Kejagung Masih Hitung Jumlah Dugaan Gratifikasi yang Diterima Jaksa Pinangki Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (tengah). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.

Merahputih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menyelidiki dugaan suap sebesar US$500.000 dari terpidana Djoko Soegiharto Tjandra kepada jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan tim penyidik masih menghitung total jumlah dugaan gratifikasi yang diterima Pinangki.

"Untuk jumlahnya masih dalam proses penyidikan LHP, berapa sebenarnya yang diterima," kata Hari kepada wartawan di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

Baca Juga

Diperiksa Belasan Jam, Pengacara Djoko Tjandra Langsung Dijebloskan ke Penjara

Dugaan tindak pidana yang terjadi adalah penerimaan hadiah atau janji oleh pegawai negeri.

"Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus berdasarkan bukti permulaan yang cukup, tadi malam menetapkan tersangka dengan inisial PSM," kata Hari.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik langsung menangkap Pinangki di kediamannya pada Selasa (11/8) malam. Hari mengaku belum memiliki informasi mengenai lokasi kediaman Pinangki.

Namun, ia menuturkan bahwa proses penangkapan berjalan dengan lancar. Pinangki juga bersikap kooperatif.

Penyidik memeriksa Pinangki dan memutuskan untuk menahan jaksa tersebut untuk 20 hari ke depan.

"Untuk sementara ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung, tentu nantinya selama proses akan dipindahkan ke tahanan atau rutan khusus wanita di Pondok Bambu," ujar dia.

Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung, Pinangki Sirna Malasari (tengah) bersama pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Foto: ist
Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung, Pinangki Sirna Malasari (tengah) bersama pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Foto: ist

Dalam kasus ini, Pinangki disangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Bidang Pengawasan Kejagung telah menyatakan Pinangki terbukti melanggar disiplin karena pergi ke luar negeri tanpa izin sebanyak sembilan kali di tahun 2019.

Negara tujuan Pinangki dalam perjalanan tanpa izin tersebut di antaranya ke Singapura dan Malaysia. Diduga, dalam salah satu perjalanan ke luar negeri tanpa izin itu, Pinangki bertemu Djoko Tjandra.

Pinangki saat itu hanya diberi hukuman disiplin. Ia lantas dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.

Baca Juga

MAKI Serahkan Bukti Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki ke Kejagung

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menyerahkan dokumen dugaan gratifikasi yang diterima Pinangki terkait perjalanannya bertemu Djoko Tjandra di Malaysia kepada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Selain itu, MAKI juga mengungkap satu nama pejabat tinggi lain di Kejagung yang sempat berkomunikasi dengan Djoko Tjandra saat masih buron di Malaysia. Komunikasi antara keduanya dilakukan melalui telepon setelah tanggal 29 Juni lalu, usai nama Djoko Tjandra bikin geger karena sempat memasuki Indonesia tanpa diketahui. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
138 Travel Gelap Terjaring Polisi di Jabar
Indonesia
138 Travel Gelap Terjaring Polisi di Jabar

Sejak tanggal 6 Mei hingga saat ini, tercatat sudah 143 ribu kendaraan yang masuk ke jalur utama di Jabar dan seluruhnya sudah mendapatkan pemeriksaan ketat, bahkan puluhan ribu diantaranya di pulangkan kembali.

Kampanye Cagub Kepri Ansar Ahmad Tuai Kritikan
Indonesia
Kampanye Cagub Kepri Ansar Ahmad Tuai Kritikan

Kampanye tatap muka yang dilakukan Calon Gubernur Kepri Ansar Ahmad menuai kritikan

OJK Keluarkan Izin Bank Syariah Indonesia
Indonesia
OJK Keluarkan Izin Bank Syariah Indonesia

Bank Syariah Indonesia dijadwalkan akan diresmikan pada 1 Februari 2021, merupakan penggabungan dari tiga bank syariah anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Gempa 5,6 Landa Sukabumi Jawa Barat
Indonesia
Gempa 5,6 Landa Sukabumi Jawa Barat

Warga di sekitar Kota Bandung merasakan gempa tersebut selama beberapa detik.

Bangun Kampung Tangguh, Kapolda Metro Minta Dukungan Biaya ke DPRD DKI
Indonesia
Bangun Kampung Tangguh, Kapolda Metro Minta Dukungan Biaya ke DPRD DKI

"Membangun kampung tangguh di Jakarta tentunya butuh bantuan dukungan biaya," ucap Fadil

Kasus Meningkat, Ketua DPD Sorot Penanganan COVID-19 di Luar Jawa-Bali
Indonesia
Kasus Meningkat, Ketua DPD Sorot Penanganan COVID-19 di Luar Jawa-Bali

Ada 20 provinsi di luar Jawa dan Bali yang mengalami kenaikan kasus Corona. Sehingga total ada 21 provinsi dan 45 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4.

Kapolri Ajak Rabithah Alawiyah Sampaikan Pesan Harkamtibmas dengan Bahasa Umat
Indonesia
Kapolri Ajak Rabithah Alawiyah Sampaikan Pesan Harkamtibmas dengan Bahasa Umat

Sigit mengharapkan dukungan Rabithah Alawiyah, agar bisa menyampaikan pesan-pesan Harkamtibmas kepada umat dengan bahasa-bahasa umat atau dengan arti lain melalui dakwah dan ceramah.

Percepat Vaksinasi COVID-19, Pemprov DKI Kolaborasi dengan Kementerian BUMN
Indonesia
Percepat Vaksinasi COVID-19, Pemprov DKI Kolaborasi dengan Kementerian BUMN

Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait program vaksinasi COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA] Video Susi Pudjiastuti Menari Usai Menteri Edhy Ditangkap KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Video Susi Pudjiastuti Menari Usai Menteri Edhy Ditangkap KPK

"BERITA PALING POPULER HARI INI ~VIRAL VIDEO SUSI MENARI USAI MNTRI EDHY DTNGKP KPK~INFO TERKINI"

Sudah 22 Hari Gubernur Anies Masih Positif COVID-19
Indonesia
Sudah 22 Hari Gubernur Anies Masih Positif COVID-19

"Sampai hari Senin masih Anies masih positif corona," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria