Kebijakan Menhub Hapus 50 Persen Ketentuan Penumpang di Transoportasi Umum Keliru Penumpang KRL masih tampak ramai menggunakan moda transportasi umum itu di Stasiun Jakarta Kota meskipun DKI Jakarta telah menetapkan PSBB. ANTARA/Muhammad Zulfikar/am.

MerahPutih.com - Anggota DPD RI Fahria Idris menilai, mengkritik aturan kapasitas penumpang dalam transportasi umum sebesar 50 persen yang dihapus.

Menurutnya, membatasi jumlah penumpang dengan maksimal 50 persen kapasitas merupakan cara yang paling efektif dan aman untuk mencegah penularan COVID-19.

Baca Juga

Kasus Positif Naik Empat Kali Lipat, PKS Minta Anies Hati-hati Keluarkan Kebijakan

Pembatasan itu agar penumpang bisa menerapkan jarak dengan yang lainnya selama di angkutan umum. Saat ini ekonomi sudah mulai menggeliat lagi tentunya berdampak pada peningkatan jumlah penumpang angkutan umum.

Pengaturan operasional berbagai moda transportasi umum sangat siginifikan menyukseskan upaya pemerintah dan masyarakat untuk mengendalikan transmisi COVID-19.

"Kasus positif COVID-19 pun terus turun,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/6).

Dilaporkan ke polisi Fahira mengaku punya mental baja
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Jakarta, Fahira Idris. Foto: ANTARA

Fahira menerangkan ada potensi penularan dalam transportasi umum. Untuk itu, pemerintah perlu mengaturnya secara ketat. Ketentuan pembatasan itu merupakan syarat mutlak agar physical distancing bisa dilakukan. Jika dinaikkan batas persentasenya, masyarakat akan sulit menerapkan jaga jarak selama berada di angkutan umum.

Saat ini belum semua moda angkutan umum menjadikan surat kesehatan hasil PCR Swab sebagai syarat bagi penumpangnya, misalnya angkutan umum perkotaan. Kondisi ini harus menjadi pertimbangan jika persentase batas maksimal penumpang mau dinaikkan.

"Fokus kita saat ini adalah bagaimana kurva positif bisa melandai agar fase New Normal benar-benar bisa kita jalani dengan aman,” jelas Fahira.

Pengaturan operasional berbagai moda transportasi umum selama pandemi ini, sambung Fahira, sangat signifikan menyukseskan upaya dan usaha besar Pemerintah dan masyarakat untuk mengendalikan transmisi Covid-19 agar kasus positif terus turun.

“Kita tahu bersama, ada potensi penularan di dalam moda transportasi umum. Makanya kita tidak punya pilihan selain mengaturnya secara ketat," tegasnya.

Baca Juga

KRL Masih Terapkan Aturan Pembatasan Jumlah Penumpang

Batas penumpang maksimal 50 persen plus penerapan protokol kesehatan seperti yang diterapkan selama ini sudah ideal.

"Jangan dilonggarkan lagi. Saya berharap selama pandemi ini terlebih saat kita belum sepenuhnya berhasil mengendalikan transmisi penularan, berbagai kebijakan kelonggaran aturan transportasi umum, harap diputuskan dengan hati-hati,” tutup Fahira. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bos Pasar Muamalah Pesan Dinar dan Dirham dari PT Antam, Ambil Keuntungan 2,5 Persen
Indonesia
Bos Pasar Muamalah Pesan Dinar dan Dirham dari PT Antam, Ambil Keuntungan 2,5 Persen

Tersangka Zaim Saidi, pendiri Pasar Muamalah, Depok, Jawa Barat, diketahui memesan uang dinar dan dirham ke PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.

Ditemukan Satu Kasus COVID-19, Dua Juta Warga Australia Diisolasi
Dunia
Ditemukan Satu Kasus COVID-19, Dua Juta Warga Australia Diisolasi

Pihak berwenang memerintahkan penguncian selama lima hari di Perth setelah seorang penjaga keamanan di sebuah hotel ditemukan tertular virus.

PNS Kemensos Akui Karaoke di Club Raia dengan Penyuap Juliari Batubara
Indonesia
PNS Kemensos Akui Karaoke di Club Raia dengan Penyuap Juliari Batubara

PNS Kementerian Sosial (Kemensos) Robin Saputra mengakui pernah pergi bersama mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan sopirnya Sanjaya ke Karaoke Raia di SCBD, Jakarta Selatan.

Vaksinasi 1.695 Anggota TNI Soloraya, Mabes TNI Kerahkan 112 Nakes
Indonesia
Vaksinasi 1.695 Anggota TNI Soloraya, Mabes TNI Kerahkan 112 Nakes

"Sesuai dengan perintah langsung Panglima TNI, langsung Serbu Vaksin bagi jajaran prajurit," kata Ganip.

Kampung Jokowi Zona Hitam COVID-19, Ganjar: Mungkin Itu Bajumu
Indonesia
Kampung Jokowi Zona Hitam COVID-19, Ganjar: Mungkin Itu Bajumu

Ganjar juga mempertanyakan dasar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo dalam penetapan zona hitam.

Cemas Masa Depan Anak, Pilih Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin
Indonesia
Cemas Masa Depan Anak, Pilih Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin

Pandemi ini banyak mengubah pola hidup anaknya. Jika sebelumnya anaknya biasa bermain ramai-ramai, kini hanya dilakukan secara daring.

Secara Global, Sektor Pariwisata Diperkirakan Belum Bisa Pulih Tahun Depan
Indonesia
Karyawan Perusahaan dan Pengelola Apartemen Ikut Terseret Kasus Korupsi Asabri
Indonesia
Karyawan Perusahaan dan Pengelola Apartemen Ikut Terseret Kasus Korupsi Asabri

Dalam perkara ini, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 23,73 triliun. Saat ini penyidik Kejaksaan Agung sudah mulai melaksanakan proses klarifikasi penghitungan kerugian keuangan negara bersama auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Masjid Istiqlal Gelar Salat Id, Secara Kenegaraan Tidak Ada
Indonesia
Masjid Istiqlal Gelar Salat Id, Secara Kenegaraan Tidak Ada

Masjid Istiqlal dipastikan tidak melaksanakan salat Id kenegaraan yang dihadiri Presiden Jokowi dan para tokoh negera.

Anji Ungkap Perlakuan Polisi Terhadapnya Selama Diperiksa
Indonesia
Anji Ungkap Perlakuan Polisi Terhadapnya Selama Diperiksa

Ronaldo belum bisa mengungkap hasil pemeriksaan kesehatan tersebut