Keberadaan Djoko Tjandra Masih Misteri, Mahfud Bakal Panggil 4 Institusi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. ANTARA/HO-Humas Kemenko Polhukam

Merahputih.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengaku belum mendapat laporan apapun dari sejumlah institusi yang tengah disorot dalam kasus buron Djoko Tjandra.

Keempat institusi itu yakni Kepolisian, Kejaksaan Agung, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementeri Dalam Negeri. Mahfud akan memanggil empat institusi itu untuk meminta laporan kasus lolosnya Djoko Tjandra.

Baca Juga

Dianggap Remehkan Djoko Tjandra, Yasonna Layak Direshuffle

Mahfud menjelaskan empat institusi yang akan dipanggil ini memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing berkaitan dengan Djoko Tjandra. Untuk Kemendagri terkait kependudukan.

Sementara kepolisian dan Jaksa Agung berkaitan dengan penegakan hukum dan keamanan. Adapun Kemenkumham terkait dengan imigrasi.

"Belum ada laporan. Kita akan koordinasi," kata Mahfud dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (8/7).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menegaskan masyarakat harus tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam proses penangkapan Djoko Tjandra.

Djoko Tjandra. (Foto: Antara/Ist)
Djoko Tjandra. (Foto: Antara/Ist)

Jika pemerintah dan aparat keamanan bersedia membuka secara transparan segala proses berkaitan dengan Djoko Tjandra, dia meyakini tak akan menimbulkan kecurigaan apapun di masyarakat.

"Di dalam negara demokrasi itu masyarakat harus tahu semua proses-proses yang tidak akan menyebabkan terbongkarnya rahasia sehingga seseorang bisa tambah lari. Semua proses harus terbuka dan disoroti masyarakat," kata dia.

Djoko Tjandra menjadi buron atas kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang menjeratnya pada 1997 lalu. Djoko menjadi buron sejak 2009.

Baca Juga

Djoko Tjandra tak Berstatus DPO Saat Bikin e-KTP

Baru-baru ini dia diketahui masuk ke Indonesia dan sempat mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Djoko bahkan masih sempat membuat e-KTP untuk memenuhi persyaratan pengajuan PK.

Mahfud telah memerintahkan Jaksa Agung dan polisi untuk segera menangkap Djoko Tjandra saat menghadiri persidangan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lockdown Bisa Picu Kemarahan Jika Pemerintah Gagal Penuhi Kebutuhan Rakyat
Indonesia
Lockdown Bisa Picu Kemarahan Jika Pemerintah Gagal Penuhi Kebutuhan Rakyat

Trubus menambahkan, salah satu cara lain yakni dengan mengaktifkan peran serta masyarakat.

Pengacara Sesumbar Djoko Tjandra tidak Takut Dicokok, Tapi kok Sidang Mangkir Terus?
Indonesia
Pengacara Sesumbar Djoko Tjandra tidak Takut Dicokok, Tapi kok Sidang Mangkir Terus?

Kuasa hukum berdalih Djoko Tjandra mangkir sidang PK karena sakit.

Puluhan Tenaga Medis Semarang Terpapar COVID-19, Dokter Tirta: Kejujuran Masyarakat Sangat Penting
Indonesia
Puluhan Tenaga Medis Semarang Terpapar COVID-19, Dokter Tirta: Kejujuran Masyarakat Sangat Penting

Dokter Tirta merupakan salah seorang influencer yang kini tengah aktif mengampanyekan pencegahan virus corona bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

KPK Diwanti-wanti Kawal Anggaran Rp3,3 T Ruangguru di Program Kartu Pra Kerja
Indonesia
KPK Diwanti-wanti Kawal Anggaran Rp3,3 T Ruangguru di Program Kartu Pra Kerja

Sebab, salah satu platform belajar online itu pada 2019 lalu mengumumkan pendanaan Seri C sebesar US$ 150 Juta atau sekitar Rp 2,1 triliun.

Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan Diturunkan Tertibkan Warga tak Pakai Masker
Indonesia
Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan Diturunkan Tertibkan Warga tak Pakai Masker

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, tim khusus ini untuk mengendalikan masyarakat agar tertib protokol kesehatan.

Tingkat Keterisian RS COVID-19 di DKI Capai 79 Persen
Indonesia
Tingkat Keterisian RS COVID-19 di DKI Capai 79 Persen

Keterpakaian tempat tidur rawat inap dan ruang ICU di 98 RS Rujukan COVID-19 di Jakarta terjadi peningkatan selama sebulan terakhir.

Dosen FH UNS Meninggal Akibat COVID-19, 2 Anaknya Isolasi Mandiri
Indonesia
Dosen FH UNS Meninggal Akibat COVID-19, 2 Anaknya Isolasi Mandiri

"Almarhum merupakan sosok pribadi yang baik dan berprestasi. Kami merasa kehilangan dengan sosoknya (Prasetyo) di UNS sebagai salah satu dosen terbaik," kata Jamal

Status PSBB Jakarta Belum Jelas, Polisi Gamang Terapkan Ganjil Genap
Indonesia
Status PSBB Jakarta Belum Jelas, Polisi Gamang Terapkan Ganjil Genap

Hingga kini, Anies belum memberi kepastian apakah PSBB bakal diteruskan atau tidak.

Tak Ingin Ada Klaster Pendidikan di Jabar, Ridwan Kamil: Hati-Hati Membuka Sekolah
Indonesia
Tak Ingin Ada Klaster Pendidikan di Jabar, Ridwan Kamil: Hati-Hati Membuka Sekolah

Pondok pesantren diminta mengajukan surat permohonan kepada gugus tugas COVID-19