Kawal RUU Cipta Kerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti memimpin sidang purna bhakti sejumlah anggota DPD periode 2014-2019 (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Kepentingan daerah harus menjadi fokus tim kerja DPD RI yang secara khusus dibentuk untuk terlibat dalam proses pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang sedang berlangsung saat ini. Demikian ditegaskan Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (6/8).

La Nyalla menegaskan pihaknya sangat serius mengawal proses pembahasan dan pengisian Daftar Inventaris Masalah (DIM) atas RUU Omnibus Law tersebut. Hal itu diwujudkan dengan membentuk Tim Kerja DPD RI, yang beranggotakan 20 Senator.

Baca Juga

DPR Tak Targetkan Kapan Sahkan RUU Omnibus Law

“Dan saya tekankan agar fokus mengawal kepentingan daerah. Ingat kita di sini adalah wakil daerah,” kata La Nyalla.

Pernyataan La Nyalla tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi antara Pimpinan DPD RI dengan para Senator pimpinan Alat Kelengkapan yang tergabung dalam Tim Kerja RUU Cipta Kerja.

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti memimpin sidang perdana para senator di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (2/10) (MP/Ponco Sulaksono)
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti memimpin sidang perdana para senator di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (2/10) (MP/Ponco Sulaksono)

Rakor tersebut memang dimaksudkan untuk menyatukan persepsi tentang standing position DPD RI dalam pembahasan RUU tersebut. Dengan rujukan Pasal 18 UUD NRI 1945 dan UU sektoral lainnya, terutama UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain La Nyalla, dari unsur pimpinan hadir dalam Rakor tersebut Wakil Ketua Nono Sampono dan Sultan Baktiar Najamudin. Sementara Mahyudin berhalangan hadir. Sedangkan 20 Senator pimpinan Alat Kelengkapan DPD tampak hadir lengkap, baik fisik di Senayan, maupun virtual dari daerah masing-masing.

Baca Juga

RUU Cipta Kerja Diprotes, Bahlil: Seolah Negara Ini Mau Bubar Saja

Anggota Timja terdiri dari Agustin Teras Narang, Yorrys Raweyai, Bambang Sutrisno, Novita Anakotta, Asyera Respati, Abdul Kholik, Badikenita BR Sitepu, Habib Ali Alwi, Abdul Rachman Thaha, Bustami Zainudin, Hasan Basri, Edwin Pratama Putra, Angelius Wake Kako, Evi Apita Maya, Evi Zainal Abidin, Sylviana Murni, Casytha A. Kathmandu, Misharti, Arniza Nilawati, dan Eni Sumarni. (Pon)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Positif COVID-19
Indonesia
Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Positif COVID-19

Dewi mengetahui kabar tersebut setelah dalam proses pengurusan data dokumen perjalanan mengurus surat kesehatan di dinas kesehatan setempat.

HUT-75, KAI Luncurkan Logo Baru
Indonesia
HUT-75, KAI Luncurkan Logo Baru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan logo baru di momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 pada Senin (28/9).

Menteri Edhy Janji Tidak Babat Hutan Mangrov Demi Tambak
Indonesia
Menteri Edhy Janji Tidak Babat Hutan Mangrov Demi Tambak

Area-area bekas tambak akan kembali ditanami mangrove sembari dimanfaatkan untuk budidaya biota laut lainnya, seperti ikan kerapu, udang windu, dan kakap putih.

UU Cipta Kerja Masukkan Amdal Bagian Izin Usaha
Indonesia
UU Cipta Kerja Masukkan Amdal Bagian Izin Usaha

BKPM memastikan semua perizinan juga terintegrasi lewat sistem layanan terpadu atau Online Single Submission (OSS) untuk mendorong adanya transparansi, efesiensi, dan mengurangi korupsi.

 Calon Hakim Agung Artha Theresia Punya Harta Rp43 Miliar, Termasuk Rumah di Australia
Indonesia
Calon Hakim Agung Artha Theresia Punya Harta Rp43 Miliar, Termasuk Rumah di Australia

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tersebut, Artha tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 43.249.703.008. Adapun harta yang dimiliki Artha terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

Din Syamsuddin Minta Jokowi Dukung Kebijakan PSBB Total Anies
Indonesia
Din Syamsuddin Minta Jokowi Dukung Kebijakan PSBB Total Anies

Karena ia yakin kebijakan itu bisa menahan laju penularan Virus Corona

Maraknya Penolakan Jenazah COVID-19, Mendes: Coba Bayangkan Itu Diri Kita
Indonesia
Maraknya Penolakan Jenazah COVID-19, Mendes: Coba Bayangkan Itu Diri Kita

Siapa pun yang wafat karena COVID-19 dan sudah diproses sedemikian rupa di Rumah Sakit Rujukan dengan standar WHO maka aman untuk dimakamkan di mana pun.

Kasus Infeksi Corona 6,63 Juta, Meninggal Dunia 100 Ribu Orang Lebih
Dunia
Kasus Infeksi Corona 6,63 Juta, Meninggal Dunia 100 Ribu Orang Lebih

Penghitungan kasus infeksi virus corona di India naik 74.442 dalam 24 jam terakhir menjadi 6,63 juta kasus pada Senin (5/10) pagi.

Begini Kondisi Ratusan WNI di Kapal Westerdaam Pasca Terdeteksi Virus Corona
Indonesia
Begini Kondisi Ratusan WNI di Kapal Westerdaam Pasca Terdeteksi Virus Corona

Tim dari KBRI Phnom Penh secara langsung menaiki dan berdialog dengan para kru WNI

 Ratusan Putra-Putri Papua yang Lolos Masuk BUMN Jalani Pelatihan Bela Negara
Indonesia
Ratusan Putra-Putri Papua yang Lolos Masuk BUMN Jalani Pelatihan Bela Negara

"Sebanyak 333 orang putra-putri Papua dan Papua Barat yang diterima di 37 BUMN ini, patut berbangga karena terpilih dalam proses seleksi dari puluhan ribu putra-putri Papua dan Barat yang mendaftar," ujarnya.