Kebon Pala Terendam 3 Hari, PSI Pertanyakan Keseriusan Anies Selesaikan Banjir Banjir melanda permukiman di Cipinang Melayu, Jakarta, Senin (1/11/2021). ANTARA/Yogi Rachman

MerahPutih.com - Banjir yang merendam kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, selama 3 hari harusnya bisa diantisipasi oleh Pemerintah DKI. Sebab, bencana banjir ini tidak terjadi di tahun ini saja.

Maka dari itu, aggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana mempertanyakan keseriusan Gubernur DKI, Anies Baswedan untuk memenuhi janjinya dalam penanganan banjir.

Baca Juga

Pemprov DKI Tindak Lanjuti Daerah Penyangga Minta Dana Hibah Terkait Banjir

Menurut William, banjir ini terjadi akibat belum selesainya program pembangunan sodetan serta terhentinya pengadaan tanah yang kemudian akan digunakan dalam program naturalisasi dan normalisasi Sungai Ciliwung.

"Kami terus menagih janji dan keseriusan Gubernur Anies untuk menjalankan program penanganan banjir dari pembangunan sodetan hingga naturalisasi," terang William di Jakarta, Rabu (3/1).

Sejumlah anak-anak bermain di tengah genangan air saat curah hujan tinggi di Jalan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (27/10). ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan
Sejumlah anak-anak bermain di tengah genangan air saat curah hujan tinggi di Jalan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (27/10). ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan

Pasalnya program penanganan banjir tersebut termaktub dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 49 Tahun 2021 yang seharusnya dilakukan sejak Oktober 2021. Tapi, ternyata hingga sekarang pengadaan tanah dan pembangunan sodetan masih terhambat sengketa lahan sampai makelar tanah.

"Bahkan belum lagi Pemprov DKI Jakarta di akhir 2020 dapat complain dari Kementerian PUPR karena baru membebaskan lahan 16 hektar dari 40,67 hektar, jadi normalisasi belum bisa berjalan. Artinya, sudah satu tahun lebih Gubernur Anies terjegal masalah-masalah yang sama ” ujarnya.

William meminta Anies harus serius menangani banjir khususnya di sisa satu tahun terakhir jabatanya. Harusnya setelah 4 tahun menjabat, daerah rawan banjir seperti Kebon Pala ini dapat surut dengan lebih cepat.

"Kebon Pala banjir November 2017 lalu, masa banjir lagi sekarang. Jangan sampai masyarakat yang sudah menderita akibat pandemi terkena banjir yang seharusnya bisa diantisipasi” paparnya.

Ia pun mendesak Anies agar program-program penanganan banjir di hulu seperti normalisasi segera diselesaikan, dan program di hilir seperti sodetan diselesaikan pula. (Asp)

Baca Juga

Hujan di Bawah 100 mm Jakarta Banjir, Anies: Ada yang Salah di Dalam Manajemen

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Amankan Dokumen Terkait Suap Pengurusan Perkara di PN Surabaya
Indonesia
KPK Amankan Dokumen Terkait Suap Pengurusan Perkara di PN Surabaya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan suap pengurusan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur. Dokumen itu didapat penyidik KPK setelah berkoordinasi dengan pihak PN Surabaya.

Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Febri Diansyah Mengaku Akan Objektif
Indonesia
Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Febri Diansyah Mengaku Akan Objektif

Febri mengatakan telah bertemu langsung dengan Sambo dan Putri Candrawathi.

Polresta Surakarta Tetapkan 2 Panitia Sebagai Tersangka Pembunuhan Anggota Menwa UNS
Indonesia
Polresta Surakarta Tetapkan 2 Panitia Sebagai Tersangka Pembunuhan Anggota Menwa UNS

Penetapan tersangka ini berdasarkan tiga alat bukti, yakni keterangan saksi, tim ahli, dan alat bukti.

[HOAKS atau FAKTA]: Lagu Indonesia Raya Dinyanyikan Bahasa Jepang saat Kunjungan Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Lagu Indonesia Raya Dinyanyikan Bahasa Jepang saat Kunjungan Jokowi

Akun Twitter dengan nama pengguna “SinthaS5” mengunggah sebuah video yang menunjukkan upacara penyambutan Jokowi saat melakukan kunjungan ke Jepang.

KPK Garap 3 Anak Wali Kota Nonaktif Bekasi Rahmat Effendi
Indonesia
KPK Garap 3 Anak Wali Kota Nonaktif Bekasi Rahmat Effendi

Dalam mengusut kasus ini, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anak Rahmat Effendi, hari ini.

 Keseharian 'Raja OTT' Pasca Dipecat KPK: Urus Pesantren dan Berdagang
Indonesia
Keseharian 'Raja OTT' Pasca Dipecat KPK: Urus Pesantren dan Berdagang

Harun lahir dan besar di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama (NU) di Madura. Hal tersebut yang mendorong Harun mendirikan pesantren sekaligus mengajar mengaji untuk anak-anak di sekitar rumahnya di kawasan Bogor.

Persiapan Piala Dunia U-20, Pedagang Selter Manahan Diingatkan Batas Waktu Pindah
Indonesia
Persiapan Piala Dunia U-20, Pedagang Selter Manahan Diingatkan Batas Waktu Pindah

Relokasi selter pedagang di Stadion Manahan tinggal menunggu waktu, dalam penataan persiapan Piala Dunia U-20.

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi-Ahok Masuk Lima Besar Pemimpin Terbaik Paling Ditakuti di Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi-Ahok Masuk Lima Besar Pemimpin Terbaik Paling Ditakuti di Dunia

Jokowi pernah menyabet penghargaan kepemimpinannya yakni “Asian of The Year” tahun 2019

Lansia Dilarang Naik KRL Pagi dan Malam Selama PPKM Level 3
Indonesia
Lansia Dilarang Naik KRL Pagi dan Malam Selama PPKM Level 3

Jam operasional KRL pada masa PPKM Level 3 ini tetap pada pukul 04:00 – 22:00 WIB.

Pekerja DKI dengan Gaji Rp 4,7 Juta Tetap Dapat Bantuan Subsidi Upah
Indonesia
Pekerja DKI dengan Gaji Rp 4,7 Juta Tetap Dapat Bantuan Subsidi Upah

Pekerja dengan gaji di atas Rp 3,5 juta juga bakal ditransfer Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 600 ribu yang diberikan sekaligus.