Kebakaran Hong Kong, Pekerja ART Migran yang Jadi Korban Terjebak dalam Ketidakpastian dan kini Butuh Dukungan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 01 Desember 2025
Kebakaran Hong Kong, Pekerja ART Migran yang Jadi Korban Terjebak dalam Ketidakpastian dan kini Butuh Dukungan

Pekerja migran korban kebakaran Hong Kong terjebak ke dalam ketidakpastian dan butuh dukungan.(foto: Instagram @hongkongfp/hillary leung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — VICTORIA Park, Hong Kong, terasa suram, Minggu (30/11). Suara isak tangis terdengar di berbagai titik taman terkenal di Hong Kong tersebut. Ratusan pekerja migran mengenang para korban kebakaran apartemen tinggi Wang Fuk Court yang terjadi pada Rabu lalu.

Kebakaran terburuk di Hong Kong dalam lebih dari satu abad itu disebut telah menewaskan 146 orang. Setidaknya 10 dari 146 orang yang tewas dalam kebakaran yang melanda menara apartemen tinggi Wang Fuk Court adalah pekerja migran, sebuah segmen tenaga kerja yang sering diabaikan. Sambil berdoa untuk teman-teman yang masih hilang, banyak dari mereka merasa berada dalam ketidakpastian setelah bencana tersebut.

Seperti dilansir AFP, mengacu pada informasi dari berbagai konsulat, puluhan pekerja migran masih belum ditemukan. Hong Kong sendiri merupakan rumah bagi hampir 370 ribu pekerja rumah tangga migran, sebagian besar perempuan dari Filipina dan Indonesia. Mereka bekerja merawat bayi dan orang lanjut usia di kota dengan populasi menua tersebut.

Konsulat Manila di Hong Kong mengatakan seorang perempuan bernama Maryan Pascual Esteban tewas dalam kebakaran, meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dan keluarganya di Cainta, Rizal. Satu warga Filipina lainnya terluka dan status tujuh lainnya masih belum dapat diverifikasi.

Sementara itu, Konsulat Jakarta menyebutkan sembilan warga Indonesia tewas dalam kebakaran itu, satu terluka, dan 42 lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Baca juga:

95 WNI Selamat dalam Kebakaran Apartemen di Hong Kong, Lapor KJRI




Ketidakpastian dan Harapan akan Dukungan




Juru bicara Asian Migrants’ Coordinating Body Shiela Tebia mengatakan lebih dari 50 penyintas telah mencari bantuan dari lembaganya. Tebia mengatakan para perempuan itu sangat membutuhkan pakaian, terutama pakaian dalam, karena kartu identitas dan paspor mereka ikut hangus terbakar.

“Mereka masih memproses semuanya, dan beberapa bahkan tidak bisa tidur dengan baik. Mereka juga trauma,” kata Tebia, dikutip AFP.

Meski dalam kondisi itu, kata Tebia, mereka tetap harus mendukung majikan mereka karena majikan mereka juga sedang berduka. Tebia mengatakan bebrapa konsulat telah menjanjikan bantuan bagi para korban, tapi rincian konkret belum ada.

Ketua Indonesian Migrant Workers Union Sringatin mengatakan konsulat tidak dapat menyediakan informasi tepat waktu, sedangkan kelompoknya berupaya membuat orang tidak panik.

Keluarga dari setiap korban yang meninggal akan menerima bantuan pemerintah sebesar 200.000 dolar Hong Kong sekira Rp 428 juta. Namun, itu hanya langkah awal. “Bagaimana dengan mereka yang selamat? Mereka yang masih berada di Hong Kong, mereka kehilangan semua yang mereka miliki,” kata Direktur Eksekutif Bethune House, rumah perlindungan bagi perempuan migran, Edwina Antonio

Antonio mendesak pemerintah untuk menyertakan pekerja migran ketika memberikan bantuan finansial, karena mereka sering menjadi satu-satunya pencari nafkah bagi keluarga mereka.(dwi)


Baca juga:

Nasib 76 WNI di Wang Fuk Cour Hong Kong Masih Gelap, Waktu Pemulangan Jenazah ke RI Belum Past

#Hong Kong #Kebakaran #Tenaga Kerja Wanita
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini mempengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
BNPB akan memetakan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di pemerintah pusat maupun daerah sebelum menentukan kebutuhan bantuan tambahan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BNPB Baru Akan Pertimbangkan Usulan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Indonesia
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
Dudung turut merespons pertanyaan mengenai dampak karhutla yang saat ini turut dialami negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Dampak Karhutla Dikeluhkan Singapura dan Malaysia, Prabowo Panggil Para Menteri
City Property
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memprioritaskan berbagai upaya preventif terhadap potensi kebakaran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Jakarta Langganan Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Putung Rokok Sembarangan
Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Indonesia
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara akibat kebakaran rumput di sekitar runway 18. Asap tebal picu delay dan pengalihan rute penerbangan!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Indonesia
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Bagikan