Kawasan 'Ring 1' Jadi Tempat Kebut-kebutan, Polisi Bakal Razia Knalpot Tangkapan layar peta Jalan Veteran III di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: MP/Google Maps)

Merahputih.com - Aksi bar-bar para pengguna motor besar di kawasan Istana Negara sudah menggangu kenyamanan warga. Mereka bahkan sengaja memasang knalpot yang kencang hanya untuk menunjukkan eksistensinya.

Menanggapi itu, Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta menegaskan bakal menindak para pengendara itu.

"Bisa saja nanti dilakukan razia knalpot terutama untuk standar penggunaan sepeda motor," kata Budi kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (1/3).

Baca Juga:

Paspampres Gadungan Ditangkap Polisi Karena Nekat Menipu Belasan Kali

Kedepannya, patroli kepolisian juga bakal diperketat. Terutama di titik masuk ke kawasan Istana Negara. "Kami antisipasi balap liar dan nongkrong, kami patroli disana," jelas dia.

Budi melihat, aksi kebutan motor di kawasan Istana Negara sekarang jauh menurun. "Karena kami bubarin terus terutama yang suka nongkrong. Kalau balapan kecil ya tapi melintas, iya;" terang Budi.

Ia meminta para pengendara motor besar untuk mengikuti aturan lalu lintas. Lalu, pengendara juga harus sadar aktivitas mereka mengganggu, terutama penggunaan knalpot.

"Jangan jadikan jalan raya sebagai tempat untuk balapan. Kalau mau menuangkan hobinya silahkan ada tempat khusus untuk mereka," tutup Budi.

Tangkapan layar media sosial soal pengadangan rombongana moge di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: MP/Instagram @bodatnation)
Tangkapan layar media sosial soal pengadangan rombongan moge di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: MP/Instagram @bodatnation)

Seperti diketahui, sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan sekelompok pengendara motor gede (moge) yang menerobos kawasan ring I Istana Kepresidenan.

Dalam video tersebut, kelompok moge ini dihalau hingga ditendang oleh Paspampres yang berjaga.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi sejumlah pengendara moge dan akan melakukan pemeriksaan pada hari ini, Senin (1/3).

“Sudah (terindentifikasi) dan sudah kami buat undangan klarifikasi,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar saat dikonfirmasi, Senin (1/3).

Fahri menuturkan, para pengendara moge ini menyanggupi datang pada hari ini untuk diklarifikasi. Fahri belum merinci ihwal pemanggilan ini, termasuk berapa banyak pengendara yang dipanggil pun belum diketahui.

“Mereka menyanggupi hadir di kantor Subdit Gakkum hari Senin,” jelasnya.

Untuk informasi, viral sebuah video yang memperlihatkan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menendang salah satu pengendara motor gede (moge) yang tergabung dalam Sunday Morning Riding (Sunmori).

Saat dikonfirmasi, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto mejelaskan alasan anggotanya melakukan tindakan menendang salah satu pengendara motor lantaran menerobos Jalan Veteran III yang sedang ditutup.

Baca Juga:

Gibran dan Bobby Jadi Satu-satunya Wali Kota yang Dikawal Paspampres

Agus mengatakan, Jalan Veteran III tersebut merupakan Ring 1 Instalasi VVIP. Sehingga menjadi tugas pokok Paspampres untuk mengamankan segala yang dinilai sebagai ancaman. Pengendara motor tersebut terpaksa harus dilumpuhkan oleh anggota Paspampres karena penerobosan. Itu merupakan pelanggaran batas Ring 1.

Paspampres mengambil tindakan tegas tersebut karena merujuk dalam Buku Petunjuk Teknis Pam Instalasi VVIP yg disahkan oleh Keputusan Panglima TNI tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2013 tentang Pam VVIP. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Perintahkan Bawahanya Fokus di Perkara Besar Bikin Resah Warga
Indonesia
Kapolri Perintahkan Bawahanya Fokus di Perkara Besar Bikin Resah Warga

sepanjang tahun 2021 lalu, Polri juga telah melakukan penindakan tegas terhadap kasus pinjaman online (pinjol) ilegal. Setidaknya, ada 89 perkara yang diungkap dengan 65 tersangka

Jelang Idul Adha, Mentan Pastikan Stok Daging Sapi Aman
Indonesia
Jelang Idul Adha, Mentan Pastikan Stok Daging Sapi Aman

Ketersediaan pasokan daging sapi aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha dengan jumlah stok sebanyak 42.268 ton.

Nataru, Hampir 200 Ribu Penumpang KA Naik dari Daop 6 Yogyakarta
Indonesia
Nataru, Hampir 200 Ribu Penumpang KA Naik dari Daop 6 Yogyakarta

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daops 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 197.911 orang atau rata-rata harian ada sekitar 10.400 penumpang naik kereta selama Nataru.

Bupati Pandeglang Marah Besar Dispora Tagih Pajak Hadiah Pemenang Rp 1.000
Indonesia
Bupati Pandeglang Marah Besar Dispora Tagih Pajak Hadiah Pemenang Rp 1.000

Disebut kelebihan potongan pajak Rp 1000 oleh Dinas. Warga Pandeglang merasa geram dengan hadiah tidak ideal, lalu membayar Rp 1.000 yang ditagih ke Kadispora, Senin (21/12).

Aliansi Warga Solo Dukung RUU Pemekaran Papua
Indonesia
Aliansi Warga Solo Dukung RUU Pemekaran Papua

Dalam aksi tersebut mereka mendesak Pemerintah untuk segera merealisasikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemekaran Papua menjadi UU

AS Janjikan Bantuan ke Ukraina
Dunia
AS Janjikan Bantuan ke Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan mereka berhasil melumpuhkan infrastruktur militer di pangkalan udara Ukraina dan menaklukkan pertahanan udara.

Genjot Program Petani Milenial, RK Ingin Warga Raih Rezeki Kota dan Bisnis Mendunia
Indonesia
Genjot Program Petani Milenial, RK Ingin Warga Raih Rezeki Kota dan Bisnis Mendunia

Potensi besar ini bisa lebih dikembangkan oleh petani milenial yang jumlahnya harus terus ditambah

Wapres Berikan Bansos Rp 456 Miliar untuk Warga di NTB
Indonesia
Wapres Berikan Bansos Rp 456 Miliar untuk Warga di NTB

Ma'ruf Amin menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) berupa sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng senilai total Rp 456.905.835.857 kepada Pemerintah Provinsi NTB.

Terungkap! Uang Suap dari Azis Syamsuddin untuk Sawer Biduan hingga Maju Pilkada
Indonesia
Terungkap! Uang Suap dari Azis Syamsuddin untuk Sawer Biduan hingga Maju Pilkada

Pengacara Maskur Husain mengaku menggunakan sebagian uang haram senilai total Rp 2,55 miliar yang diduga diterima dari Azis Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado untuk berbagai keperluan pribadi.

Menakar Peluang Kiai Said dan Gus Yahya Jadi Ketum PBNU
Indonesia
Menakar Peluang Kiai Said dan Gus Yahya Jadi Ketum PBNU

Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mungerucut pada dua nama jelang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar hari ini hingga besok. Keduanya yakni, Ketum PBNU petahana KH Said Aqil Siraj dan Rais Aam PBNU Yahya Cholil Staquf.