Kedai Filosofi Kopi Bisa Besar Karena Punya Ini Chicco Jerikho salah satu owner kedai Filosofi Kopi (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

Seperti film "Filosofi Kopi", nama kedai Filosofi Kopi pun semakin besar. Kedai ini seakan menjadi acuan bagi kawula muda yang ingin dianggap gaul terutama di kota Jakarta.

Meski besar karena film dan novel "Filosofi Kopi", kedai kopi yang memiliki logo cangkir berwajah itupun tidak sembarangan dalam meracik kopi.

Salah satu owner Filosofi Kopi, Chicco Jerikho menjelaskan kedai Filosofi Kopi tak akan bisa bersaing dengan kedai kopi lainnya jika tidak memiliki sesuatu yang diandalkan.

ian ganteng
Chicco Jerikho dan Rio Dewanto (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

"Kayak di Filosofi Kopi kita punya perfecto, lestari dan tiwus, tiga-tiganya memang dari kopi Indonesia. Tetep dari kopi Indonesia yang house blend dari kita yang enggak dipunyain sama kedai lain," katanya kepada Merahputih.com beberapa waktu yang lalu.

Menurut pria yang juga bermain di film "Filosofi Kopi" itu, jika ingin membuat kedai kopi maka yang harus diperhatikan adalah sesuatu yang diandalkan di kedai tersebut.

"Yang paling penting kita enggak boleh ikut-ikutan. Kita harus punya signature kopi yang berbeda dari kedai yang lain. Apa yang harus disuguhkan," ujar Chicco. (*)

Selain artikel ini Anda juga bisa baca Chicco Jerikho Sepakat Kedai Filosofi Kopi Besar Karena Film



Muchammad Yani

YOU MAY ALSO LIKE