Kejagung Cekal Tiga Saksi Terkait Dugaan Korupsi Satelit Kemhan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak (tengah). Foto: ANTARA/Tri Meilani Ameliya

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan cegah dan tangkal (cekal) tiga orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan satelit di Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Ketiga saksi yang dilarang pergi ke luar negeri yakni Presiden Direktur PT Dini Nusa Kusuma (DNK) berinisial AW, konsultan teknologi sekaligus mantan Dirut PT DNK berinsial SCW, serta warga negara Amerika Serikat berinisial TAVDH.

Baca Juga

Seorang Warga Asing Dicekal Akibat Kasus Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

"Keputusan tersebut dikeluarkan sejak tanggal 18 Februari 2022 selama enam bulan," ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Selasa (22/2).

Menurut dia, pencekalan dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan, dalam rangka pemeriksaan, guna menggali informasi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) Kemhan tahun 2012-2021.

"Apabila suatu saat dilakukan pemanggilan, ketiganya tetap berada di Indonesia," sambungnya.

Baca Juga

Kejagung Periksa Eks Menkominfo Rudiantara Terkait Kasus Satelit Kemhan

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memastikan tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) hanya akan melakukan pengungkapan orang-orang sipil dalam dugaan pengadaan dan sewa satelit slot orbit 123 Bujur Timur (BT) di Kementerian Pertahanan.

Menurut Burhanuddin, dalam pengungkapan kasus di Kemenhan pada 2015 itu, tim penyidikan di Jampidsus hanya akan menetapkan tersangka dari kalangan nonmiliter.

"Tentang perkara korupsi satelit di Kementerian Pertahanan, untuk diketahui, kami (kejaksaan) hanya melakukan penyidikan terhadap tersangkanya adalah sipil. Tidak untuk penyidikan terhadap militer," jelas Burhanuddin kepada wartawan, Rabu (19/1). (Knu)

Baca Juga

Kejaksaan Agung Temukan Unsur Pidana Pengadaan Satelit Kemenhan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Perang Lawan Hoaks dan Buzzer, MUI DKI Bentuk Mujahid Cyber
Indonesia
Perang Lawan Hoaks dan Buzzer, MUI DKI Bentuk Mujahid Cyber

Berita bohong atau hoaks menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama dalam menyelesaikannya. Sehingga tidak lagi berseliweran di platform media sosial dan dapat merugikan masyarakat. Hoaks saat ini memang menjadi momok yang mengerikan, karena akan menggiring informasi yang benar dan dirombak jadi berita tidak sebenarnya.

KPK Dorong SNANK Jadi Solusi Tata Kelola CPO dan Produk Turunannya
Indonesia
KPK Dorong SNANK Jadi Solusi Tata Kelola CPO dan Produk Turunannya

Integrasi proses bisnis hulu–hilir kelapa sawit melalui Sistem Nasional Neraca Komoditas (SNANK)

Ridwan Soplanit ke Ferdy Sambo: Kenapa Kami Harus Dikorbankan?
Indonesia
Ridwan Soplanit ke Ferdy Sambo: Kenapa Kami Harus Dikorbankan?

Ridwan Rhekynellson Soplanit mengungkap keluhannya terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Polri Buka Penerimaan Anggota Kepolisian Tahun 2022, Cek Syarat dan Jadwalnya
Indonesia
Polri Buka Penerimaan Anggota Kepolisian Tahun 2022, Cek Syarat dan Jadwalnya

Kepolisian Negara Republik Indonesia membuka penerimaan anggota kepolisian tahun anggaran 2022 melalui penerimaan taruna Akademi Kepolisian dan rekrutmen bintara polisi gelombang kedua.

Jokowi Bagikan Bansos dan Tinjau Infrastruktur Jalan Nasional di Nias
Indonesia
Jokowi Bagikan Bansos dan Tinjau Infrastruktur Jalan Nasional di Nias

??????Bansos yang diserahkan berupa bantuan modal kerja (BMK) dan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng bagi para peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan pedagang.

Pj DKI 1 Optimistis Bendungan Ciawi Bisa Atasi Banjir Jakarta
Indonesia
Pj DKI 1 Optimistis Bendungan Ciawi Bisa Atasi Banjir Jakarta

Heru mengatakan, pembangunan Bendungan kering merupakan entuk kesungguhan pemerintah dalam mengatasi banjir di wilayah Jabodetabek dan memberikan optimisme bahwa banjir di Jakarta bisa diupayakan penanganannya.

Sepak Bola Ajang Pemersatu Bangsa Harus Merenggut Banyak Korban Jiwa
Indonesia
Sepak Bola Ajang Pemersatu Bangsa Harus Merenggut Banyak Korban Jiwa

Tragedi seperti ini tentunya akan merugikan banyak pihak. Peristiwa ini bisa menjadi cambuk dan pembelajaran bagi semua pihak agar bisa berbenah.

Komisi III DPR: Lebih Bijak Luhut Cabut Laporan Terhadap Haris-Fatia
Indonesia
Komisi III DPR: Lebih Bijak Luhut Cabut Laporan Terhadap Haris-Fatia

“Tentunya akan lebih bijak apabila pelapor kasus ini yakni Luhut Binsar Panjaitan bersedia mencabut laporannya dan menggunakan sarana media lain untuk membela dirinya atau menyampaikan penjelasannya,” kata Taufik kepada wartawan, Senin (21/3).

Jubir PKS Sebut Perilaku Dasco tidak Demokratis
Indonesia
Jubir PKS Sebut Perilaku Dasco tidak Demokratis

Iqbal menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Dasco adalah perilaku yang tidak demokratis karena tidak memberi kesempatan penuh hak anggota dewan berbicara dalam rapat

Jokowi akan Hadiri Jalan Sehat 1 Abad NU di Mangkunegaran
Indonesia
Jokowi akan Hadiri Jalan Sehat 1 Abad NU di Mangkunegaran

Hal itu diungkapkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Ia menyampaikan sebanyak 60.000 orang akan menghadiri event jalan sehat