teman-teman penyidik sudah memeriksa kurang lebih 15 orang saksi karena sudah menemukan alat bukti yang cukup untuk meningkatkan perkara ini menjadi penyidikan umum," sambungnya.

Terkait dengan kerugian negara, Ketut Sumedana mengatakan bahwa Kejaksaan Agung masih belum dapat memastikan karena hingga saat ini, perkara terkait pembangunan Tol Jakarta-Cikampek masih penyidikan umum.

Baca Juga

Adu Kuat Kejagung dan Ferdy Sambo Cs di Pengadilan Banding

Dalam kesempatan ini, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Kuntadi mengatakan bahwa perkara ini merupakan pengembangan dari kasus Waskita.

“Dan periode 2016,” ucapnya.

Kasus ini merupakan dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan pembangunan (design and build) Jalan Tol Jakarta Cikampek II Elevated Ruas Cikunir hingga Karawang Barat termasuk on/off ramp pada Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat, dengan nilai kontrak Rp 13.530.786.800.000.

Dalam pelaksanaan pengadaannya diduga terdapat perbuatan melawan hukum berupa persekongkolan dalam mengatur pemenang lelang yang menguntungkan pihak tertentu, sehingga atas perbuatan tersebut diindikasikan merugikan keuangan negara. (*)

Baca Juga

Kejagung Segera Cari dan Sita Aset Surya Darmadi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ibu Pejuang Legalisasi Ganja Medis Temui Pimpinan DPR
Indonesia
Ibu Pejuang Legalisasi Ganja Medis Temui Pimpinan DPR

Santi merasa bersyukur aspirasinya terkait legalisasi ganja untuk kebutuhan medis mendapat respons positif dari pimpinan DPR.

Tarif Tol Ruas Kunciran-Serpong Naik Mulai 19 Maret 2023, Ini Rinciannya
Indonesia
Tarif Tol Ruas Kunciran-Serpong Naik Mulai 19 Maret 2023, Ini Rinciannya

Penyesuaian Tarif Tol Pada Ruas Jalan Tol Kunciran-Serpong, mulai 19 Maret 2023 pukul 00.00 WIB.

LPSK Pastikan Penjagaan terhadap Richard Eliezer di Lapas Salemba
Indonesia
LPSK Pastikan Penjagaan terhadap Richard Eliezer di Lapas Salemba

Terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Richard Eliezer sudah mendekam di Lapas Salemba.

Gantikan Suharso dari Kursi Ketum PPP, Mardiono Datangi KPU Hari Ini
Indonesia
Gantikan Suharso dari Kursi Ketum PPP, Mardiono Datangi KPU Hari Ini

Waketum PPP Arsul Sani mengatakan, kedatangan Mardiono untuk silaturahmi pukul 14.00 siang nanti.

[HOAKS atau FAKTA]: Kelompok Anti-LBGTQ Dilarang Beli Produk Starbucks
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kelompok Anti-LBGTQ Dilarang Beli Produk Starbucks

Howard Schultz menyatakan kelompok penentang perkawinan pasangan sesama jenis dilarang membeli kopi Starbucks.

Jokowi Peringatkan Masyarakat Waspadai Penyebaran Omicron Subvarian Baru
Indonesia
Jokowi Peringatkan Masyarakat Waspadai Penyebaran Omicron Subvarian Baru

Pemerintah terus memantau perkembangan kasus COVID-19 pasca-terdeteksinya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 di tanah air.

Partai Golkar Sebar 1.160 Bacaleg ke Daerah Pemilihan
Indonesia
Partai Golkar Sebar 1.160 Bacaleg ke Daerah Pemilihan

Partai Golkar menargetkan 115 kursi DPR RI atau 20 persen dari total 590 kursi DPR RI.

[HOAKS atau FAKTA]: Polda Metro Imbau Waspada Penculikan Anak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Polda Metro Imbau Waspada Penculikan Anak

Beredar pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp selebaran digital waspada penculikan anak berusia 1-12 tahun.

PKB Tegaskan Masih Berkomitmen dengan Gerindra
Indonesia
PKB Tegaskan Masih Berkomitmen dengan Gerindra

PKB membantah terjadi keretakan dengan Partai Gerindra.