Kebenaran Pahit yang Diajarkan Marvel Kepada Penikmatnya Kebenaran pahit yang terkandung di film marvel. (Foto: Fatherly.com)

KITA bisa menghafal seluruh alur cerita superhero yang dibuat oleh Marvel Cinematic Universe (MCU). Dikemas dengan visual dan alur cerita serta karakter yang kuat. Cerita-cerita superhero Marvel mampu menghiptonis semua orang dari berbagai kalangan.

Namun terlepas dari visualisasi yang menakjubkan dan alur cerita yang menarik. Pada garapan MCU terkandung pesan moral yang menjelaskan sisi-sisi gelap dari realita kehidupan. Simak kebenaran yang pahit ada dalam film MCU yang bisa menyadarkan anak-anak tentang kekejaman dunia.


1. Talenta mengalahkan kerja keras

marvel
Tony Stark lahir dengan segala kekayaan dan kepintaran. (Foto: Forbes)

Avengers merupakan kumpulan pahlawan yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dunia. Sebagian besar orang pasti pernah bermimpi untuk menjadi salah satu anggota Avengers. Sebagai orang-orang spesial yang bertalenta dan berjiwa mulia, tentunya kelompok ini menjadi panutan bagi anak-anak. Meskipun begitu, Avengers menyadarkan bahwa orang yang memiliki talenta pasti akan lebih unggul. Sekeras apapun usahamu untuk berusaha mengalahkan mereka.

Anak-anak diajarkan cara terbaik untuk meraih cita-cita adalah percaya pada diri sendiri dan untuk berusaha sekeras mungkin. Meskipun begitu, film superhero memaksa anak-anak untuk menerima kenyataan bahwa seluruh dedikasi serta perjuangan berat itu akan terkalahkan oleh seseorang yang memang lahir dengan bakat dan talenta natural.

Tanpa melupakan fakta bahwa Avengers merupakan kumpulan orang dengan berbagai latar belakangnya. Nilai moral yang terkandung dari film itu bahwa bekerja keras dan percaya pada diri sendiri itu penting, namun kita juga harus siap kalah dan gagal karena akan ada pengganti bakat. Setiap orang memiliki bakat, dan kita harus bisa mengetahui apa bakat kita untuk bisa mengembangkannya.

2. Orang jahat bisa terlihat sangat menarik

marvel
Loki memiliki pribadi yang mempesona tapi manipulatif. (Foto: Inverse)

Contohnya ketika Loki berusaha untuk berpidato di tengah-tengah kumpulan orang yang telah dihipnotis olehnya. Terkadang orang jahat memiliki karisma yang luar biasa dan sangatlah menarik. Dari fitur karismatik yang ditampilkan, tidak jarang kamu akan terbuai dengan sikap manipulatifnya. Loki karakter jahat, egois, dan manipulatif. Meskipun begitu kita tidak bisa menyangkal bahwa Loki punya karisma, mempesona, tampan, dan disukai banyak orang.

Ini bisa membuka mata anak-anak bahwa tidak semua yang baik berparas rupawan itu baik dan tidak semua yang jahat berparas buruk. Anak-anak diajarkan bahwa hanya jika seseorang memiliki senyuman yang menawan, artinya dia memiliki niat yang baik dan murni.

3. Kamu tidak bisa memilih keluargamu

marvel
Kamu tidak bisa memilih saiapa yang akan menjadi keluargamu. (Foto: Film)

Thor, sang dewa petir yang pintar, baik hati dan disegani semua orang harus memiliki saudara tiri laki-laki seperti Loki. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menipu Thor demi mendapatkan kekuasaan. Meskipun begitu, nilai moral dalam fenomena ini adalah kita tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi keluarga kita. Apapun yang harus kita lakukan adalah bergumul dengan segala permasalahan yang ada karena keluarga adalah keluarga. Anak-anak akan diajarkan akan ada hal buruk atau negatif yang memang tidak bisa diubah atau disingkirkan dalam hidup kita. Kita tidak bisa melakukan hal lain selain berusaha untuk hidup dengan itu.


4. Persahabatan bisa hancur

marvel
Perselisihan sengit Rogers dan Stark mengajarkan tentang lika liku persahabatan. (Foto: Bustle)

Hubungan pertemanan antara Captain America dengan Tony Stark dapat dijadikan contoh bahwa tidak semua persahabatan itu pasti akan berlangsung selamanya dan selalu baik-baik saja.

Dari awal keduanya bergabung dalam The Avengers, mereka memiliki hubungan yang tegang dan kurang akur. Meskipun begitu, tetap ada rasa saling hormat antara keduanya. Kondisi itu seperti melengkapi pertemanan mereka sehingga membuat keduanya terkualifikasi sebagai ketua dari grup super The Avengers.

Seiring dengan berjalannya waktu, persahabatan semakin lama semakin renggang. Dari teman, Stark dan Rogers bermusuhan dan kerap berkelahi. Ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak bahwa tidak semua persahabatan bisa terjalin seumur hidup. Membangun dan mempertahankan berbagai aspirasi serta tujuan hidup dalam pertemanan itu tidaklah mudah. (shn)



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH