Kejagung dan KPK akan Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Garuda Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memberi keterangan kepada awak media di Gedung Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (19/1). ANTARA/Laily Rahmawaty

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia.

Kerja sama ini dilakukan mengingat KPK telah rampung menangani perkara suap pengadaan dan perawatan pesawat dan mesin pesawat di maskapai pelat merah tersebut.

Baca Juga

Kejagung Gandeng BPKP Audit Kerugian Dugaan Korupsi di Garuda Indonesia

Jaksa Agung, ST Burhanuddin menyatakan koordinasi dengan KPK ini penting dilakukan agar tidak terjadi azas nebis in idem, yakni seseorang tidak boleh dituntut dua kali karena perbuatan yang telah mendapat putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Kami selalu koordinasi agar tidak terjadi nebis in idem," kata Burhanuddin dalam konferensi pers yang disiarkan akun Youtube Kejaksaan RI, Rabu (19/1).

Burhanuddin mengatakan, pihaknya telah meningkatkan penanganan kasus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia ke tahap penyidikan. Untuk saat ini, kata Burhanuddin, pihaknya mengusut pengadaan pesawat ATR 72-600.

Namun, tidak menutup kemungkinan proses penyidikan berkembang dengan mengusut pengadaan pesawat lainnya seperti Bombardier, Airbus, Boeing dan Rolls-Royce.

"Tidak akan sampai di situ saja. ada beberapa pengadaan kontrak, pinjam, atau apa pun nanti, kita masih akan kembangkan. Mulai dari ATR, Bombardier Airbus, Boeing, dan Rolls-Royce. Kita akan kembangkan dan kita akan tuntaskan," kata Burhanuddin.

Baca Juga

Karyawan Desak BPK Bongkar Transaksi Yang Bikin Keuangan Garuda Terseok

Diketahui, KPK telah menangani kasus korupsi di Garuda sejak awal 2017 silam. Terdapat tiga orang yang dijerat KPK atas kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia dan pencucian uang.

Ketiga orang itu, yakni mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte ltd Soetikno Soedarjo; dan mantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno.

KPK telah mengeksekusi Emirsyah ke Lapas Sukamiskin pada 3 Februari 2021 silam setelah kasasi yang diajukannya ditolak Mahkamah Agung (MA).

Di Lapas Sukamiskin, Emirsyah bakal menjalani hukuman 8 tahun pidana penjara dikurangi masa tahanan sebagaimana putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang dikuatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI dan MA.

Selain dihukum 8 tahun pidana penjara, Emirsyah Satar juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan serta kewajiban membayar uang pengganti sejumlah Sin$ 2.117.315,27 selama 2 tahun.

Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Emirsyah terbukti menerima suap senilai Rp 49,3 miliar dan pencucian uang senilai sekitar Rp 87,464 miliar. (Knu)

Baca Juga

Pekan Depan Kejagung Ekspose Kasus Garuda, Ini Dua Kemungkinannya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jabar Jadi Percontohan Program Wirausaha Remaja di Rumah Yatim
Indonesia
Jabar Jadi Percontohan Program Wirausaha Remaja di Rumah Yatim

Jabar juga memiliki sekolah informal pemberdayaan ekonomi perempuan dan keluarga pertama di Indonesia yakni Sekoper Cinta.

Di Hadapan Anggota DPR, Kapolri Pamer Tingkat Kepuasan Rakyat Terhadap Polisi
Indonesia
Di Hadapan Anggota DPR, Kapolri Pamer Tingkat Kepuasan Rakyat Terhadap Polisi

"Hasil capaian yang baik tersebut didasarkan pada hasil survei yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga survei nasional yang kredibel pada tahun 2021," kata Listyo.

Dewas KPK Enggan Laporkan Lili Pintauli ke Polisi
Indonesia
Dewas KPK Enggan Laporkan Lili Pintauli ke Polisi

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) enggan melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar ke polisi.

Polisi Duga Pelecehan Seksual dan Perundungan Pegawai KPI Pusat Terjadi Oktober 2015
Indonesia
Polisi Duga Pelecehan Seksual dan Perundungan Pegawai KPI Pusat Terjadi Oktober 2015

Keterangan awal pertama saudara MSA ini tidak pernah membuat rilis tersebut

Operasi Pemburuan KKB Satgas Nemangkawi Berganti Nama Jadi Damai Cartenz
Indonesia
Operasi Pemburuan KKB Satgas Nemangkawi Berganti Nama Jadi Damai Cartenz

Polri belum menentukan pola operasi penumpasan KKB di Papua yang semula bernama Operasi Nemangkawi menjadi Damai Cartenz.

Waspadai Omicron, Kapolri Perintahkan Anak Buahnya Gencarkan Vaksinasi
Indonesia
Waspadai Omicron, Kapolri Perintahkan Anak Buahnya Gencarkan Vaksinasi

Kapolri memperingatkan kepada anak buahnya untuk bersinergi melakukan akselerasi vaksinasi.

Imbas Kasus Jiwasraya, Pemegang Saham PT Hanson Diminta Lapor Ombudsman
Indonesia
Imbas Kasus Jiwasraya, Pemegang Saham PT Hanson Diminta Lapor Ombudsman

Pemilik saham publik, alami kerugian terbesar dan minim perlindungannya.

Update COVID-19 DKI: Total Kasus Positif Capai 424.009 Orang
Indonesia
Update COVID-19 DKI: Total Kasus Positif Capai 424.009 Orang

Dengan positivity rate 9,2 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 867 jiwa.

Warga di Pelosok Jabar Masih Ada yang Kesulitan Air Bersih
Indonesia
Warga di Pelosok Jabar Masih Ada yang Kesulitan Air Bersih

Masyarakat di pelosok Jawa Barat masih ada yang kesulitan mengakses air bersih. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pedesaan dihdapkan bisa mengatasi kesulitan tersebut.

Datangi WHO, Prabowo Bahas Penanganan COVID-19 Sampai Pertahanan Nuklir
Indonesia
Datangi WHO, Prabowo Bahas Penanganan COVID-19 Sampai Pertahanan Nuklir

WHO mendukung dan memfasilitasi upaya Indonesia dalam memperkuat sektor kedaruratan kesehatan. Hal ini termasuk pemandaatan fasilitas dan aset kesehatan di Kementerian Pertahanan dan TNI.