Kebiasaan Positif yang Muncul Berkat COVID-19 Virus corona (Foto: Pixabay/congerdesign)

SETIAP musibah pasti ada hikmahnya. Begitupun yang terjadi pada pandemi virus corona baru atau COVID-19. Salah satunya yakni keseharian kita yang lebih sehat dibandingkan sebelum virus asal Wuhan, Tiongkok ini menyerang.

Dilansir dari Antaranews.com, Medical Expert Combiphar, dr Sandi Perutama Gani menjelaskan jika ada 55 persen orang yang lebih sering mengonsumsi air putih. "Dulu berapa banyak yang belum konsisten. Kita harapkan (kebiasaan konsumsi air putih lebih banyak) tetap dilakukan," katanya.

Baca juga:

Psikolog: Rahasia Anti Galau saat Tidak Bisa Mudik

Pakar kesehatan memang menganjurkan orang-orang untuk mengonsumsi air putih setidaknya dua liter per hari. Jumlah tersebut bisa lebih disesuaikan tergantung kegiatan yang dilakukan.

Air minum (Foto: Pixabay/congerdesign)
Air minum (Foto: Pixabay/congerdesign)

Hal positif lainnya yakni orang lebih sering mencuci tangan guna memastikan kebersihan tangan mereka. Hasil survei membuktikan setidaknya ada 85 persen orang yang melakukan hal tersebut.

Bukan hanya virus corona saja, banyak penyakit dan ancaman kesehatan yang dapat menyebar dengan tak mencuci tangan. Saat tangan terkontaminasi oleh bakteri dan virus, mereka bisa masuk ke dalam tubuh atau berpindah dari satu orang ke orang lain.

Baca juga:

Bahaya Hipertensi Bagi Pasien COVID-19

"Perilaku hidup bersih dan sehat, sederhana, bukan hal baru tapi gara-gara COVID-19, kita jadi belajar kembali dan melakukan kembali PHBS. Masy Indonesia jadi lebih sadar, ternyata jorok makan tidak cuci tangan," tutur Sandi.

Mencici tangan (Foto: Pixabay/Couleur)
Mencici tangan (Foto: Pixabay/Couleur)

Seperti yang diketahui, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun menjadi anjuran pakar kesehatan untuk dilakukan, terutama saat di luar rumah. Alternatif lainnya yakni menggunakan hand sanitizer. Saat ini, orang-orang juga lebih sering mengonsumsi sayur dan buah serta rutin untuk berolahraga atau hanya sekadar berjemur.

Bebiasaan positif ini menurut Sandi muncul karena tiga kekhawatiran besar. Pertama berapa lama pandemi akan berlangsung. Kemudian, khawatir pada keselamatan diri dan keluarga. Terakhir, ketakutan menjadi pembawa atau berkontribusi menyebarkan virus.

"Kalau abai pada gaya hidup bersih dan sehat, takutnya bisa memicu gelombang lanjutan COVID-19," tutur Sandi. (Yni)

Baca juga:

Jaga Kesehatan Mental selama Pandemi, Physical Distancing Picu Depresi dan Keinginan Bunuh Diri


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH