Kata Kapolda Jateng Soal Kasus Pengeroyokan di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono memberikan keterangan terkait kasus pengeroyokan pendukung capres-cawapres, Jumat (5/4). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mulai menemukan titik terang terkait kasus pengeroyokan pendukung capres-cawapres 01, Jokowi-Ma'ruf Amin di Yogyakarta saat kampanye terbuka capres-cawapres 02, Prabowo-Sandi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Selasa (2/4).

Ia mengatakan, pelaku pengeroyokan terdeteksi sebagai warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kita masih memburu pelaku pengeroyokan sampai sekarang. Para pelaku berasal dari DIY yang datang jauh-jauh ke Purworejo untuk menghadiri acara kampanye terbuka yang dihadiri capres 02," ujar Condro saat mendampingi Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengadakan kunjungan kerja (kunker) di Polresta Surakarta, Jumat (5/4).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengadakan kunker di Polresta Surakarta, Jumat (5/4). (MP/Ismail)
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengadakan kunker di Polresta Surakarta, Jumat (5/4). (MP/Ismail)

Kasus pengeroyokan ini tidak diambil alih Polda Jateng. Polres Purworejo masih melakukan penyelidikan kasus ini.
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh massa pendukung paslon 02.

"Pelakunya masih belum teridentifikasi. Sudah pemeriksaan saksi-saksi, itu kan pelakunya dari wilayah DIY," kata Condro.

Kapolda mengaku akan berkoordinasi dengan Polda DIY karena terduga pelaku berasal dari wilayah tersebut. Sebelumnya, memang diketahui bahwa massa tersebut mengarah ke daerah Yogyakarta. "Kasus ini sudah mengarah ke lintas provinsi. Nanti kita koordinasikan dengan Polda DIY," katanya.

Dengan kejadian ini, Condro mengimbau pada kedua pendukung capres-cawapres agar bisa saling menghormati meskipun beda pilihan. Selain itu, saat jadwal kampanye terbuka dengan menggelar konvoi diharapkan bisa menjaga ketertiban.

"Konflik memang kerap berawal dari singgungan antarpaslon saat konvoi. Jadi saling menghargai pendukung yang sedang kampanye adalah pilihan terbaik," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, massa yang diduga peserta kampanye terbuka Pilpres 2019 Prabowo-Sandiaga di Purworejo melakukan pengeroyokan terhadap seorang warga bernama Yuli Wijaya (28).

Korban mengalami luka hingga dirawat di rumah sakit. Beberapa sepeda motor juga dirusak. Peristiwa itu terjadi di Jl Jogja KM 11 tepatnya di depan SDN Krendetan, Kecamatan Bagelen pada Selasa (2/4). (Ism)

Baca Juga: Warga Boyolali Kompak Curhat Kepada Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH