Katedral dan Sejumlah Gereja Lain Buka Kegiatan Peribadatan 12 Juli Mendatang Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Rm Adi Prasojo (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Keuskupan Agung Jakarta memastikan bakal membuka kegiatan peribadatan di Gereja pada Minggu (12/7). Pembukaan pertama berlangsung di Gereja Katedral Jakarta sehingga bisa menjadi uji coba dan contoh penerapan protokol kesehatan.

Sekertaris Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Rm Adi Prasojo mengatakan, ada tiga Gereja termasuk Katedral yang pertama kali dibuka setelah Pandemi COVID-19.

"Ada di Katedral, Harapan Indah, dan Paroki Tangerang,," jelas Adi kepada MerahPutih.com di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (9/7).

Baca Juga:

Jelang New Normal, Menaker Berharap Karyawan Ter-PHK Bisa Dipekerjakan Lagi

Semua gereja di lingkup KAJ sudah diberikan pedoman soal pembukaan kegiatan peribadatan gereja. Namun, hanya kegiatan peribadatan saja yang dibuka. Sementara kegiatan lain tetap dilakukan secara online.

"Setiap paroki melakukan semua persiapan, melengkapi semua daftar isian yang kami tuntut, kemudian mengajukan secara resmi ke keuskupan. Setelah itu baru bisa diajukan," jelas Adi.

"Karena itu, kami sudah komitmen dari awal, bahwa tidak akan dibuka secara serentak, karena tergantung kesiapan Gereja-gereja," ungkap Adi.

Beberapa persyaratan itu antara lain soal kesiapan liturgis, kesiapan prasarana dan sarana. Kesiapan sarana prasarana ini cukup banyak yaitu memastikan kapasitasnya, jarak tempat duduk, cuci tangan, dan akses masuk. "Ini semua harus dilampirkan dalam bentuk foto dan video sosialisasi kepada umat," jelas Adi.

Adapula prasyarat mitigasi resiko, seperti harus ada pos kesehatan yang ada dokter dan perawatnya saat perayaan Ekaristi berlangsung. Untuk tahap awal, KAJ hanya menetapkan pembukaan hanya satu kali ibadah saja di seluruh gereja.

"Tetapi, paroki yang menentukan sendiri waktu perayaannya. Setelah itu, dalam setiap bulan kami akan evaluasi bagaimana pelaksanaannya, baru kemudian ditambah jadwal perayaannya," jelas Adi.

Halaman depan Gereja Katedral (Foto: MP/Rizki Fitranto)

Adi menuturkan, ada pertimbangan juga soal lokasi gereja. Terutama yang berada di zona merah dan penyebaran COVID-19 di wilayah itu.

"Akhirnya itu menjadi pertimbangan dari pihak paroki, karena mereka sudah mempunyai peta penyebaran COVID-19. Karena, kami juga meminta setiap paroki untuk melengkapi data demografi zona," sebut Adi.

Sehingga, bisa saja ada gereja yang baeu dibuka di bulan Agustus dan September, karena melihat perkembangan zona COVID-19 yang mulai hari ini kembali naik.

"Beberapa lokasi gereja itu tidak selalu di pinggir jalan seperti Katedral, jadi ada yang ada di dalam kompleks perumahan dan pemukiman yang kawasan sekitarnya masuk zona merah," terang Adi.

Baca Juga:

New Normal Bukan Era Kebebasan

Adi meminta agar umat melakukan self assessment atau memeriksa diri untuk yakin bahwa dirinya sehat. "Bukan untuk diri sendiri, tapi demi kepentingan sesama umat yang lain bisa beribadah dengan aman dan nyaman," jelad Adi. Lalu umat diminta mengikuti aturan dan arahan ketika di dalam gereja. Karena semua diatur sedemikian rupa demi kebaikan bersama.

"Karena kita akan segera masuk ke dalam tatanan kehidupan yang baru, maka kami mengajak umat untuk memiliki semangat yang baru, menjalani masa ini dengan disiplin yang baru juga," tutup Adi. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH