Kedepankan 'Soft Aproach' Jelang Nataru, Polisi: Kami Tidak Sendiri Karo Penmas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah). (ANTARA/ HO-Polri)

Merahputih.com - Densus 88 antiteror Polri terus menyisir sejumlah lokasi yang ditengarai menjadi lokasi persembunyian para terduga teroris pasca bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Operasi ini terus digiatkan terlebih jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Tentunya dengan tetap mengedepankan soft approach. Terlebih jelang persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru. Kami tidak sendiri, dibantu TNI dan masyarakat," kata Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jumat (22/11).

Baca Juga:

Teror Bom di Polrestabes Medan Bukti Suburnya Paham Radikalisme di Indonesia

Polisi sendiri hingga saat ini sudah menangkap 74 orang terduga teroris. Hal itu buntut peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara.

Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris di Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11). (MP/Ismail)
Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris di Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11). (MP/Ismail)

Namun, polisi belum menjelaskan detail inisial maupun kronologis penangkapan para terduga teroris.

"74 yang sudah ditahan. Daerah mana saja masih menunggu dari Densus 88," jelasnya.

Baca Juga:

Teror Bom di Polrestabes Medan Bukti Suburnya Paham Radikalisme di Indonesia

Sebelumnya, hingga Selasa (19/11), Densus 88 Antiteror telah menangkap 71 orang terduga teroris di berbagai daerah pascabom bunuh diri di Polrestabes Medan. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH