Kebakaran Gedung FKIP UNS Solo Diduga akibat Korsleting Listrik Ruangan gedung A FKIP UNS Solo, Jawa Tengah terbakar, pada Kamis (7/7). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kebakaran melanda ruangan gedung A lantai satu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (7/7). Insiden itu diduga karena korsleting listrik.

Kapolsek Jebres, Suharmono mengatakan, kejadian kebakaran terjadi pada pukul 07.00 WIB. Api muncul pada bagian gedung bawah dalam kondisi sudah membesar.

Baca Juga

Isi Seminar di Kampus UNS, Ganjar Didemo Mahasiswa dengan Poster "SaveWadas"

"Kita dapat laporan petugas kampus ada kebakaran langsung menuju lokasi. Petugas damkar datang langsung memadamkan api," kata Suharmono, Kamis (7/7).

Selang 30 menit kemudian, kata dia, api bisa dipadamkan. Petugas damkar melakukan pendinginan lokasi kejadian untuk memastikan api benar-banar padam.

Ia menambahkan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Lokasi kebakaran sudah dilakukan bersih-bersih oleh pihak UNS.

Baca Juga

Berlakukan Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa UNS Diminta Segera Cari Indekos

Rektor UNS Solo, Prof Jamal Wiwoho mengatakan, ruangan yang terbakar tersebut sedianya akan dijadikan tempat Pendidikan Profesi Guru (PPG). Namun, karena peristiwa tersebut acara dibatalkan

"Jadi kondisi kampus kosong karena mahasiswa belum datang saat kejadian," kata dia.

Ia mengatakan kegiatan perkuliahan tetap berlangsung, tetapi lokasinya digeser. Untuk kerugian belum bisa diketahui.

"Kami masih melakukan inventarisasi terkait barang-barang yang terbakar," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Pakar Wisata UNS Sebut Konsep Wisata Massal Sudah Berubah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Siswa Positif COVID-19, Pemkab Bantul Setop Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
Siswa Positif COVID-19, Pemkab Bantul Setop Pembelajaran Tatap Muka

Kegiatan Pembelajaran tatap muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) Bantul Timur, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa dihentikan selama satu minggu. Penghentian dilakukan lantaran adanya seorang siswa yang positif COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Puluhan Pekerja Migran Tewas, Jokowi Nyatakan Perang Dengan Malaysia
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Puluhan Pekerja Migran Tewas, Jokowi Nyatakan Perang Dengan Malaysia

Terdapat juga 18 WNI yang meninggal di Depot Tahanan Imigresen (DTI), Sabah sepanjang 2021.

Pemudik di Pelabuhan Tanjung Perak Turun 36 Persen
Indonesia
Pemudik di Pelabuhan Tanjung Perak Turun 36 Persen

Kapolri menilai, seluruh petugas di Pelabuhan Tanjung Perak telah menyiapkan pelayanan secara optimal kepada seluruh masyarakat.

Wagub DKI Minta Masyarakat Mulai Antisipasi Banjir
Indonesia
Wagub DKI Minta Masyarakat Mulai Antisipasi Banjir

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan sudah mulai mengambil langkah antisipasi menghadapi banjir yang kerap mengincar wilayah ibu kota.

Kasus COVID-19 Hari Ini Tambah 4.834
Indonesia
Kasus COVID-19 Hari Ini Tambah 4.834

Dilaporkan pada Jumat (22/7), kasus baru positif harian COVID-19 bertambah 4.834.

Empat Ribu Lebih Warga Karet Tengsin Belum Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Empat Ribu Lebih Warga Karet Tengsin Belum Disuntik Vaksin COVID-19

Sebanyak 78,15 persen Warga Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat sudah menjalani suntik vaksin COVID-19 dosis pertama.

Pemerintah Didesak Siapkan Sistem Keuangan Mikro Atur Transaksi Pinjol
Indonesia
Pemerintah Didesak Siapkan Sistem Keuangan Mikro Atur Transaksi Pinjol

Dengan interest yang tinggi dan pola teror penagihan utang yang bahkan bisa menyebabkan peminjam bunuh diri

KPK Ungkap Ada Dugaan Bagi-Bagi Kavling di Lahan IKN Nusantara
Indonesia
KPK Ungkap Ada Dugaan Bagi-Bagi Kavling di Lahan IKN Nusantara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan adanya bagi-bagi kavling di lahan IKN Nusantara.

Satgas Waspada Investasi Sudah Blokir 3.631 Pinjol Ilegal
Indonesia
Satgas Waspada Investasi Sudah Blokir 3.631 Pinjol Ilegal

Hngga kini sudah 3.631 perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah diblokir sejak 2018.

Kunci Indonesia Hindari Gelombang 3 COVID-19 Versi Epidemiolog UI
Indonesia
Kunci Indonesia Hindari Gelombang 3 COVID-19 Versi Epidemiolog UI

Selain vaksinasi, banyak orang yang sudah memiliki antibodi COVID-19 secara alami karena pernah terinfeksi