Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim Bali Djoko Tjandra di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejakasaan Agung, Jakarta, Senin (31/8/2020). ANTARA FOTO/ Adam Bariq/aww.

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan berkas kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri.

"Berkas perkara yang kami kirimkan di tahap satu belum dinyatakan lengkap," kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Djoko Poerwanto seusai gelar perkara di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/9).

Baca Juga:

Diperiksa Soal 'Red Notice' Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Diberondong 40 Pertanyaan

Jenderal bintang satu itu mengatakan baru menerima pemberitahuan itu pada hari ini. Djoko mengatakan akan mempelajari kembali berkas dan melengkapi persyaratan.

"Tindak lanjutnya adalah petunjuk secara formil dan materil," ujarnya.

Djoko Tjandra. Foto: ANTARA
Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

Untuk diketahui, Bareskrim melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke Kejagung pada 2 September 2020. Jaksa meneliti berkas tersebut selama 7 hari, lalu menyatakan berkas itu P19 alias dikembalikan ke kepolisian.

Baca Juga:

Penyidik Kebut Pemberkasan Kasus Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Dalam kasus dugaan korupsi terkait penghapusan red notice di Interpol atas nama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menetapkan total empat orang tersangka.

Tersangka Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi diduga sebagai pemberi suap. Sementara, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo diduga menerima suap. (Pon)

Baca Juga:

Rekonstruksi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Emosi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Libur Tahun Baru Islam, Penumpang Kereta Api Melonjak
Indonesia
Libur Tahun Baru Islam, Penumpang Kereta Api Melonjak

PT KAI Daop 1 Jakarta tetap konsisten menerapkan prosedur pencegahan COVID-19 baik di area Stasiun dan perjalanan KA di atas KA.

DPR Sahkan UU Cipta Kerja
Indonesia
DPR Sahkan UU Cipta Kerja

Sebelumnya penutupan masa sidang tersebut dijadwalkan pada Kamis (8/10) namun dipercepat menjadi Senin (5/10) dan memutuskan membawa RUU Ciptaker dalam Rapat Paripurna untuk disetujui menjadi UU.

 Jenderal Idham Azis Ancam Copot Anak Buahnya yang Pungut Biaya Penerimaan Anggota
Indonesia
Jenderal Idham Azis Ancam Copot Anak Buahnya yang Pungut Biaya Penerimaan Anggota

"Jadi, saya kembali tegaskan transparansi penerimaan anggota Polri harus jujur, dan yang utama adalah transparan.

MUI Klaim Doa Ini Ampuh Hentikan COVID-19
Indonesia
MUI Klaim Doa Ini Ampuh Hentikan COVID-19

"Kami atas nama MUI mengimbau kepada masyarakat, khususnya umat Islam Indonesia untuk terus dalam berkontribusi mencegah penyebaran COVUD-19 dengan cara ikhtiar lahir dan batin," kata Asrorun.

DPR Ajak Rakyat Cermati Kontroversi RUU Ketahanan Keluarga
Indonesia
DPR Ajak Rakyat Cermati Kontroversi RUU Ketahanan Keluarga

RUU Ketahanan Keluarga memicu perdebatan setelah drafnya tersebar di media sosial

Langkah Jokowi Libatkan TNI dan Polri Disiplinkan Warga Ibarat Pisau Bermata Dua
Indonesia
Langkah Jokowi Libatkan TNI dan Polri Disiplinkan Warga Ibarat Pisau Bermata Dua

Masyarakat saat ini sudah banyak yang tak percaya pada pemerintah dan aparat

 Lebih dari 36 Ribu Sampel dari 196 Kabupaten dan Kota Diperiksa Terkait COVID-19
Indonesia
Lebih dari 36 Ribu Sampel dari 196 Kabupaten dan Kota Diperiksa Terkait COVID-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID–19 Achmad Yurianto menyampaikan bahwa target yang ingin dicapai yaitu 10.000 tes PCR real time per hari.

KBM Tatap Muka di Jabar Berlaku di Wilayah Zona Hijau
Indonesia
KBM Tatap Muka di Jabar Berlaku di Wilayah Zona Hijau

Mantan Wali Kota Bandung itu menuturkan pemberlakuan KBM tatap muka pun harus secara bertahap mulai dari tingkat SMA sederajat,

Terima 438 Sampel Korban Sriwijaya Air, DVI Fokus Pemeriksaan DNA Forensik
Indonesia
Terima 438 Sampel Korban Sriwijaya Air, DVI Fokus Pemeriksaan DNA Forensik

Dari data terbaru, tim DVI Polri sendiri sudah berhasil mengidentifikasi 34 jasad korban. 23 jasad diantaranya sudah dipulangkan kepada pihak keluarga korban.

Sering Disulap Jadi Ambulans, Penjualan Suzuki APV Meroket
Indonesia
Sering Disulap Jadi Ambulans, Penjualan Suzuki APV Meroket

74 persen di antaranya disumbang oleh penjualan APV ambulans atau sebanyak 1.038 unit.