Kegiatan yang Dibatasi dan Tidak Selama PSBB Diberlakukan di Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat (10/4) di ibu kota. Ia pun membeberkan, kegiatan yang dibatasi dan tidak dalam pelaksanaan PSBB.

Anies mengatakan terdapat pengecualian bagi sejumlah bidang atau sektor yang akan tetap berjalan selama masa PSBB diberlakukan. Yakni pemerintahan, seperti Pemprov DKI Polri dan TNI, sehingga pelayanan publik akan terus beroperasi.

Baca Juga

PSBB Diberlakukan di Jakarta, Nasib Mahasiswa Perantauan Bakal Makin Terjepit

"Meskipun dalam pelaksanaannya akan diberlakukan pembatasan jumlah pegawai," kata Anies di Jakarta.

Kemudian tempat usaha dan perkantoran, yang tetap berjaan tanpa penghentian yaitu sektor kesehatan, pangan, energi (air, gas, listrik, pompa bensin), jasa komunikasi atau media komunikasi.

PSBB
Infografis PSBB

Kemudian ada sektor keuangan dan perbankan termasuk pasar modal, logistik distribusi barang, kebutuhan keseharian retail seperti (warung, toko kelontong), dan industri strategis.

“Sektor kesehatan, misalnya itu diizinkan untuk tetap berkegiatan dan ini bukan saja rumah sakit atau klinik. Ini termasuk industri kesehatan seperti usaha memproduksi sabun, disinfektan, itu sangat relevan dengan situasi sekarang, jadi tidak berhenti," tutur dia.

Untuk angkutan ojek online roda empat maupun taksi konvensional, masih diperbolehkan membawa penumpang, namun jumlahnya dibatasi. Dan layanan antar barang juga masih diperbolehkan. Tapi layanan antar jemput penumpang ojek online roda dua, masih akan dikaji lebih lanjut.

Baca Juga

Besok, Warga Miskin Jakarta Terdampak PSBB Dapat Bantuan Sembako

Sedangkan secara umum, kata Anies, tidak ada pembatasan bagi kendaraan pribadi. Meskipun demikian, tetap diimbau bagi kendaraan pribadi untuk melakukan physical diatancing bagi penumpangnya.

Sementara itu, Anies menjelaskan, kegiatan yang dibatasi Pemprov DKI selama pelaksanaan PSBB di Jakarta. Pada saat PSBB tak diizinkan ada kerumunan di atas 5 orang di seluruh ibu kota.

"Jika lebih dari 5 orang, maka akan ada tindakan penertiban,” tegasnya.

Anies menerangkan, dalam PSBB ini Pemprov DKI melarang masyarakat untuk menggelar perayaan resepsi pernikahan. Diimbau Anies pernikahan hanya dilangsungkan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Anies juga meminta kepada warga DKI untuk tidak menggelar perayaan acara resepsi sunatan di ibu kota.

"Begitu juga kegiatan lain, seperti kegiatan ritual khitan (sunat), tapi perayaan yang ditiadakan," kata Anies.

Pemprov DKI juga melakukan pembatasan jam operasi transportasi umum dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB selama pemberlakuan PSBB.

Tak hanya itu Anies pun membatasi jumlah penumpang per kendaraan umum di Jakarta saat PSBB. Terkait jumlah penumpang, kapasitasnya akan turun sebesar 50 persen.

"Jadi kalau misalnya sebuah bus itu bisa diisi dengan 50 penumpang, maka tinggal 25 penumpang yang bisa berada dalam satu bus," jelasnya.

Baca Juga

Anies Siapkan 105 Pasar Selama Pemberlakuan PSBB

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun meminta masyarakat untuk mentaati ketentuan-ketentuan PSBB yang diterapkan di seluruh wilayah Jakarta.

"Kita perlu menjaga sama-sama bahwa keselamatan seluruh warga akan sangat terganti pada kedisiplinan kita dalam melaksanaan pengurangan interaksi ini. Jadi penting sekali bagi semua untuk mentaati," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH