Kebakaran Hong Kong, Pemerintah Lakukan Penyelidikan di tegah Tekanan China

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 01 Desember 2025
 Kebakaran Hong Kong, Pemerintah Lakukan Penyelidikan di tegah Tekanan China

Kebakaran besar di kompleks hunian Wang Fuk Court di Hong Kong. (Dok. Media Sosial)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KEBAKARAN kompleks apartemen tingkat tinggi Wang Fuk Cour di distrik Tai Po, Hong Kong Utara, menewaskan 146 orang. Kebakaran besar ini menjadi yang terburuk dalam 75 tahun di Hong Kong. Meski begitu, penyebab kebakaran di kompleks apartemen bertingkat tinggi itu masih diselidiki di tengah kemarahan publik atas peringatan risiko kebakaran yang terlewatkan serta bukti praktik konstruksi yang tidak aman.

Kebakaran yang melalap tujuh menara hunian dekat perbatasan dengan Tiongkok daratan itu mengejutkan Hong Kong, dan pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan pidana dan korupsi.

Polisi Hong Kong dikabarkan telah menahan Miles Kwan, 24, (Sabtu (29/11). Ia termasuk kelompok yang meluncurkan petisi menuntut penyelidikan independen atas kemungkinan korupsi serta peninjauan pengawasan konstruksi. Namun, Polisi Hong Kong belum memberikan komentar.

Petisi daring yang dipromosikan kelompok itu menarik lebih dari 10.000 tanda tangan pada Sabtu sore sebelum akhirnya ditutup. Petisi kedua dengan tuntutan serupa diluncurkan tak lama kemudian oleh seorang warga Tai Po yang tinggal di luar negeri, dan telah mengumpulkan lebih dari 2.700 tanda tangan pada Minggu. “Pemerintah berutang kepada warga Hong Kong. Mereka wajib memberikan akuntabilitas yang nyata dan jelas,” demikian isi petisi tersebut.

Di lain sisi, Beijing malah memperingatkan akan menggunakan undang-undang keamanan nasional untuk menindak setiap protes anti-China yang muncul setelah tragedi tersebut. Otoritas keamanan nasional China pada Sabtu memperingatkan individu agar tidak memanfaatkan bencana ini untuk menjerumuskan Hong Kong kembali ke kekacauan seperti pada 2019, ketika aksi prodemokrasi besar-besaran menantang Beijing dan memicu krisis politik.

Baca juga:

9 WNI Tewas dalam Kebakaran, KJRI Hong Kong Bentuk Tim Koordinasi Pemulangan Jenazah



“Kami memberikan peringatan keras kepada para pengacau anti-China yang mencoba ‘mengacaukan Hong Kong melalui bencana’. Apa pun metode yang digunakan, Anda pasti akan dimintai pertanggungjawaban dan dihukum tegas,” kata pihak China.



Polisi Tahan Pihak yang Diduga Bertanggung Jawab





Pihak berwenang telah menangkap 11 orang terkait dengan kebakaran tersebut. Di saat yang sama, mereka menyelidiki dugaan korupsi dan penggunaan material tidak aman selama proses renovasi kompleks tersebut.

Operasi penyelamatan selesai pada Jumat, meski polisi mengatakan mereka mungkin menemukan lebih banyak jenazah saat menelusuri bangunan-bangunan hangus yang berbahaya itu. Kebakaran yang terjadi Rabu sore itu dengan cepat melalap tujuh dari delapan blok setinggi 32 lantai, yang dibungkus perancah bambu serta jaring hijau dan dilapisi busa isolasi untuk kebutuhan renovasi.

Pihak berwenang mengatakan alarm kebakaran di kompleks yang dihuni lebih dari 4.600 orang tersebut tidak bekerja dengan baik.

Kebakaran ini merupakan yang paling mematikan di Hong Kong sejak 1948, ketika 176 orang tewas dalam kebakaran gudang.

Para penghuni Wang Fuk Court diberi tahu pihak berwenang tahun lalu bahwa mereka menghadapi risiko kebakaran yang relatif rendah setelah mengajukan keluhan mengenai bahaya kebakaran akibat renovasi. Para penghuni menyampaikan kekhawatiran pada September 2024, termasuk mengenai potensi mudah terbakar pada jaring pelindung berwarna hijau yang digunakan kontraktor untuk menutupi perancah bambu.

Polisi mengatakan pencarian menyeluruh terhadap semua bangunan rusak berat itu dapat memakan waktu tiga hingga empat minggu untuk diselesaikan.(dwi)

Baca juga:

Kebakaran Hong Kong, Warga Padati Lokasi Sampaikan Duka Cita untuk para Korban

#Hong Kong #Kebakaran #China
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Peringatan oranye menandakan kemungkinan kerusakan signifikan dengan dampak yang dapat meluas. USGS memperkirakan kerugian ekonomi kurang dari satu persen produk domestik bruto (PDB) China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Indonesia
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini mempengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Kuliner
Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Starbucks China menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengalaman di dalam toko bagi para pelanggan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
 Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Bagikan