Kehadiran Prabowo di Kongres PDIP Dinilai Bisa Bikin Panas Koalisi Pemerintah Prabowo dan Megawati. (Antaranews)

MerahPutih.com - Kehadiran Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto di kongres ke V PDI Perjuangan bisa memicu sedikit ketegangan di antara koalisi Jokowi-Maruf Amin. Hai lini disampaikan oleh Pengamat politik, Wempy Hadir.

"Karena bisa saja Gerindra masuk dalam kekuasaan dan diberikan peran yang strategis. Dengan demikian, Gerindra bisa mengimplementasikan program strategis kepartaian," jelas Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (8/8).

Baca Juga: Bersalaman dengan Prabowo, Begini Perasaan Ahok

Pengamat Politik Wempy Hadir (MP/Kanu)
Pengamat Politik Wempy Hadir (MP/Kanu)

Tentu saja, masuknya Gerindra bisa memicu kecemburuan partai dan loyalis lain. Pasalnya mereka sudah berjuang mati-matian memenangkan Jokowi namun hak mereka diambil Gerindra yang notabene lawan politik.

"Apakah Gerindra dan PDIP sudah ada deal, saya kira perbincangan pada tingkat elit tidak pernah terang. Artinya bisa ada komitmen dari Gerindra untuk bekerjasama baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," jelas Wempy.

Jangka pendek misalnya kali pemerintahan baik di eksekutif maupun di legislatif. Atau bisa saja ada komitmen untuk bersama di tahun 2024 dalam pemilihan presiden.

"Saya melihat bahwa ada komitmen bersama antara Gerindra dan PDIP. Komitmen tersebut lebih kepada hal yang bersifat idoelogis yakni menjaga Pancasila sebagai dasar negara. Kalau ada deal yang lain, itu hanya pelengkap saja," terang Wempy.

Namun, dibalik itu semua, kedatangan Prabowo menunjukan sikap kenegarawanya. Sebab, pertarungan pilpres kemarin merupakan pertarungan antara kader PDIP yang diwakili oleh Jokowi dan Gerindra yang diwakili oleh Prabowo sendiri.

Baca Juga: Isu Gerindra Gabung ke Pemerintah, Jokowi: Politik Serba Mungkin

Pengamat politik Wempy Hadir menilai, apa yang dilakukan oleh Prabowo menujukan bahwa dia menarik kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau partainya.

Kehadiran Prabowo juga bisa menurunkan tensi politik di ruang publik yang akhir-akhir ini makin panas. Sekarang situaisnya sudah berbeda pasca pertemuan Prabowo dengan Jokowi dan Megawati.

"Inilah yang ditunggu oleh publik di mana ada kedewasaan dalam berpolitik. Yang menang menjalankan pemerintahan, sementara yang kalah mendukung jalannya pemerintahan sembari melakukan kritik yang konstruktif," kata Wempy. (Knu)

Baca Juga: Buka-Bukaan, Jokowi Sebut PDIP Terbanyak Dapatkan Jatah Menteri



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH