Kegembiraan Warga Pulau Matutuang Dapat Nikmati Listrik dari PLN Masyarakat Pulau Matutuang, Kabupaten Kepulauan Sangihe menyambut baik listrik di desa mereka. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Rona kegembiraan terpancar dari warga Pulau Matutuang, salah satu pulau terluar yang berlokasi di Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, karena dapat menikmati listrik dari PLN.

Pelayanan listrik dari PLN menjadi kado istimewa bagi warga menjelang HUT ke-75 Indonesia. Hal ini diungkapkan Edward Mokodompis, salah satu nelayan di Pulau Matutuang.

Baca Juga

Polisi Imbau Pemudik Idul Adha Pulang Lebih Awal

“Dulu penerangan kami hanya menggunakan lampu petromaks, pakai lampu dari PLTS juga, sekarang sudah ada PLN jadi sudah terang dan kami bisa membeli kulkas untuk menampung hasil tangkapan ikan. Ekonomi kami tentu dapat semakin berkembang. Terima kasih PLN,” kata Edward di Manado, Minggu (2/8)

PLN menerangkan bahwa untuk menerangi Pulau Matutuang sangat sulit. Namun, perusahaan listrik negara itu sukses mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Matutuang berkapasitas 120 kilo Watt (kW). Hal ini sebagai wujud komitmen PLN untuk memberikan terang hingga ke ujung Negeri.

"Di tengah pandemi COVID-19, PLN tak henti untuk terus membangun kelistrikan hingga pulau terluar agar listrik dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia," kata ungkap General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) Leo Maria Basuki Bremani.

Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe
Pulau Matutuang di Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Foto: Mongabay

Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Pulau Matututang mulai dibangun sejak tahun 2018. Selain membangun PLTD, PLN juga membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 0,05 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2 kms dan gardu distribusi dengan kapasitas 50 kiloVolt Ampere (kVA).

PLN akan terus melakukan perluasan jaringan listrik seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat. Saat ini sistem kelistrikan di Pulau Matutuang baru beroperasi 6 jam, yakni dari pukul 18:00-00.00 WITA.

“Saat ini PLN sudah melakukan penyambungan listrik untuk 59 pelanggan dan masih ada potensi penambahan hingga 100 pelanggan. Ke depan waktu layanan juga akan kami tingkatkan secara bertahap,” sambungnya.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya Camat Marore dan Perangkat Desa Matutuang atas sinergi yang dibangun dengan sangat baik.

“Tanpa adanya sinergi tersebut pasti sulit bagi PLN dan Pemerintah untuk menyelesaikan program ini,” ucap Leo.

Sebelum mendapatkan listrik PLN, warga Pulau Matutuang mendapatkan listrik melalui PLTS, akan tetapi PLTS tersebut mengalami gangguan. Selanjutnya, beberapa warga kemudian menggunakan mesin genset, baik milik desa maupun pribadi untuk menghasilkan listrik.

Pulau Matutuang adalah salah satu dari pulau perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan bagian dari Kecamatan Kepulauan Marore.

Kecamatan ini memiliki 10 pulau dan terbagi dari empat pulau berpenduduk, di dalamnya Marore, Kawio, Kemboleng, dan Matutuang. Sementara itu, satu pulau lainnya seperti Mamanu, berpenghuni musiman dan 5 pulau lainnya tak berpenghuni.

Baca Juga

DPRD Dukung Pemprov DKI Tempuh Jalur Hukum ke Artis Ike Muti

Hingga bulan Juli 2020, rasio elektrifikasi Provinsi Sulawesi Utara telah mencapai 99,23 persen.

PLN menyadari listrik merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, untuk itu PLN terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi hingga ke pelosok tanah air, termasuk pulau perbatasan NKRI. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH