Kesehatan Mental
Kebiasaan New Normal Akankah Bertahan? Diperkirakan, perilaku kita akan kembali normal setelah pandemi berakhir. (Foto unsplash/@mehrinegarin)

BANYAK kebiasaan yang lahir sejak corona virus melanda. Saat ini, pasti kamu tidak lagi heran jika melihat orang-orang yang menggunakan masker, shower cap, face shield, dan sarung tangan ketika sedang berbelanja. Bahkan, bisa jadi kamu adalah salah satu dari mereka yang sangat preventif ketika hendak bepergian keluar rumah.

Coba bayangkan satu tahun yang lalu. Mungkin, kamu akan menertawakan orang-orang tersebut dan menganggap mereka sebagai freak. Nah, fenomena itu merupakan bagian dari gaya hidup kenormalan baru yang saat ini sedang kita terapkan.

BACA JUGA:

Sesuaikan dengan Sifat dan Kepribadian, ini 4 Ide Hadiah Natal

New normal pun bukan baru kali saja terjadi. Ketika Ramadan yang dirayakan lebih dari 87,2% masyarakat Indonesia, banyak yang mengubah pola makan, jam tidur, bersekolah hanya setengah hari, serta kesadaran untuk menjaga jarak karena aroma mulut yang kurang sedap.

Kebiasaan kita saat ini dipicu oleh rasa takut. Apa akan bertahan lama? (Foto Unsplash/@martinsanchez)
Kebiasaan kita saat ini dipicu oleh rasa takut. Apa akan bertahan lama? (Foto Unsplash/@martinsanchez)

Para nonmuslim akan ikut melakukan kesadaran untuk tidak sembarangan makan dan minum di depan umum untuk menghormati mereka yang sedang berpuasa. Puasa membuat para umat muslim melatih kebiasaan dan pemaknaan baru, salah satunya ialah rasa lapar yang dimaknai sebagai pelajaran untuk merendahkan hati.

Kala Ramadan berakhir, umat muslim berharap agar kebiasaan baik akan terbawa di bulan-bulan berikutnya mulai dari menahan godaan makan, tidak terjebak dengan kehidupan malam yang identik dengan minuman beralkohol, tak terpancing untuk bergosip, dan rajin baca kitab suci.

COVID-19 membuat kita harus menerapkan new normal. (Foto unsplash/@kilianfoto
COVID-19 membuat kita harus menerapkan new normal. (Foto unsplash/@kilianfoto)

Sayangnya, kebiasaan-kebiasaan tersebut kerap mengendur sampai kemudian diingatkan kembali pada Ramadan tahun berikutnya. Lantas, apakah new normal yang mempromosikan kebersihan dan kesehatan ini akan benar-benar mengubah perilaku kita di masa depan? Sampai kapan akan bertahan?

Menurut penelitian dari BAYK Strategic Sustainability, perubahan itu butuh pemicu. Pemicu new normal saat ini ialah rasa takut, sakit, dan kecemasan. Karena takut terkena COVID-19, lebih dari 60% orang bekerja dan beribadah dari rumah. Mereka mengakui bahwa WFH lebih bisa membuat mereka irit ongkos transportasi dan biaya makan di luar rumah.

Setelah vaksin hadir dan pandemi berakhir, amat mungkin rasa takut dan cemas akan hilang karena sudah tidak ada lagi kabar mengenai kematian, rumah sakit yang penuh, serta tidak diperlukan lagi protokol kesehatan yang sangat berlebihan ketika ingin bepergian. Karena pemicunya hilang, the old normal amat mungkin kembali berlaku.

BACA JUGA:

3 Film Natal yang Relate Banget Untuk Kaum Milenial dan Z

Sebagian lain ada yang merasa mendapat pencerahan atas pandemi ini. Mulai dari urusan higienitas, stay at home, belajar, dan masak di rumah, serta pola konsumsi.

Dari penelitian BAYK, yang akan ngegas setelah pandemi usai ialah para UMKM, terutama di sektor kreatif yang memiliki produk dengan social currency alias mata uang sosial. Hal itu bisa mengangkat pencitraan seseorang.

Buat kamu nih, apakah kira-kira kamu tetap memperhatikan kesehatan dan kebersihan ketika pandemi berakhir?(SHN)

Baca Juga:

3 Film Natal 2020 yang Sayang Dilewatkan

Penulis : shenna shenna
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menutup Tempat Makan Outdoor Bisa Membantu Meredakan COVID-19?
Fun
Restoran Ramen Paling Lezat di Dunia Ini Hanya Buka Cabang di New York
Fun
Restoran Ramen Paling Lezat di Dunia Ini Hanya Buka Cabang di New York

Apa yang membuat restoran ini begitu spesial?

'The New Mutants', Film Horor bukan tentang Superhero
Fun
'The New Mutants', Film Horor bukan tentang Superhero

Sutradaranya mengatakan ia seperti membuat film bergenre horor dalam universe X-Men

‘New Pokemon Snap’ akan Hadir di Nintendo Switch, Mengakhiri 20 Tahun Penantian
Fun
‘New Pokemon Snap’ akan Hadir di Nintendo Switch, Mengakhiri 20 Tahun Penantian

20 tahun penantian penggemar Pokemon akhirnya berakhir.

Nasibmu Kaki, Jarang Diperhatikan
Fun
Nasibmu Kaki, Jarang Diperhatikan

Kaki memang luput dari perhatian.

Kanye West Pinjam Uang untuk Kampanye Presiden AS
ShowBiz
Kanye West Pinjam Uang untuk Kampanye Presiden AS

West menghabiskan Rp100 miliar untuk kampanye presiden AS.

Justin Bieber bakal nge-rap di lagu WHAT'S POPPIN Milik Jack Harlow
ShowBiz
Literasi Digital Bantu Anak Lebih Mandiri
Hiburan & Gaya Hidup
Literasi Digital Bantu Anak Lebih Mandiri

Menurut pakar ilmu komputer dari Smart Learning Center and Character PGRI, Richardus Eko Indrajit, kemampuan literasi digital bagi para siswa sangat penting.

Hari Kanker Sedunia, Yuk Pahami Sel Kanker Beserta Stadiumnya
Hiburan & Gaya Hidup
Hari Kanker Sedunia, Yuk Pahami Sel Kanker Beserta Stadiumnya

Tingkat keparahan atau stadium kanker ditentukan berdasarkan perkembangan sel kanker.

'Mulan' Dirilis, Tagar Mulan Bersaing dengan Tagar BoycottMulan di Twitter
ShowBiz
'Mulan' Dirilis, Tagar Mulan Bersaing dengan Tagar BoycottMulan di Twitter

Aktivis pro-demokarasi Hong Kong, Joshua Wong, menggencarkan kembali tagar #BoycottMulan.