Kedekatan Dengan Surya Paloh, Bikin Sutiyoso Gabung Partai NasDem Sutiyoso dan Siswono. (Foto: NasDem)

MerahPutih.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso resmi bergabung dengan Partai NasDem. Sebelumnya, merapat ke NasDem, Sutiyoso pernah jadi Ketu, Partai Keadilan dan Persatuan 2010 - 2015. Dengan bergabung dengan partai besutan Surya Paloh, ia mendapat jabatan anggota Dewan Pertimbangan NasDem.

"Kenapa saya bergabung dengan Partai NasDem? Jujur saja, saya punya hubungan yang sangat akrab dengan Pak Surya Paloh sejak saya menjadi Panglima Kodam Jaya dulu," ungkap Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (17/6).

Baca Juga:

Kedatangan Sutiyoso pun disambut Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Siswono Yudo Husodo. Bergabungnya Sutiyoso dengan NasDem, diharapkan dapat memberikan manfaat bukan hanya untuk partai, tapi juga bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia ke depan.

"Ketokohan Bang Yos tentu tak perlu diragukan lagi. Sebagai sosok pemimpin yang pernah dua periode menjabat Gubernur DKI Jakarta, dan juga seorang tokoh senior di TNI," ujar Siswono.

Siswono yang hadir dalam pertemuan antara Surya Paloh dan Sutiyoso saat menyatakan bergabung, langsung membahas strategi Pemilu 2024.

"Dengan tren kenaikan suara yang diperoleh itu, insyaallah pada Pemilu 2024 suara NasDem akan naik lagi," papar Siswono.

Partai NasDem dideklarasikan 26 Juli 2011 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Pada Pemilu 2019, partai ini meraih sebanyak 12.661.792 suara atau dengan jumlah kursi DPR RI yang didapat pun mencapai 59 kursi. Sedangkan pada Pileg 2014, Nasdem mendapatkan 8.402.812 atau 6,72 persen suara nasional atau hanya 36 kursi DPR. (Knu)

Baca Juga:

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: WWF Ternyata Organisasi Mafia Kejahatan Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: WWF Ternyata Organisasi Mafia Kejahatan Dunia

Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memaparkan informasi tentang organisasi WWF merupakan wadah bagi para mafia untuk menyamarkan berbagai aksi kejahatan.

Jadi Buron, Pelaku Tabrak Lari Pesepeda di Bundaran HI Diminta Serahkan Diri
Indonesia
Jadi Buron, Pelaku Tabrak Lari Pesepeda di Bundaran HI Diminta Serahkan Diri

Kepolisian sudah mengantongi identitas pengemudi mobil jenis Mercy series C300 penabrak pesepeda di kawasan Bundaran HI pagi tadi.

Pakar Nilai Pidana Aternatif Bisa Jadi Solusi Masalah Over Kapasitas Lapas
Indonesia
Pakar Nilai Pidana Aternatif Bisa Jadi Solusi Masalah Over Kapasitas Lapas

Kejahatan-kejahatan luar biasa misalnya kasus korupsi, tindak pidana terorisme dan bandar narkoba, tidak bisa dimasukkan dalam penerapan pidana alternatif

Kasus Kematian COVID-19 Meroket, DIY Dorong Warga Isoman di Selter COVID-19
Indonesia
Kasus Kematian COVID-19 Meroket, DIY Dorong Warga Isoman di Selter COVID-19

DIY mencatat jumlah kasus kematian pasien COVID-19 selama Juli 2021 meningkat enam kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

Provinsi Jabar-Bali Luncurkan Program UMKM Beli Bali
Indonesia
Provinsi Jabar-Bali Luncurkan Program UMKM Beli Bali

Beli Bali merupakan program saling memajukan UMKM dengan memasarkan produk-produk unggulan melalui platform aplikasi borongdong.id.

OJK akan Tambah Aturan Baru Terkait Debt Collector Pinjol
Indonesia
OJK akan Tambah Aturan Baru Terkait Debt Collector Pinjol

"Ini justru salah satu materi yang akan kami tambahkan POJK yang baru," jelas Dewi di Jakarta pada Senin (18/10).

Kapal Tiongkok Gentayangan di Natuna, Prabowo dan Luhut Harus Bersikap
Indonesia
Kapal Tiongkok Gentayangan di Natuna, Prabowo dan Luhut Harus Bersikap

Kalau tidak maka target 1 juta bph hanya angan-angan belaka

Aturan Baru, Makan di Warteg Maksimal 1 Jam
Indonesia
Aturan Baru, Makan di Warteg Maksimal 1 Jam

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kembali mengeluarkan instruksi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di seluruh wilayah Jawa-Bali.

Nama Greysia-Apriyani Diabadikan Menjadi Nama Gedung Olahraga
Indonesia
Nama Greysia-Apriyani Diabadikan Menjadi Nama Gedung Olahraga

Greysia Poli memiliki kenangan khusus saat mengikuti pelatihan di gedung PPOP tersebut

Ini Dia Rincian Penggunaan Rp14,7 Miliar dari 'Fee' Perusahaan Penyedia Bansos
Indonesia