KEEP, Aplikasi Monitoring Kondisi Manula Besutan Mahasiswa ITS Audi Tomy Reriya Sakti sebagai tim Viktorits tim aplikasi KEEP. (Foto: Ist)

TIGA mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) melalui Departemen Teknik Elektro berhasil membuat aplikasi KEEP, untuk memantau kondisi serta aktivitas manusia lanjut usia (manula) berbasis Internet of Things (IoT).

Muhammad Naufal Prawironegoro, Muhammad Yusuf, dan Audi Tomy Reriya Sakti sebagai tim Viktorits ini berhasil meraih juara pertama di ajang kompetisi DILo Hackathon Festival (DHF) kategori Health pertengahan September lalu.

Audi Tomy Reriya Sakti (Tomy) mengatakan, KEEP merupakan sistem pemantau yang terdiri dari wearable device, robot serta aplikasi pemantau berbasis multiplatform. Alat ini berfungsi memantau keadaan dan memberi peringatan untuk manula saat bahaya.

Baca juga:

Objek Segelap Apapun akan Jadi Ciamik dengan Night Filter

“Seperti serangan jantung kondisi tidak stabil, atau bahaya lainnya,” tandas Tomy saat dikonfirmasi, Sabtu (26/09/2020).

Sistem kinerja aplikasi KEEP karya mahasiswa ITS Surabaya Departemen Teknik Elektro. (Foto: Ist)
Sistem kinerja aplikasi KEEP karya mahasiswa ITS Surabaya Departemen Teknik Elektro. (Foto: Ist)

Tomy menjelaskan, ide ini berawal dari permasalahan yang dijumpai pada manula, sebab semakin bertambahnya usia seseorang membuat kondisi fisik mereka ikut menurun. Selain itu, menurut survei dari tim menunjukkan sebanyak 43 persen manula tinggal bersama tiga generasi dan 9 persen manula berdomisili secara mandiri.

"Lansia itu sering jatuh sebab terkena serangan jantung koroner mendadak atau tiba-tiba stroke. Aplikasi ini hadir agar bisa digunakan keluarga terdekat, pihak puskesmas atau dokter pribadi jika ada bahaya atau sakit mendadak. Lalu ahli kesehatan bisa menyarankan penanganan pertama yang harus dilakukan," papar Tomy.

Kondisi jatuh terdeteksi sensor accelerometer

Cara kerja KEEP ini dimulai dari perangkat Wearable pada manula yang terintegerasi dengan robot turtlebot secara lokal melalui gateway.

Baca juga:

Tesla Berencana Hadirkan Mobil Listrik dengan Harga Kompetitif

"Untuk bertukar informasi mengenai kondisi manula seperti kondisi jatuh, dideteksi oleh sensor accelerometer dan kondisi detak jantung yang dibaca oleh sensor ECG (Electrocardiography)," tutur Tomy.

Kemudian dari gateway tersebut, lanjutnya, diunggahlah log kondisi manula ke cloud storage floucloud. Data pada Cloud bisa diakses melalui aplikasi admin dan aplikasi pemantau.

Dashboard aplikasi KEEP. (Foto: Ist)
Dashboard aplikasi KEEP. (Foto: Ist)

“Cloud juga memberikan notifikasi pada aplikasi tersebut jika ada kondisi yang ditentukan terjadi pada manula,” jelas Tomy.

Lalu untuk perangkat admin dan pemantau juga mampu mengontrol dan memberikan umpan balik kepada turtlebot. Maka, kondisi manula akan terus diperbarui dari Cloud kepada dokter untuk memperoleh saran yang nantinya akan muncul pada monitoring aplikasi.

Untuk pembuatan alat ini, ada beberapa tools penunjang baik itu berupa hardware maupun software. Perangkat tersebut diantaranya platform Telkomsel databox API, server storage floucloud, Bot, Robot Operating System (ROS), If This Then That (IFTTT), dan Wearable Device.

Alat ini memiliki kelebihan sebab diakses secara realtime dan menguaung supervisi lebih menyeluruh sebab ada modul ECG sensor jatuh dan membaca aktivitas abnormal.

“Kita juga menyediakan customer experience yang mudah dan customer journey yang efisien, tentunya juga sudah kami validasi sebelumnya,” pungkas Tomy.

Diharapkan alat ini membantu para tenaga medis meringankan beban di tengah aktifitas hariannya melalui aplikasi KEEP ini. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca juga:

Yuk Intip Review Apple Watch 6 Sebelum Membelinya


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH