Kata Relawan Jokowi Soal Masuknya Gerindra ke Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kiri) dan Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) tersenyum usai pelantikan di gedung MPR/DPR/DPD Jakarta, Minggu (20/10/2019). (ANTARA/

MerahPutih.com - Rumah Nawacita, eks relawan pemenangan Jokowi-Maruf Amin angkat bicara terkait sikap protes sejumlah organ relawan yang merasa tidak puas dengan komposisi dan bergabungnya Partai Gerindra ke dalam Kabinet Indonesia Maju.

Ketua Umum Rumah Nawacita Raya Desmawanto menegaskan, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif Presiden yang sudah mempertimbangkan segala hal.

Baca Juga:

Relawan Sudah 'Dibisiki' Jokowi Kepastian Gerindra Masuk Kabinet

"Jangan mengatasnamakan relawan untuk menyampaikan sikap seakan-akan itu mewakili seluruh relawan, karena mayoritas relawan justru merasa puas dan punya harapan kabinet baru ini lebih baik," tegas Raya Desmawanto dalam keterangan tertulis, Kamis (24/10).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangan ketika meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangan ketika meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Raya menegaskan, ada ribuan organisasi relawan pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin yang turut berjuang dalam Pilpres serta terdaftar resmi di Tim Kampanye Nasional (TKN).

Mereka bekerja tanpa subsidi dan bantuan materi dari TKN alias bekerja secara swadaya.

Bahkan, lebih banyak pula relawan yang tidak terafiliasi dalam organisasi relawan alias bekerja secara mandiri dan tidak ingin dikekang oleh label organisasi relawan.

"Saya kira, mereka itu adalah relawan rakyat yang menaruh harapan besar pada Jokowi, yang berjuang tanpa mengatasnamakan organisasi relawan," tegas Raya yang merupakan Ketua Umum Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) sebelum bertransformasi kini menjadi Rumah Nawacita.

Menurut Raya, Kabinet Indonesia Maju sudah diracik dengan baik, penuh keseimbangan, dan mempertimbangkan segala aspek. Ia meyakini Presiden Jokowi telah menetapkan keputusan yang strategis dalam memilih para pembantunya.

"Bahwa untuk membangun Indonesia dibutuhkan kebersamaan dan keseimbangan. Bukan sekadar menang-menangan," tegas Raya.

Baca Juga:

Nobar Pelantikan Presiden, Puluhan Relawan Kenakan Kaus dan Kemeja Ala Gibran

Karena itu, jelas Raya, Rumah Nawacita berharap para anggota kabinet tidak mengecewakan rakyat dan kepercayaan yang sudah diberikan oleh Presiden Jokowi. Lagipula, Jokowi sudah mengultimatum akan mencopot di tengah jalan para menteri yang tak serius bekerja.

"Beri mereka kesempatan untuk membuktikannya, jangan langsung dihakimi," tegas Raya.

Pendukung pasangan presiden dan wakil presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menunggu keluarnya mobil berplat RI1 di pintu belakang gedung DPR/MPR Jakarta, Minggu (20/10/2019). (ANTARA/DEVI NINDY)
Pendukung pasangan presiden dan wakil presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menunggu keluarnya mobil berplat RI1 di pintu belakang gedung DPR/MPR Jakarta, Minggu (20/10/2019). (ANTARA/DEVI NINDY)

Tentang sikap sejumlah relawan yang tidak puas dengan bergabungnya Partai Gerindra ke dalam koalisi pemerintahan, Raya menegaskan mayoritas relawan juga tidak mempersoalkan hal tersebut. Para relawan dapat memahami keputusan Presiden Jokowi dengan membuka bergabungnya Partai Gerindra ke dalam pemerintahan.

"Sebaiknya kita fokus saja mengawal kabinet ini, tidak lagi menjadikannya sebagai pergunjingan dan kegaduhan. Kabinet harus kerja tancap gas," pungkas Raya. (Knu)

Baca Juga:

Lukisan Raksasa Presiden Jokowi Pakai Lurik dan Blangkon Meriahkan Syukuran Relawan di Solo



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH