Kebijakan Aparat Keamanan di Papua Harus Hadirkan Rasa Aman Peta papua. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Penanganan Konflik di Papua harus dilakukan secara sinergis antara TNI-Polri dan melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

"Khusus di Intan Jaya dan Nduga , Wakapolda menyampaikan telah turun langsung ke Intan Jaya, dalam menyikapi sejumlah aksi teror yang dilakukan kelompok masyarakat di sana," kata Anggota Komisi I DPR RI Yan Permanes Mandenas di Jakarta.

Dia berharap, kebijakan aparat keamanan dalam menciptakan rasa aman dan kondusif secara menyeluruh di Tanah Papua diharapkannya menjadi prioritas penting.

Baca Juga:

JK Tegaskan Konflik Papua Bisa Diselesaikan

Menurut dia, tugas pokok Polri dan TNI adalah mendukung pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat, agar tercipta rasa aman, nyaman dan kondusif sehingga diharapkan perlu dilakukan bersama.

"Pelaku-pelaku kriminal harus ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan perbuatan mereka sehingga masyarakat bisa kembali hidup aman dan tenteram serta pemerintahan bisa berjalan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas saat berbincang dengan Wakil Kapolda Papua Brigjen Pol Matius D Fakhiri, Rabu. (ANTARA/HO)
Caption

Mantan Wakil Presiden mengatakan, semua konflik pada dasarnya bisa diselesaikan dengan jalan damai, namun setiap daerah konflik memiliki pendekatan berbeda untuk diselesaikan.

"Pada dasarnya, semua konflik itu bisa diselesaikan dengan jalur damai. Namun, untuk konflik Papua berbeda pendekatannya dengan di Aceh," kata JK dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Baca Juga:

Indonesia Tak Beli Putus Vaksin COVID-19 dari Tiongkok

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Perintahkan Cegah Lonjakan COVID-19 Saat Libur Panjang Oktober
Indonesia
Jokowi Perintahkan Cegah Lonjakan COVID-19 Saat Libur Panjang Oktober

Lonjakan kenaikan kasus COVID-19 saat musim libur panjang di akhir Agustus 2020 lalu jangan sampai terulang.

Satu Keluarga di Sukoharjo Ditemukan Tewas, Diduga Korban Pembunuhan
Indonesia
Satu Keluarga di Sukoharjo Ditemukan Tewas, Diduga Korban Pembunuhan

Keempat korban berinisial dan H selaku pasutri dan kedua anaknya berinisial R dan D merupakan satu keluarga yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Antisipasi Munculnya Klaster Baru COVID-19, Makam Gus Dur Masih Ditutup untuk Umum
Indonesia
Antisipasi Munculnya Klaster Baru COVID-19, Makam Gus Dur Masih Ditutup untuk Umum

Kedatangan tamu dari berbagai daerah tentunya sangat mengkhawatirkan

Polresta Surakarta Musnahkan Ribuan Liter Miras
Indonesia
Polresta Surakarta Musnahkan Ribuan Liter Miras

Polresta Surakarta, Jawa Tengah memusnahkan sebanyak 1.315 liter minuman keras berbagai jenis jelang Lebaran 1442 H. Minuman keras tersebut merupakan hasil operasi masyarakat (pekat) selama Januari-Mei.

Rizieq Dapat Makan, Minum Hingga Diberikan Waktu Buat Salat Selama Diperiksa
Indonesia
Polresta Surakarta Larang Konvoi Kampanye, Nekat Berkerumum Dibubarkan Paksa
Indonesia
Polresta Surakarta Larang Konvoi Kampanye, Nekat Berkerumum Dibubarkan Paksa

Polresta Surakarta, Jawa Tengah melarang adanya konvoi saat kampanye Pilwakot Solo berlangsng mulai tanggal 26 September sampai 6 Desember 2020

Pilkada Serentak  di Tengah Pandemi COVID-19, Politik Uang Subur atau Hilang?
Indonesia
Pilkada Serentak di Tengah Pandemi COVID-19, Politik Uang Subur atau Hilang?

Pengaturan politik uang dalam Undang-Undang Pilkada sesungguhnya lebih tegas dan aplikatif daripada Undang-Undang Pemilu.

Serap Penganguran, Jokowi Perintakan Kepala Daerah Perbanyak Program Padat Karya
Indonesia
Serap Penganguran, Jokowi Perintakan Kepala Daerah Perbanyak Program Padat Karya

Program-program padat karya untuk penciptaan lapangan pekerjaan sambil menunggu ekonomi kembali pulih sepenuhnya

Jokowi: Masih Beruntung Indonesia Tidak Sampai Lockdown
Indonesia
Jokowi: Masih Beruntung Indonesia Tidak Sampai Lockdown

Presiden Jokowi menyatakan bahwa masyarakat perlu bersyukur Indonesia tidak sampai menerapkan karantina wilayah atau lockdown.

Tak Ada Niat Timbulkan Luka Berat, Kedua Penyerang Novel Disebut Hanya Ingin Beri "Pelajaran"
Indonesia
Tak Ada Niat Timbulkan Luka Berat, Kedua Penyerang Novel Disebut Hanya Ingin Beri "Pelajaran"

Perbuatan terdakwa menambahkan air aki ke dalam mug tidak menghendaki luka berat pada diri saksi korban Novel Baswedan.