Kehadiran Kepala BIN di Rakernas PDIP Tak Perlu Dipolitisasi Direktur Publikasi dan Komunikasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Direktur Publikasi dan Komunikasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto mengatakan, kehadiran Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan di Rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Bali pekan lalu, Jumat (23/2) tak perlu dipolitisasi.

"Kepala BIN hadir di Rakernas PDIP adalah karena undangan, hal itu biasa terjadi di partai-partai lain di mana saat ada acara Rakernas partai juga mengundang pejabat publik lainnya," ujar Wawan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (4/3).

Menurut Wawan, hal tersebut tidak mempengaruhi demokratis tidaknya sebuah perhelatan Pemilu. Pemilu, kata dia, tetap demokratis lantaran sudah ada aturan main yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu.

"Mendatangi undangan adalah wajib guna menghargai siapa pengundangnya, kecuali jika berhalangan maka undangan tersebut dapat diwakilkan. Demikian juga kehadiran Kepala BIN ke Rakernas PDIP, tentu hadir secara terbuka dan dapat dilihat oleh khalayak umum termasuk wartawan," jelasnya.

Wawan menilai, Kepala BIN, harus dekat dengan siapa pun, dengan ormas, OKP, Parpol dan masyarakat lapis mana pun guna menjadi pengayom atau pelindung dan sekaligus bermitra dengan siapapun guna memperoleh informasi valid dari lini terbawah sehingga mampu mengamankan negara ini dari berbagai ancaman.

"Kepala BIN juga harus turun ke bawah, jemput bola, tidak hanya di belakang meja, tetapi harus berbaur dengan semua lapisan, sehingga ada sinergi dan kedekatan dengan berbagai elemen termasuk parpol," tandasnya.

Wawan membantah suara masyarakat akan berbelok kepada partai lain hanya karena kehadiran seorang pejabat negara hadir pada sebuah acara partai.

"Suara masyarakat tidak lantas berbelok karena kehadiran seseorang ke sebuah acara rakernas partai politik tertent, sehingga kesimpulannya, adalah bahwa kehadiran Kepala BIN dalam menghadiri undangan resmi Rakernas PDIP di Bali tidak mempengaruhi demokrasi di Tanah Air," pungkasnya.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH