Kecam Unggahan Anji, PFI: Jangan Samakan Kerja Jurnalis Foto dengan Buzzer, Influencer dan Youtuber! Penyanyi Anji saat ditemui di Jakarta, Selasa (7/7/2020). (ANTARA/Yogi Rachman/aa)

MerahPutih.com - Postingan penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji di akun instagramnya @duniamanji yang menduga ada kejanggalan pada foto karya Joshua Irwandi, fotografer yang bekerja untuk National Geographic mendapat banyak kecaman. Salah satunya datang dari Organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI). PFI mengecam pernyataan Anji karena membuat opini penghakiman sepihak terhadap foto karya jurnalistik.

“PFI Pusat telah menghubungi Joshua Irwandi terkait foto tersebut untuk memastikan keabsahan dari karya jurnalistiknya yang viral itu. Dari hasil diskusi tersebut, Joshua telah mematuhi kode etik jurnalistik, mematuhi prosedur perizinan, dan mengikuti segala macam protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pihak rumah sakit,” kata Ketua PFI Pusat Reno Esnir Senin (20/7).

Baca Juga:

PFI Pamerkan 32 Karya Foto "Di Mana Istimewanya Yogyakarta?"

Sementara itu, Sekjen PFI Hendra Eka kepada MerahPutih.com menegaskan apa yang dilakukan Joshua dilindungi dan sudah berdasar pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Adapun jika memang ada pihak yang merasa dirugikan oleh produk jurnalistik bisa mengambil jalur pengaduan melalui Dewan Pers, bukan malah membentuk opini di media sosial. Mekanisme pengaduan hasil karya jurnalistik itu sudah diatur dalam UU Pers, karenanya profesi jurnalistik juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan

PFI lantas mengeluarkan enam pernyataan terkait pernyataan mantan personel Drive tersebut. “PFI mengecam dan mengutuk opini yang tidak berimbang dan terkesan dibuat-buat dari saudara Anji, yang menyebabkan keresahan di kalangan pewarta foto, fotografer, dan masyarakat umum,” ujar pria yang akrab disapa Eca itu.

PFI
Pewarta Foto Indonesia (Antara/FB Anggoro)

PFI juga mendesak Anji untuk meminta maaf secara terbuka kepada seluruh pewarta foto Indonesia dan menghapus unggahan di akun Instagram pribadinya terkait foto karya Joshua Irwandi.

Menurut Eca, sistem kerja jurnalistik pewarta foto sangat berbeda dengan buzzer, influencer, youtuber, vlogger dan sejenisnya. Dimana jurnalis merupakan profesi yang dilandasi dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan UU Pers. “Sedangkan mereka (buzzer, influencer, youtuber, vlogger dan sejenisnya) tidak ada,” kata Eca.

Baca Juga:

Pengamat Kritik Buzzer Piaraan Pemerintah Pecah Belah Rakyat

Selain itu PFI mendesak Anji meluruskan apa yang sebenar-benarnya terjadi, sebelum, saat, dan sesudah proses pengambilan foto jurnalistik karya Joshua Irwandi di Instagram.

Menurut Eca, sejatinya media National Geographic juga telah melakukan cek dan ricek terhadap karya Joshua sebelum dimuat ke medianya. “NG langsung mencari informasi sendiri terkait foto Joshua. Misalnya itu di rumah sakit mana, siapa dokternya dan lainnya. Sehingga benar-benar yakin bahwa itu adalah karya jurnalistik yang tidak direkayasa,” kata dia.

Sebelumnya, Anji mengomentari sebuah unggahan foto karya Joshua Irwandi mengenai jenazah pasien COVID-19 yang menjadi viral di media sosial. Anji menyebut ada beberapa kejanggalan dalam foto tersebut.

Foto Joshua itu memang begitu dramatis. Dia berhasil mengabadilan jenazah korban COVID-19 yang sudah dibungkus plastik sesuai dengan prosedur penanganannya. Foto tersebut tampak begitu berkelas dengan komposisi dan pencahayaan yang begitu bagus. Karenanya banyak orang yang begitu terperangah dengan karya jurnalistik Joshua.

Menanggapi hal itu, Anji pun berencana memberikan klarifikasi mengenai komentarnya terkait foto karya jurnalistik mengenai jenazah pasien COVID-19. (Kuh)

Baca Juga:

PFI akan Gelar Program Pelatihan Foto Jurnalis, Mau Ikutan?

Kredit : thomaskukuh

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH