Kawasan Pesisir Yahembang, Akan 'Bersolek' Mengembangkan Wisata dan Hutan Mangrove Pesisir Pantai Yehembang (MP/Davi Erlangga)

Sempat porak-poranda akibat diterjang abrasi, kini kawasan pesisir pantai Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, tak akan lama lagi akan tampil cantik dan menawan.

Penataan di kawasan ini akan segera dilaksanakan dengan membangun berbagai sarana penunjang pariwisata diantaranya, kolang renang, tempat rekreasi dan beberapa infrastruktur penunjang pariwisata lainnya.

Lokasi pembangunannya berada di pesisir Pantai Yehembang, tepatnya sebelah barat muara sungai Yehembang dengan luas lahan sekitar 15 hektar. Tanah tersebut merupakan tanah yang telah menjadi hak milik beberapa warga yang telah mengajukan permohonan kepemilikan kepada pemerintah sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Sementara di sebelah utara tanah tersebut yang merupakan bekas alur sungai, telah dimohonkan menjadi aset Desa Pakraman Yehembang akan dikembangkan menjadi hutan mangrove. Saat ini lahan bekas alur sungai tersebut telah ditanami mangrove dan dikelola oleh kelompok mangrove dari desa setempat.

“Konsep itu sengaja kita buat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Wisatawan yang berkunjung di taman rekreasi atau taman wisata akan dimanjakan dengan pemandangan hutan mangrove. Intinya kami akan sulat pesisir itu dari yang porak poranda, menjadi tempat yang indah, asri dan menawan,” ucap Bendesa Pakraman Yehembang Ngurah Gede Aryana, Rabu (11/4).

Hutan Mangrove (MP/Davi Erlangga)
Hutan Mangrove (MP/Davi Erlangga)

Aryana, juga menyampaikan, para wisatawan yang akan berkunjung di kawasan pesisir tersebut, selain bisa deburan obak pantai Yehembang, juga bisa menikmati keindahan hutan mangrove dengan berkeliling menggunakan sampan atau perahu, sambil menantikan keindahan matahari terbenam saat senja hari.

Sementara sekitar kurang dari satu kilometer ke arah timur, para wisatawan juga dapat menikmati wisata religius dengan menggunjungi obyek wisata Pura Rambut Siwi yang menawarkan keindahan batu-batu karang besar serta deburan ombak indah.

“Saat ini tanaman mangrove di aset desa pakraman sudah tumbuh dengan baik karena telah dirawat oleh kelompok mangrove dan masyarakat sekitar. Lokasi hutan mangrove ini berbatasan langsung dengan rencana pembangunan taman wisata,” tutur Aryana.

Jika pembangunan taman wisata dan hutan mangrove telah terujud lanjut Aryana, pihaknya optimis bisa meningkatkan perekonominan masyarakat dan bisa menyerap tenaga kerja lokal dengan jumlah yang banyak. Taman wisata dan hutan mangrove tersebut dipastikan akan ramai dikunjungi wisatawan karena akan dibangun fasilitas yang sangat memadai.

“Terlebih akses jalan menuju kawasan tersebut telah mendukung dan dibuat oleh desa setempat. Di jalan menuju lokasi juga sudah mulai bermunculan wisata kuliner yang bisa menunjang kunjungan wisatawan ke tempat tersebut,” tutup Aryana. (*)

Artikel berdasarkan laporan Davi Erlangga kontributor Merahputih.com untuk Bali dan sekitarnya


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH