Kegiatan Napak Tilas Tragedi Bintaro Nyaris Memakan Korban Sejumlah warga menyaksikan evakuasi korban kecelakaan kereta rel listrik di Bintaro, Jakarta, Senin (9/12). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Merahputih.com - PT KAI Daop 1 Jakarta menyayangkan adanya kegiatan wisata horor bertajuk “Jakarta Mystical Tour” yang diselenggarakan oleh Biang Overlander di pelintasan rel kereta 'Tragedi Bintaro 1987',

Pasalnya, kegiatan yang berlangsung pada Jumat (1/11) yang hampir menyebabkan kecelakaan pada saat kegiatan berlangsung.

Baca Juga:

Dukung Pariwisata, Kemenhub Rampungkan Jalur Kereta Api Bandara YIA- Borobudur

"PT KAI Daop 1 Jakarta menegaskan, sebelumnya tidak ada kordinasi pemberitahuan dari pihak penyelenggara kepada pihak PT KAI Daop 1 Jakarta untuk pelaksanaan kegiatan tersebut," kata Kepala Humaa KAI DAOP 1 Eva Chairunisa dalam keterangannya, Senin (4/11).

Menurut Eva, area jalur rel 'Tragedi Bintaro 1987' yang digunakan sebagai lokasi kegiatan merupakan jalur aktif dengan lalu lintas kereta yang cukup padat.

Ia berujar, sesuai Undang-Undang 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Jalur Kereta Api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api.

"Termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api," ungkap Eva.

T KAI Daop 1 Jakarta menyayangkan adanya kegiatan wisata horor bertajuk “Jakarta Mystical Tour”. (Foto Kutnadi) (Foto Kutnadi/)

Larangan tersebut jelas dinyatakan dalam pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian.

Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Baca Juga:

Ini Harga Termurah Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Tidak hanya itu, hal senada juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 Pasal 53 ayat (1), yang berbunyi: “Setiap orang dilarang memasuki atau berada di ruang manfaat jalur kereta api kecuali petugas di bidang perkeretaapian yang mempunyai surat tugas dari penyelenggara prasarana perkeretaapian.”

Eva memastikan, kegiata sekelompok orang dalam agenda wisata horror “Jakarta Mystical Tour” sudah melanggar ketentuan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku, dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api serta mengancam nyawa orang yang berada disekitarnya.

"PT KAI Daop 1 Jakarta melarang pihak penyelenggara untuk melakukan agenda wisata horror dengan memasukkan area jalur kereta api sebagai lokasi kedepannya," terang Eva.

Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakuakan aktivitas di sekitar jalur rel.

"Mari sama-sama mewujudkan keselamatan perjalanan kereta api, karena ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelas Eva. (Knu)

Baca Juga:

Membekas di Hati, Ini 5 Stasiun Kereta Romantis di Indonesia


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH