Kata Megawati soal Rencana Pemindahan Ibu Kota Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (Antaranews)

MerahPutih.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan dukungannya terhadap keputusan pemerintah Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

"Kalau pemerintah sudah membuat keputusan, tentunya telah dipertimbangkan secara matang," kata Megawati Soekarnoputri di sela kunjungannya ke Seoul, Korea Selatan, seperti dikutip melalui siaran pers dari PDI Perjuangan, Selasa (27/8).

Baca Juga:

Gubernur Kalteng Girang, Kaltim Ditunjuk Sebagai Lokasi Ibu Kota Baru

Menurut Megawati, sebagai ketua umum partai politik yang menjadi pemenang pemilu, dirinya mengusulkan agar pemerintah dapat melakukan pembangunan secara terencana untuk jangka panjang.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawa(i Soekarnoputri, menerima kunjungan Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin, di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (9/5/2019). (Antaranews/Riza Harahap)
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawa(i Soekarnoputri, menerima kunjungan Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin, di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (9/5/2019). (Antaranews/Riza Harahap)

"Memindahkan dan membangun ibu kota baru, itu artinya berbicara soal fungsi dan tempat. Bicara konteks ini harus jangka panjang, untuk apa kebutuhannya dan apa target yang mau dicapai dengan pemindahan ibu kota itu," katanya.

Presiden kelima RI itu menjelaskan, secara prinsip ibu kota baru agar tidak lagi diberi beban berat seperti Jakarta, yang harus menanggung semua beban sehingga campur aduk menjadi satu sebagai kota pemerintahan, kota bisnis, kota manufaktur dan lain-lain.

"Dulu waktu awal kemerdekaan yang disebut Jakarta itu hanya wilayah Menteng, Jakarta Pusat saat ini. Mereka yang tinggal di Menteng dikenal sebagai Anmen alias anak Menteng. Masyarakat yang tinggal di kawasan lainnya itu sudah di luar Jakarta," katanya.

Baca Juga:

Jokowi Diminta Secara Terbuka Sampaikan Roadmap Ibu Kota Baru ke DPR

Megawati yang sejak kecil tinggal di Jakarta yakni di Istana, melihat perkembangan Kota Jakarta tanpa perencanaan tata kota yang baik. "Ibu kota negara yang baru harus dibangun dengan perencanaan baik, tidak boleh mengulangi pengalaman Jakarta. Tata ruangnya harus direncanakan dengan baik untuk jangka panjang dan tidak boleh diubah-ubah," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Megawati mencontohkan Kota Canberra, ibu kota negara Australia. "Canberra itu sepi karena memang kota pemerintahan. Di Amerika, kota pemerintahannya di Washington juga tidak ramai. Kalau mau ramai ke New York yang memang kota bisnis," katanya.

Menurut Megawati, konsep kota pemerintahan dan kota bisnis ini harus menjadi pemikiran yang matang oleh pemerintah. Pemerintah, kata dia, juga harus mempertimbangkan secara matang bahwa Kalimantan Timur adalah daerah pertambangan minyak, batu bara, dan mineral, sehingga konsekuensinya harus dibuat aturan-aturan yang mengikat, agar tidak mengganggu ibu kota di masa mendatang. (*)

Baca Juga:

Gula Hingga Cangkul Masih Impor, Belum Saatnya Ibu Kota Pindah ke Kalimantan



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH