KBRI Beirut Pastikan Ledakan dari Bahan Pengawet Makanan Ledakan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8). Foto: Reuters

MerahPutih.com - Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari nenyebut, ledakan yang terjadi di Port of Beirut pada pukul 18.02 bersumber dari bahan peledak di sekitar pelabuhan

"Sumber awal menyampaikan analisa bahwa ledakan terjadi di salah satu hanggar besar yang menyimpan bahan-bahan rentan meledak yang disimpan di pelabuhan," kata Hajriyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8).

Baca Juga

Satgas Kontingen Garuda Bantu Evakuasi Korban Ledakan di Beirut

Menurut dia, informasi juga bahwa ledakan besar tersebut berasal dari bahan Sodium Nitrat dalam volume besar yang disimpan di Port.

"Sodium Nitrat adalah bahan putih yang digunakan untuk pengawet makanan dan bisa meledak apabila terkena api," terang Dubes.

Ledakan di Lebanon. (Foto: Isimewa).
Ledakan di Lebanon. (Foto: Isimewa).

Hajriyanto menambahkan, Kementerian Kesehatan Lebanon menyampaikan informasi jumlah korban meninggal mencapai puluhan dan korban luka-luka mencapai ratusan.

"Berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat," tutup Hajriyanto.

Sementara itu, Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (TMPP) TNI, Mayjen TNI Victor Simatupang memastikan 1.234 Anggota Satgas Kontingen Garuda UNIFIL yang tengah bertugas di Lebanon seluruhnya selamat. Tidak ada satu pun anggota TNI yang menjadi korban insiden tersebut.

“Kondisi satgas dalam keadaan Aman,” kata Victor kepada wartawan.

Victor menuturkan, Kontingen Garuda saat ini sudah ikut serta membantu proses evakuasi korban. Armada dari Satgas Hospital Level 2 telah diberangkatkan ke Beirut dari Naquora.

“Sekarang sedang meluncur ke Beirut untuk membantu evakuasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, kantor berita resmi Lebanon NNA dan dua sumber keamanan mengatakan, ledakan itu terjadi di daerah pelabuhan kota, di mana terdapat gudang-gudang yang menampung bahan peledak. Sumber keamanan ketiga mengatakan, terdapat bahan kimia yang disimpan di daerah itu.

Rekaman ledakan yang beredar di publik melalui media sosial menunjukkan, asap naik dari distrik pelabuhan yang diikuti oleh ledakan besar. Mereka yang merekam apa yang awalnya tampak seperti kobaran api besar kemudian dikejutkan oleh ledakan itu.

Baca Juga

KBRI Beirut Beberkan Kondisi WNI Pascaledakan Lebanon

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 78 orang dilaporkan tewas dan melukai hampir 4.000 orang. Ledakan ini mengirimkan gelombang kejut yang menghancurkan jendela-jendela, bangunan, dan mengguncang tanah di ibu kota Lebanon. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH