Kawasan Ibu Kota Baru Saat Ini Butuh Pembenahan Layanan Publik dan Transparansi Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim. (Antaranews)

Merahputih.com - Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim kawasan ibu kota baru pada saat ini butuh pembenahan berbagai layanan publik. Meski diakuinya, pembangunan sebuah infrastruktur merupakan hal yang tak kalah penting.

"Yang diperlukan masyarakat pesisir lintas profesi adalah peningkatan kapasitas pelayanan publik dan transparansinya," ujar Abdul Halim, Rabu (5/9).

Baca Juga:

Bagaimana Potensi Bencana Alam di Ibu Kota Baru Menurut Kajian BNPB?

Berbagai infrastruktur khususnya di sektor kelautan dan perikanan sudah tersedia sejak lama, sehingga yang diperlukan saat ini sifatnya hanya renovasi.

Ia menegaskan bahwa dalam sektor kelautan dan perikanan, baik di kawasan Ibu Kota baru maupun di daerah lainnya, yang diperlukan adalah peningkatan layanan kepada warga di wilayah pesisir.

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) mengingatkan pembangunan infrastruktur ibu kota baru di Kalimantan Timur tidak hanya ditujukan untuk kepentingan industri besar saja tetapi harus bermanfaat bagi seluruh warga.

"Kalau kemarin dari kunjungan kami ke Kaltim, masih banyak hal yang harus dipertimbangkan," kata Sekjen Kiara Susan Herawati di Jakarta, Senin (2/9) dikutip Antara.

Peta Penajam Paser Utara

Menurut Susan Herawati, pelabuhan yang akan dikembangkan saat ini dinilai berpotensi menggusur zona tangkap nelayan serta didorong untuk industri skala besar.

Hal tersebut, masih menurut Susan, karena ada rencana bahwa akan ada semacam reklamasi untuk dibangun pelabuhan baru tambahan.

Sebelumnya, lembaga kajian Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur akan menarik banyak investasi langsung terutama untuk sektor konstruksi dan properti.

Baca Juga:

Pakar: Jika Terjadi Tsunami di Wilayah Kaltim, Sumbernya dari Sulawesi

Menurut ekonom Indef Andry Satrio Nugroho, karakter ekonomi wilayah Kaltim yang dikenal sebagai wilayah pertambangan batu bara dan minyak serta gas bumi (migas), akan menarik pembangunan di sektor-sektor lain seperti konstruksi dan properti.

Hal itu karena karakter wilayah pertambangan sudah dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain konstruksi dan properti, kata Andry, setelah pembangunan pusat pemerintahan berjalan di Ibu Kota baru, maka sektor-sektor lain seperti pariwisata dan perhotelan akan menjadi primadona baru di Kaltim. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH